EtIndonesia.com Sekitar pukul 03.00 waktu setempat pada 18 Juli 2026 militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran. Pada malam keenam operasi militernya, AS dikabarkan menghancurkan sebuah menara pengawas pelabuhan milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Selain itu, sejumlah jembatan dan simpul jaringan kereta api juga dilaporkan mengalami kerusakan berat.
Pada saat yang sama, muncul laporan yang menyebut badan intelijen Israel, Mossad, telah mengetahui lokasi persembunyian Mojtaba Khamenei.
“Presiden Trump tidak akan tinggal diam membiarkan tindakan terorisme Iran terjadi di kawasan selat tanpa konsekuensi. Itulah yang sedang kita saksikan saat ini,” ujar juru bicara Gedung Putih Caroline Leavitt.
Menurut laporan tersebut, untuk malam keenam berturut-turut militer AS melancarkan serangan udara baru terhadap Iran dengan mengerahkan pesawat tempur, drone, dan kapal perang yang menembakkan rudal ke puluhan sasaran militer Iran, termasuk fasilitas pengawasan pesisir, sistem pertahanan udara, infrastruktur logistik militer, serta kemampuan maritim Iran.
Salah satu sasaran yang disebut berhasil dihancurkan adalah menara pengawas di Pelabuhan Shahid Kalantari, yang terletak di Chabahar, pesisir Teluk Oman. Menurut laporan tersebut, fasilitas itu selama bertahun-tahun digunakan oleh Garda Revolusi Iran untuk memantau kapal-kapal dagang yang melintasi selat. Penghancuran fasilitas itu diklaim telah mengurangi kemampuan Teheran untuk menyerang kapal-kapal sipil.
Setelah gelombang serangan terbaru, tiga jembatan dan sebuah stasiun kereta api di kota pesisir Bandar Khamir dilaporkan mengalami kerusakan parah dan terbakar.
Media pemerintah dan semi-pemerintah Iran juga melaporkan bahwa serangan AS menghantam beberapa jembatan dan sebuah pusat jaringan kereta api di Provinsi Hormozgan. Selain itu, Pelabuhan Abbas dan jaringan listrik di sekitarnya juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Kuwait menyatakan bahwa sebagai aksi balasan, Iran menyerang sebuah fasilitas pembangkit listrik dan desalinasi air laut sehingga memicu kebakaran dan menyebabkan “sejumlah besar unit pembangkit listrik mengalami kerusakan.” Serangan drone Iran lainnya juga dilaporkan mengakibatkan beberapa personel militer terluka.
Kapal Tanker Diperiksa
Laporan tersebut juga menyebut bahwa militer AS memaksa tiga kapal dagang yang berusaha menembus blokade untuk mengubah haluan, sementara satu kapal yang tidak mematuhi perintah dibuat tidak dapat melanjutkan pelayaran.
Korps Marinir AS juga dilaporkan menaiki kapal tanker Wen Yao untuk melakukan pemeriksaan.
Menurut laporan, kapal tanker yang mengangkut minyak Iran itu mengganti nama kapalnya saat dikejar militer AS, serta mengubah benderanya dari Curaçao menjadi bendera Iran. Rekaman yang dirilis militer AS disebut memperlihatkan bendera Iran di kapal tersebut.
Laporan Mengenai Mojtaba Khamenei
Di tengah serangan militer AS terhadap Iran, muncul laporan yang menyebut badan intelijen Israel Mossad telah mengetahui lokasi persembunyian Mojtaba Khamenei, putra Pemimpin Tertinggi Iran.
Pihak Iran menanggapi bahwa lokasi Mojtaba dijaga dengan sangat rahasia dan tidak pernah ditemukan oleh Amerika Serikat.
Sebagai tanggapan, Mossad dikutip menyatakan bahwa para agen intelijennya telah beroperasi di dalam wilayah Iran selama lebih dari satu tahun tanpa terdeteksi dan mengaku sangat yakin mengetahui lokasi persembunyian Mojtaba.
Namun, laporan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Klaim Mengenai Hamas
Di sisi lain, laporan itu juga menyebut bahwa dalam operasi terpisah, militer Israel menewaskan Anas Mahmoud Ahmed Hamdan, yang disebut sebagai asisten seorang komandan militer Hamas.
Selain itu, muncul pula laporan yang menyatakan bahwa seorang komandan Hamas bernama Walid Haniya telah tewas dalam sebuah operasi rahasia.
Laporan disusun oleh Wang Ziyi, NTD Television.


