Front Rusia Telah Runtuh! Kanibalisme Tentara Rusia di Medan Perang Ukraina Menjadi Bukti

NTD

Mungkin sulit dipercaya bahwa tragedi tidak manusiawi benar-benar terjadi di front pertempuran Rusia-Ukraina pada tahun 2025-2026. Sebagaimana dilaporkan oleh surat kabar Inggris “The Times” bahwa intelijen Ukraina telah memperoleh banyak bukti brutal lewat rekaman audio, foto, dan bukti yang dihasilkan AI tentang kekejaman tentara Rusia yang tak terbayangkan. 

Musim dingin yang keras, kekurangan pasokan, gangguan psikologis… telah mengubah front pertempuran Rusia menjadi neraka! Mesin perang Rusia dari Myrnohrad di bagian timur Ukraina hingga Pokrovsk di Donetsk Oblast, yang dinamakan Desa Tentara Merah, semuanya sedang runtuh! Beginilah fenomena yang terjadi: Pengangkutan pasukan Rusia di medan perang hanya mengandalkan sepeda motor, drone militer Ukraina terus memburu dan menyerang mereka. Tentara bayaran asal Afrika melarikan diri….

Bisakah Anda percaya bahwa kanibalisme masih terjadi di masyarakat modern? Tentara Rusia di front pertempuran Ukraina menembak rekan-rekan mereka dan memakan daging paha mereka. Ketika pertama kali membaca berita ini, saya benar-benar tidak bisa mempercayainya.

Namun, informasi yang bersumber dari pejabat intelijen militer Ukraina dengan dukungan bukti ini dilaporkan oleh surat kabar Inggris yang paling berwibawa, “The Times.” 

Seorang sumber intelijen Ukraina mengatakan bahwa mereka memiliki bukti setidaknya lima insiden di mana komandan Rusia menuduh tentara mereka melakukan kanibalisme.

Insiden-insiden ini tampaknya terjadi selama musim dingin yang keras baru-baru ini, ketika pasokan untuk tentara Rusia di garis depan terganggu oleh militer Ukraina, apalagi kesehatan mental para tentara di garis depan sedang menurun. Jadi mungkin trauma serius itu yang memicu mereka mengambil tindakan ekstrem tersebut.

Lebih lanjut, intelijen Ukraina, melalui para ahli keamanan siber, memperoleh sejumlah besar bukti audio dan visual dari platform Telegram.

Insiden terbaru yang diungkapkan oleh “The Times” menunjukkan bahwa seorang prajurit infanteri yang dijuluki “Pozi” yang saat itu ditempatkan di dekat Myrnohrad, Donetsk, membunuh 2 orang rekannya pada bulan November 2025 dan mencoba memakan daging paha salah satu korban, meskipun akhirnya ia ditangkap. Prajurit ini berasal dari Brigade Senapan Motorisasi Pengawal Independen ke-5 dari Angkatan Darat Gabungan Pengawal ke-51 Rusia.

Dalam percakapan telegram, seorang perwira dengan melampirkan beberapa foto, termasuk foto close-up paha korban, satu foto prajurit yang kekurangan gizi, melaporkan insiden tersebut kepada Letnan Vladislav, wakil komandan batalion pengintai Brigade ke-5. “The Times” kemudian menggunakan perangkat lunak analisis gambar AI khusus untuk menganalisis foto-foto tersebut, yang hasilnya membuktikan bahwa foto-foto tersebut bukan hasil rekayasa.

Seorang ahli bedah independen memeriksa foto kaki tersebut dan menyatakan bahwa luka di bagian paha prajurit itu kecil kemungkinannya disebabkan oleh ledakan, melainkan luka sayatan pisau tajam.

Dalam klip audio lain yang diambil dari saluran telekomunikasi, seorang letnan menyatakan bahwa seorang tentara Rusia membunuh 2 orang rekannya, kemudian memenggal satu bagian kaki salah satu dari mereka, dengan maksud untuk dimakan. Ketika beberapa orang tentara lain datang untuk menyelidiki, ia menembaki mereka, yang akhirnya menyebabkan dia yang tewas tertembak.

Letnan itu mengatakan bahwa dirinya tidak mengerti, apakah para prajurit ini sangat kelaparan?

Perwira lain mengatakan: “Tidak lama lagi prajurit kita juga akan saling membunuh. Semua orang kurus kering, nyaris tidak bisa bertahan hidup dengan persediaan makanan yang sangat minim.”

Perlu kita jelaskan di sini bahwa insiden tersebut terjadi di Myrnohrad, yang terletak di dekat Desa Tentara Merah, kota ini sebenarnya merupakan kota satelit dari Desa Tentara Merah. Dari peta terlihat, Myrnohrad adalah kota yang relatif panjang, membentang dari utara ke selatan, dengan tambang batu bara besar di bagian selatan.

Situasi di front Rusia ini terkait erat dengan upaya militer Ukraina untuk memutus jalur logistik tentara Rusia. Video yang kita lihat sekarang adalah rekaman pada September 2025, menunjukkan jalan yang mengarah dari Myrnohrad ke daerah pertahanan. Tentara Rusia terlihat mendekati kota tersebut dengan mengendarai sepeda motor, banyak bangkai mobil dan sepeda motor di sepanjang jalan. Nyaris ada 1 bangkai mobil setiap 5 meter, kendaraan perang ini hancur total akibat serangan artileri dan drone militer Ukraina. Setidaknya ada 30 bangkai kendaraan dan sepeda motor yang muncul dalam video tersebut, menggambarkan ganasnya perang. Di bawah blokade militer Ukraina, memasok baik senjata maupun makanan dari Rusia ke Desa Tentara Merah sangat sulit.

Dari video rekaman Januari 2026 terlihat, selama musim dingin Ukraina, dengan salju tebal menutupi tanah di mana-man, target pergerakan tentara Rusia sangat jelas terlihat di tengah latar belakang salju. Unit drone Angkatan Darat ke-7 Ukraina terus-menerus mencari, memburu dan membunuh tentara Rusia di Desa Tentara Merah dan daerah Myrnohrad.

Ini bukan satu-satunya insiden kanibalisme di kalangan prajurit Rusia. Percakapan yang direkam oleh intelijen militer Ukraina juga mendokumentasikan berbagai insiden kanibalisme lainnya. Salah satu percakapan, yang ditemukan pada 3 April 2025, melibatkan seorang prajurit bernama Most, yang bergabung dalam Resimen Senapan Motor ke-54, mengeluh kepada komandannya bahwa ia harus berbagi bunker di Bakhmut dengan prajurit lain, dan bahwa ia pernah memakan daging mayat demi bertahan hidup.

Pada Agustus 2025, seorang komandan dari Resimen Senapan Motor ke-1437, yang ditempatkan di dekat Desa Tentara Merah menuduh seorang bawahannya melakukan kanibalisme, menanyainya, “Kenapa sih kamu memakan manusia hidup? Hentikan perbuatan memakan daging manusia!”

Kepala staf Brigade Senapan Motor ke-55, dalam perintahnya kepada bawahan pada 11 Desember 2025 tertulis: Alkohol Dilarang, Narkoba Dilarang, Kanibalisme Dilarang.

Rekaman telepon lain yang dirilis oleh intelijen militer Ukraina menunjukkan, seorang prajurit Rusia menuduh rekannya membunuh dan memakan daging prajurit lain. 

“Dia memukulinya sampai mati kemudian memakan dagingnya selama dua minggu penuh,” katanya.

Kanibalisme juga terjadi selama periode kelaparan ekstrem dan perang. Terutama, selama Perang Dunia II, ketika Jerman memblokade Leningrad selama hampir 900 hari, Pihak berwenang Uni Soviet menangkap sebanyak 2.000 orang tentaranya yang melakukan kanibalisme.

Menurut laporan bahwa pasukan Rusia mengeluh dengan ransum yang sudah kedaluwarsa, atau pendistribusiannya yang tidak teratur, sehingga kekurangan kebutuhan pokok selama berminggu-minggu. Kekurangan pasokan makanan inilah yang tak tertahankan oleh para prajurit di garis depan, apalagi selama musim dingin yang keras.

Insiden kanibalisme ini juga menyoroti penderitaan Rusia di garis depan Perang Rusia-Ukraina. Selama tahun 2026 ini, Rusia selain gagal maju di garis depan, malahan menderita kerugian karena wilayah Zaporizhzhia berhasil direbut kembali oleh militer Ukraina.

Kita semua tahu bahwa Pertempuran di Desa Tentara Merah telah berlangsung selama lebih dari 2 tahun, dan Rusia belum sepenuhnya menguasai desa tersebut. Menurut peta dan laporan terbaru dari Institut Studi Perang AS pada 29 April, bagian selatan kota, di selatan jalur kereta api, telah direbut oleh Rusia tahun lalu, sementara bagian utara kota masih berada di bawah pertempuran sengit.

Taktik perang militer Ukraina adalah mempertahankan kebuntuan dengan Rusia di garis depan untuk mengurangi kekuatan militer Rusia, kemudian menggunakan drone untuk menyerang jalur pasokan Rusia. Dari video yang dirilis oleh pasukan khusus Ukraina pada 22 April tahun ini terlihat bahwa di Desa Tentara Merah, pasukan darat Ukraina menyergap 4 orang prajurit Rusia. Militer Ukraina pertama-tama menggunakan drone untuk mengintai medan perang dan menjaga komunikasi konstan dengan pasukan darat, memungkinkan mereka untuk sepenuhnya memahami pergerakan tentara Rusia untuk dikepung dan dilenyapkan. Kendati musim dingin telah berlalu, tampaknya Rusia tidak juga memperoleh keuntungan apa pun di Desa Tentara Merah.

Video berikutnya menunjukkan, sebuah drone Ukraina sedang mencegat helikopter serang Ka-52 Rusia. Helikopter yang terkena serangan drone itu terbakar dan jatuh. Awaknya kemudian mati tertembak oleh drone Ukraina.

Senjata berat Rusia tidak efektif, begitu pula senjata ringan mereka. Mari kita lihat video yang dirilis oleh militer Ukraina pada 23 April tahun ini, yang menunjukkan drone berulang kali menyerang sepeda motor beroda tiga, prajurit infanteri, dan sepeda motor Rusia di jalan. Rekaman ini menunjukkan bahwa moda transportasi utama militer Rusia di garis depan telah berubah menjadi sepeda motor, baik yang beroda dua maupun tiga, namun ini masih tidak dapat menghentikan gerak maju militer Ukraina.

Rusia, yang menghadapi kekurangan pasukan di garis depan, bahkan sampai menggunakan tentara bayaran asal Afrika. Sebuah video rekaman 25 April menunjukkan bahwa tentara bayaran Afrika ini merangkak dalam keadaan terburu-buru dan panik untuk melarikan diri setelah mereka terpantau oleh drone Ukraina, yang tanpa henti mengejar mereka. Lantaran kelewat panik, tentara bayaran ini bahkan tidak sempat berbalik dan mengambil senjata sebelum mereka dilumpuhkan semua oleh drone Ukraina. Di akhir video, Anda dapat dengan jelas melihat wajah-wajah gelap asli mereka yang asal Afrika.

Perang Rusia-Ukraina telah memasuki tahun keempatnya. Pada tahun 2026, Rusia praktis tidak memiliki kemampuan operasional di medan perang. Senjata beratnya sebagian besar telah dihancurkan di medan perang, pasukan darat tidak mampu maju, dan tentara hanya akan bergantung pada sepeda motor dan kendaraan beroda tiga untuk transportasi. Menyediakan pasokan bagi prajuritnya di garis depan bukan hal yang mudah, oleh karena itu kanibalisme dapat terjadi lagi di era modern. (***)

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine