EtIndonesia.com Pada Senin (6 Juli) Kuba kembali mengalami pemadaman listrik berskala nasional. Belakangan pada hari itu, operator jaringan listrik nasional Kuba menyatakan bahwa pasokan listrik telah dipulihkan ke beberapa fasilitas penting, termasuk rumah sakit dan pusat produksi pangan. Namun hingga Senin sore, pasokan listrik di ibu kota Havana masih hanya mampu memenuhi sekitar 1% dari kebutuhan listrik kota.
Peristiwa ini merupakan pemadaman listrik nasional kedelapan sejak Oktober 2025, sekaligus ketiga kalinya pada tahun 2026 jaringan listrik nasional Kuba mengalami kolaps total.
Bagi masyarakat Kuba yang selama bertahun-tahun telah terbiasa menghadapi pemadaman listrik bergilir, gangguan kali ini semakin memperburuk keadaan. Terlebih lagi, kejadian ini berlangsung pada musim panas di kawasan Karibia yang bersuhu tinggi. Tanpa listrik, banyak warga tidak hanya kesulitan bekerja, tetapi juga sulit beristirahat pada malam hari.
Selama pemadaman nasional, banyak warga terlihat berkumpul di kawasan Malecón, jalan tepi laut yang menjadi salah satu ikon Kota Havana.
Hingga kini, pemerintah Kuba belum mengumumkan penyebab pasti runtuhnya jaringan listrik nasional kali ini. Namun menurut laporan tersebut, bahkan sebelum sistem listrik kolaps sepenuhnya, hampir dua pertiga wilayah Kuba sudah mengalami pemadaman listrik.
Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir Amerika Serikat terus mempertahankan sanksi terhadap Kuba dan membatasi pasokan bahan bakar. Sebagian pihak menilai kebijakan tersebut turut memperburuk krisis energi di negara itu.
Sebelumnya dari Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio, yang mengatakan bahwa masyarakat Kuba telah lama mengalami kekurangan listrik, bahan bakar, dan pangan. Menurut Rubio, penyebab utamanya adalah karena elite pemerintahan Kuba tidak menggunakan sumber daya negara untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat.
Analisis sejumlah pakar yang menyatakan bahwa sebagian besar pembangkit listrik Kuba dibangun pada era Uni Soviet. Setelah beroperasi selama puluhan tahun dengan pemeliharaan yang terbatas, banyak fasilitas tersebut kini telah menua dan rentan mengalami kerusakan.
Pemerintah Kuba dalam beberapa tahun terakhir lebih memprioritaskan anggaran untuk pembangunan proyek-proyek seperti hotel mewah, sehingga dana untuk pemeliharaan infrastruktur kelistrikan menjadi terbatas. Sebagai salah satu faktor yang berkontribusi terhadap memburuknya kondisi sistem kelistrikan negara.
Sumber : NTDTV.com


