Surabaya – Di tengah dinamika industri properti dan ketidakpastian ekonomi sepanjang 2025, PT Multisarana Intan Eduka Tbk (MSIE) berhasil menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat fondasi keuangan perusahaan. Emiten penyedia infrastruktur properti untuk sektor pendidikan ini bahkan menyiapkan langkah ekspansi baru dengan membidik pasar pendidikan internasional, khususnya di Bali.
Hal tersebut disampaikan manajemen dalam Public Expose Tahunan 2026 yang digelar di Yello Hotel Jemursari, Surabaya, Senin (15/6/2026). Dalam kesempatan itu, perseroan memaparkan capaian kinerja tahun buku 2025 sekaligus strategi pertumbuhan untuk tahun 2026.
Pendapatan dan Laba Tumbuh
Sepanjang 2025, MSIE membukukan pendapatan sebesar Rp6,79 miliar, meningkat 5,92 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan juga berhasil mencatatkan laba bersih Rp254 juta dan laba komprehensif Rp257 juta. Kinerja tersebut diperkuat oleh perbaikan struktur keuangan perusahaan, di mana liabilitas berhasil ditekan hingga 35,75 persen menjadi Rp11,95 miliar, sementara ekuitas meningkat menjadi Rp112,98 miliar.
Pencapaian ini menunjukkan kemampuan perseroan menjaga profitabilitas sekaligus memperkuat kesehatan permodalan di tengah tantangan sektor properti yang masih menghadapi berbagai tekanan.
Yang menarik, seluruh aset properti pendidikan yang dimiliki perusahaan mencatat tingkat okupansi 100 persen sepanjang 2025. Tingginya tingkat keterisian tersebut menjadi indikator kuat bahwa fasilitas pendidikan yang dikelola MSIE masih memiliki permintaan yang tinggi dan hubungan jangka panjang yang solid dengan para penyewa.
Bali Jadi Motor Pertumbuhan Baru
Selain menjaga aset yang telah ada, MSIE juga mulai memperluas cakupan operasionalnya ke Bali. Langkah ini dilakukan setelah perusahaan melihat potensi besar sektor pendidikan internasional di Pulau Dewata.
Dalam sesi tanya jawab Public Expose, manajemen menjelaskan bahwa Bali dipilih karena memiliki komunitas ekspatriat yang besar serta kebutuhan pendidikan internasional yang terus meningkat.
Menurut manajemen, banyak keluarga asing yang menetap dan bekerja di Bali sehingga membutuhkan fasilitas pendidikan berstandar internasional. Kondisi tersebut menciptakan peluang pasar yang menjanjikan bagi penyedia infrastruktur pendidikan seperti MSIE.
“Pertumbuhan pendidikan internasional di Bali sangat baik, khususnya untuk masyarakat ekspatriat. Karena itu kami melihat peluang besar untuk terus mengembangkan fasilitas pendidikan di wilayah tersebut,” ungkap Direktur Utama PT Multisarana Intan Eduka Tbk, Tanu Widjaja dalam Public Expose.
Saat ini perusahaan telah membangun satu fasilitas pendidikan baru di Bali yang mulai beroperasi efektif pada tahun 2026. Ke depan, MSIE juga membuka peluang pembangunan fasilitas tambahan di lokasi berbeda guna menjangkau kawasan yang memiliki pertumbuhan komunitas internasional lebih tinggi.
MSIE menilai sektor pendidikan memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan. Kebutuhan terhadap pendidikan berkualitas diperkirakan terus meningkat seiring pertumbuhan kelas menengah dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan.
Meski tidak secara langsung mengelola institusi pendidikan, perusahaan melihat perannya sebagai penyedia infrastruktur pendidikan memiliki posisi strategis dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Manajemen bahkan menilai penyediaan sarana dan prasarana pendidikan menjadi salah satu fondasi penting untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045.
“Kami ingin fasilitas pendidikan berkualitas tidak hanya tersedia di kota-kota besar, tetapi juga dapat menjangkau daerah-daerah lain yang membutuhkan,” jelas Tanu Wijaya.
Strategi 2026: Diversifikasi dan Ekspansi
Memasuki tahun 2026, MSIE menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan. Salah satunya adalah melakukan diversifikasi portofolio properti pendidikan ke wilayah di luar Surabaya. Perseroan juga akan memperkuat hubungan jangka panjang dengan para penyewa melalui kontrak sewa berjangka panjang.
Selain itu, perusahaan aktif menjajaki kerja sama dengan lembaga pendidikan internasional yang berencana berekspansi ke Indonesia. Strategi ini diharapkan mampu membuka sumber pendapatan baru sekaligus memperkuat posisi MSIE sebagai pemain utama di sektor properti pendidikan.
Perseroan juga akan terus meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan yang dimiliki serta mengembangkan aset di wilayah strategis, termasuk Bali yang kini menjadi salah satu fokus utama ekspansi perusahaan.
Fokus Efisiensi dan Keberlanjutan
Di tengah kenaikan biaya operasional dan harga material bangunan yang terjadi secara global, MSIE mengaku tetap mengedepankan prinsip efisiensi dan pemeliharaan aset yang optimal.
Perusahaan berupaya menjaga kualitas bangunan sejak awal pembangunan sehingga biaya perawatan jangka panjang dapat ditekan. Pengawasan dan pemeliharaan berkala juga menjadi bagian penting dari strategi pengelolaan aset perusahaan.
Manajemen menegaskan akan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis, termasuk mengantisipasi risiko konsentrasi penyewa utama, potensi kenaikan biaya operasional, serta perkembangan industri properti pendidikan yang terus berubah.
Dengan tingkat okupansi yang mencapai 100 persen, struktur keuangan yang semakin sehat, serta peluang besar di sektor pendidikan internasional, MSIE optimistis mampu mempertahankan pertumbuhan bisnis dalam beberapa tahun ke depan.
Perusahaan meyakini bahwa kebutuhan terhadap infrastruktur pendidikan berkualitas akan terus meningkat, baik dari lembaga pendidikan nasional maupun internasional. Melalui ekspansi ke Bali dan pengembangan aset di berbagai wilayah strategis, MSIE berharap dapat memperkuat ketahanan usaha sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.
Sejak melantai di Bursa Efek Indonesia pada Agustus 2023 dengan kode saham MSIE, perusahaan terus memosisikan diri sebagai mitra strategis bagi dunia pendidikan Indonesia melalui penyediaan infrastruktur yang modern, berkelanjutan, dan berorientasi jangka panjang.


