Dokter Bedah Jantung Mengingatkan: 5 Jenis Makanan Ini Sebaiknya Dikurangi

EtIndonesia. Keripik kentang ditemani cola memang menjadi “paket favorit” banyak orang saat menonton serial TV. Namun di mata dokter, kombinasi ini justru termasuk pembunuh kesehatan! 

Seorang dokter bedah di Amerika Serikat yang memiliki lebih dari 25 tahun pengalaman klinis baru-baru ini menyebut lima jenis makanan umum yang sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jangka panjang. Jadi, makanan apa saja yang masuk daftar “pembunuh kesehatan” tersebut?

Kategori pertama adalah makanan Ultra-processed food (UPF) atau makanan yang melalui tahapan pengolahan industri. Contohnya seperti keripik, biskuit, dan camilan kemasan lainnya. Makanan jenis ini biasanya mengandung minyak terhidrogenasi, pati termodifikasi, pengawet, serta perasa buatan agar terasa lebih enak, praktis, dan tahan lama. Namun masalahnya, konsumsi jangka panjang dapat meningkatkan beban metabolisme tubuh dan juga risiko penyakit kronis.

beats1/Shutterstock

Kategori kedua adalah minuman manis. Cola, soda, minuman rasa buah, dan minuman energi termasuk dalam kategori ini. Dokter mengingatkan bahwa minuman manis cair tidak mudah memberikan rasa kenyang seperti saat makan biasa. Akibatnya, banyak orang minum terlalu banyak tanpa sadar. Dalam jangka panjang, hal ini dapat mengganggu kestabilan gula darah serta meningkatkan risiko resistensi insulin dan penyakit hati berlemak.

Kategori ketiga adalah konsumsi lemak jenuh berlebihan. Daging merah berlemak, mentega, dan produk susu tinggi lemak mengandung cukup banyak lemak jenuh. Bukan berarti sama sekali tidak boleh dimakan, tetapi jumlah konsumsinya perlu dibatasi. Jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang, risiko penyakit kardiovaskular akan meningkat.

Sheila Fitzgerald/Shutterstock

Kategori keempat adalah daging olahan, seperti hot dog, ham, sosis, bacon, dan daging kalengan. Daging-daging ini biasanya diawetkan melalui penggaraman, pengasapan, atau bahan pengawet, dan banyak yang mengandung nitrat. Konsumsi berlebihan dalam jangka panjang tidak baik bagi kesehatan.

Kategori terakhir adalah minuman beralkohol. Dampak buruk alkohol bagi tubuh rasanya sudah tidak perlu dijelaskan lagi.

Tentu saja, bukan berarti semua makanan ini harus sepenuhnya dihindari mulai sekarang. Sesekali mengkonsumsinya tidak menjadi masalah besar. Namun memang sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jumlah besar dan dalam jangka panjang. Pola makan yang lebih sehat, dengan lebih sedikit godaan dan stimulasi berlebihan, justru dapat membuat hidup kita lebih bahagia.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine