Menlu Tiongkok dan Iran Bertemu, AS Tekan Beijing Agar Selat Hormuz Dibuka Kembali

Menteri luar negeri Partai Komunis Tiongkok (PKT)  dan Iran mengadakan pertemuan pada Rabu 6 Mei.  Beijing menyerukan agar Iran merespons tuntutan masyarakat internasional dan kembali membuka Selat Hormuz. Pernyataan ini ditafsirkan dunia luar sebagai tanda bahwa, menjelang pertemuan Trump-Xi, Beijing sedang berupaya meredakan ketegangan situasi energi global demi menciptakan suasana yang lebih kondusif bagi pembicaraan AS-PKT.

EtIndonesia. Menteri Luar Negeri PKT, Wang Yi, dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyerukan agar Selat Hormuz segera dibuka kembali. Ia juga menyatakan harapannya agar semua pihak terkait segera menanggapi seruan kuat masyarakat internasional untuk membuka kembali selat tersebut.

Pernyataan ini ditafsirkan sebagai upaya Beijing untuk meredakan ketegangan global di sektor energi menjelang kemungkinan pertemuan antara Donald Trump dan Xi Jinping.

Saat ini, perundingan AS-Iran dikabarkan mengalami kemajuan. Kedua pihak disebut semakin dekat mencapai kesepakatan singkat “satu halaman”. Jika Iran menerimanya, Selat Hormuz kemungkinan akan dibuka kembali dan Amerika Serikat mungkin mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran. Pada saat yang sama, AS juga menghentikan sementara operasi kebebasan maritim untuk mengamati respons Iran.

Para analis menyebut persoalan Selat Hormuz menempatkan PKT dalam posisi dilematis. Di satu sisi, meredanya situasi dapat membantu mengurangi krisis energi PKT saat ini dan memperbaiki citra Beijing di mata dunia sehingga menambah posisi tawarnya. Namun di sisi lain, jika konflik benar-benar berhenti, perhatian Amerika Serikat kemungkinan akan kembali terfokus pada PKT.

PKT dan Iran selama ini menjaga hubungan persahabatan jangka panjang. Sejak konflik AS-Iran memanas, PKT mengklaim dirinya sebagai “mediator netral”, sambil berusaha mempertahankan hubungan dekat dengan Iran dan sekaligus memperoleh keuntungan ekonomi dari kawasan Teluk.

“Jika Selat Hormuz ditutup dalam jangka panjang, dampaknya terhadap energi PKT akan sangat besar. Karena itu PKT juga berharap selat tersebut dibuka kembali. Mereka ingin menekan Iran agar membuka Selat Hormuz dengan imbalan pelonggaran blokade maritim AS terhadap Iran. Dengan begitu kedua pihak bisa sama-sama mundur selangkah. Di sisi lain, ini juga dapat mengurangi tekanan blokade ekonomi Amerika sehingga Iran memperoleh kesempatan untuk bernapas,” kata pembawa acara program “Waktu dan Ruang Mark, dan Urusan Saat Ini”, Mark.

Analisis lain juga menyebut Beijing mungkin memanfaatkan kesempatan ini untuk meminta konsesi tertentu dari Amerika Serikat terkait masalah Taiwan. 

Selain itu, kunjungan Menteri Luar Negeri Iran ke PKT sebelum pertemuan Trump-Xi menunjukkan kedua negara sedang memperkuat koordinasi. Di sisi lain, hal ini juga mencerminkan ketidakpercayaan Iran terhadap PKT, karena khawatir PKT akan “mengorbankan” Iran saat Trump berkunjung ke PKT di masa mendatang.

 “Segera menyelesaikan masalah Selat Hormuz. Apa artinya ini? Artinya Menteri Luar Negeri Iran datang ke Beijing tetapi tidak mendapatkan apa pun. Beijing tidak mampu membantu mereka. Pada dasarnya Beijing hanya mengatakan kepada mereka: kalian harus menyelamatkan diri sendiri,” ujar komentator politik, Lan Shu. 

Selain persoalan selat, kedua pihak juga membahas program nuklir, sanksi, dan bagaimana mengakhiri perang. Dunia luar masih bersikap hati-hati mengenai apakah AS dan Iran pada akhirnya benar-benar dapat mencapai kesepakatan.

“Selama rezim ulama Iran masih berkuasa, pada dasarnya mereka tidak akan benar-benar ingin melepaskan senjata nuklir, karena itu adalah tujuan akhir mereka. Selain itu, meskipun sebuah kesepakatan ditandatangani dengan Iran, apakah kesepakatan itu benar-benar bisa dijalankan juga merupakan masalah terbesar,” kata Mark.

Laporan wawancara oleh reporter NTDTV, Chen Yue dan Chang Chun.

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine