Menjawab Keterasingan serta Dialog Lintas Budaya Antar Pulau dalam Pertunjukan Tari Islands

EtIndonesia. Dua sahabat yang berbeda bahasa dan bangsa berkolaborasi dalam pertunjukan tari yang bernama Islands. Keduanya membangun percakapan artistik tentang tubuh, ingatan, dan pulau sebagai ruang hidup sekaligus metafora identitas.

Kedua sahabat ini adalah koreografer/penari, Wang Yeu-kwn dari Shimmering Production–grup seni pertunjukan asal Taiwan dan  koreografer/penari Indonesia, Danang Pamungkas.  

Untuk diketahui, Islands juga telah terpilih sebagai finalis Bloom Prize, bagian dari The Rose International Dance Prize 2027 yang diselenggarakan oleh Sadler’s Wells; salah satu institusi tari terkemuka di London, Inggris. 

Karya Islands–sebagai bagian dari finalis Bloom Prize–akan dipentaskan mulai Januari – Februari 2027 di London. Wang Yeu-kwn menjadi finalis Bloom Prize untuk kategori emerging choreographers.

Kehadiran karya ini di Indonesia, dipentaskan di Teater Salihara, Jakarta Selatan pada Sabtu, 9 Mei 2026 pukul 20.00 WIB dan Minggu, 10 Mei 2026 pukul 16.00 WIB. 

Dok. Shimmering Production/LEE Chia-Yeh

Wang Yeu-kwn menceritakan ide tarian ini bermula saat ia tiba di Indonesia pada 2019 lalu. Selama perjalanannya, muncul beragam pertanyaan dalam dirinya. Ini terjadi setelah mereka tak bersua setelah 10 tahun berlalu. 

“Idenya sebenarnya berasal dari Indonesia, dan muncul banyak pertanyaan,” kata Wang dalam media preview di Teater Salihara, Jumat (8/5/2026).

Pertanyaan apakah yang mucul dibenak Yeu-kwn? identitas, budaya, dan tradisi yang berbeda menjadi jembatan yang perlu dijelajahi. 

“Jadi, saya berbicara dengan Danang, mungkin kita bisa membuat sebuah karya tentang pertanyaan-pertanyaan saya. Maka lahirlah karya Islands ini,” lanjutnya. 

Wang juga bercerita tentang kepulauan yang dimiliki Taiwan maupun Indonesia. Walaupun, pulau-pulau itu selalu tidak stabil dan berguncang. Apalagi, misalnya pulau di Taiwan menghadapi banyak hal, seperti topan dan gempa bumi, dan gunung. 

“Jadi, saya berharap para penonton yang datang menyaksikan pertunjukan kami dapat menikmatinya, dan saya berharap kami bisa menciptakan ruang di atas panggung sehingga setiap penonton dapat membawa pengalaman mereka sendiri dan ikut dalam perjalanan kami,” tambahnya. 

Bagi Danang, dalam produksi ini, ia harus menghadapi berbagai tantangan. Meski mereka bersahabat, bagaimanapun juga tak berlangsung dengan mudah.  

“Jadi kami harus menjadi profesional, menempatkan sisi kegilaan dan sifat kekanak-kanakan kami agar bisa menjadi profesional,” katanya. 

Danang mengungkapkan bagaimana ia bekerja dengan Yeu-kwn di dalam pikiran dirinya serta di dalam tubuhnya. Lalu juga dengan medium plastik. Danang juga bercerita tentang dirinya yang tak terbiasa dengan tubuhnya sebagai penari tradisional dan harus kembali ke tari kontemporer. 

“Ada banyak teknik yang harus saya pelajari. Saya harus kembali dari nol untuk belajar tentang keseimbangan, melayang, dan bagaimana menghadapi plastik itu. Ya, jadi itu adalah tantangan yang besar,” katanya. 

Sementara itu, kurator tari Komunitas Salihara, Tony Prabowo, menyampaikan bahwa kolaborasi ini memiliki kedalaman artistik karena berangkat dari relasi panjang dua seniman yang pernah berada dalam lingkungan pembelajaran yang sama. 

“Kerja sama seniman seni pertunjukan ini bermula dari pertemuan dua koreografer dan penari Indonesia-Taiwan, Danang Pamungkas dan Wang Yeu-kwn, yang pernah belajar bersama di bawah bimbingan Lin Hwai-Min dari Cloud Gate Dance Theater. Melalui berbagai sudut pandang yang berbeda tentang identitas, rasa keterasingan, serta pertanyaan yang selalu berlanjut akan makna kepenariannya, pertemuan ini seperti mengenal tubuh baru,” ujar Tony. (asr)

Dok. Shimmering Production/LEE Chia-Yeh
Dok. Shimmering Production/LEE Chia-Yeh

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine