Kapal pesiar mewah Belanda “Hondius” dilaporkan mengalami wabah Hantavirus. Pada Kamis (7 Mei), jumlah kasus terkonfirmasi meningkat menjadi lima orang. Di tengah upaya otoritas kesehatan global mengendalikan wabah hantavirus, semakin banyak rincian mengenai situasi ini mulai terungkap.
EtIndonesia. Pada Kamis 7 Mei, tiga pasien pertama yang diduga terinfeksi hantavirus dan dievakuasi dari kapal pesiar telah tiba di Amsterdam untuk menjalani perawatan lebih lanjut.
Sementara itu, sebuah rumah sakit di Spain dijadwalkan menerima 14 penumpang warga Spanyol yang dievakuasi dari kapal pesiar mewah tersebut.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat juga sedang memantau secara ketat 17 warga AS yang sempat berada di kapal itu.
Pada hari yang sama, terungkap pula bahwa setelah kematian pertama terjadi di atas kapal, kapten kapal memberitahu para penumpang bahwa korban tidak menular dan menyatakan pria tersebut meninggal karena sebab alami.
Saat ini, wabah hantavirus tersebut telah menyebabkan tiga kematian, termasuk sepasang suami istri asal Belanda dan seorang warga negara Jerman. Selain itu, sedikitnya lima orang telah dipastikan positif terinfeksi.
European Centre for Disease Prevention and Control menyatakan bahwa kapal pesiar tersebut diperkirakan akan berlabuh di Kepulauan Canary, Spanyol, pada hari Minggu. Namun, warga pulau setempat merasa sangat khawatir terhadap kedatangan kapal itu karena takut mimpi buruk pandemi COVID-19 akan terulang kembali.
Hantavirus sendiri jarang menular dari manusia ke manusia. Penyakit ini umumnya menyebar melalui kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi.
Laporan gabungan reporter NTDTV, Li Mei dan Ying Xiang.


