EtIndonesia.com Tanggal 20 Juli tahun ini menandai peringatan 27 tahun dimulainya penganiayaan terhadap Falun Gong. Para praktisi Falun Gong di berbagai negara mengadakan rapat umum dan berbagai kegiatan, tetap berpegang pada prinsip perlawanan damai dan rasional terhadap penganiayaan. Mereka menyampaikan kepada masyarakat fakta-fakta mengenai penganiayaan terhadap Falun Gong serta menyerukan pembubaran Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan penghentian penganiayaan.
Sejumlah tokoh politik dan berbagai kalangan masyarakat juga menyuarakan kecaman terhadap PKT. Mereka menyatakan akan terus berdiri bersama Falun Gong dan berharap negara-negara dunia bebas bekerja sama untuk menghentikan tindakan represif PKT.
Pada 16 Juli, Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Riley Barnes menghadiri Forum Pembangun Perdamaian yang diselenggarakan oleh International Religious Freedom Foundation. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa pemerintah AS akan meminta pertanggungjawaban para pejabat PKT yang terlibat dalam penganiayaan terhadap Falun Gong.
“Senin depan, yaitu 20 Juli, merupakan peringatan 27 tahun dimulainya penganiayaan brutal PKT terhadap Falun Gong. Pemerintah Amerika Serikat sangat memperhatikan serangan terhadap anggota kelompok agama seperti Falun Gong, dan berkomitmen menggunakan seluruh instrumen yang tepat untuk meminta pertanggungjawaban para pejabat PKT yang melaksanakan maupun mendukung tindakan penganiayaan tersebut,” katanya.
Tiga senator Amerika Serikat secara resmi ikut menandatangani Undang-Undang Perlindungan Falun Gong dan Korban Pengambilan Organ Secara Paksa.
Senator AS Rick Scott mengatakan : “Itulah sebabnya saya kembali mengajukan Undang-Undang Perlindungan Falun Gong, yang bertujuan menjatuhkan sanksi kepada individu-individu yang bertanggung jawab atau terlibat dalam pengambilan organ secara paksa, khususnya mereka yang bertanggung jawab atas penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong.”
Pada 19 Juli, lebih dari seribu praktisi Falun Gong di New York mengadakan parade besar di Chinatown, Manhattan.
Spanduk-spanduk yang dibawa peserta mencantumkan berbagai tuduhan mengenai penganiayaan PKT terhadap Falun Gong. Mereka menyatakan bahwa meskipun telah berlangsung selama 27 tahun, penganiayaan belum berakhir. Mereka juga menuduh PKT memperluas tindakan represi lintas negara yang menargetkan komunitas Falun Gong serta Shen Yun Performing Arts.
Pada 21 Juli, Komisi Eksekutif Kongres Amerika Serikat untuk Urusan Tiongkok (CECC) mengeluarkan pernyataan yang mengecam penganiayaan sistematis terhadap praktisi Falun Gong yang telah berlangsung selama 27 tahun, serta menyerukan agar Amerika Serikat dan negara-negara bebas lainnya menjadikan pertanggungjawaban terhadap para pelaku sebagai prioritas.
Pada 23 Juli, hampir 2.000 praktisi Falun Gong dari wilayah timur Amerika Serikat dan sekitarnya mengadakan parade dan rapat umum besar di Washington, D.C.
Anggota Senat dan DPR Amerika Serikat dari kedua partai turut bergabung dalam kegiatan tersebut untuk memperingati 27 tahun perlawanan terhadap penganiayaan.
Sebanyak 15 anggota Kongres AS mengirimkan rekaman video dan surat dukungan bagi acara tersebut.
Senator Ted Cruz, Todd Young, serta anggota DPR Young Kim dan sejumlah anggota Kongres lainnya mengecam PKT. Mereka menyatakan bahwa para praktisi Falun Gong telah mengalami penyiksaan yang sulit dibayangkan dan bahwa penindasan ilegal oleh PKT seharusnya sudah lama dihentikan. Mereka juga menegaskan bahwa Amerika Serikat harus mengambil tindakan untuk membawa para pelaku ke pengadilan, serta akan terus berdiri bersama Falun Gong dan berharap negara-negara dunia bebas bersama-sama menghentikan tindakan represif PKT.
Menjelang malam, lebih dari 5.000 lilin disusun membentuk tulisan “Falun Dafa”, yang bersinar terang dalam kegelapan sebagai penghormatan kepada para praktisi Falun Gong di Tiongkok yang meninggal dunia akibat penganiayaan karena mempertahankan keyakinan mereka.
Praktisi Falun Gong di berbagai belahan dunia juga mengadakan kegiatan serupa, tetap berkomitmen pada perlawanan damai dan rasional, menyampaikan kepada masyarakat fakta mengenai penganiayaan terhadap Falun Gong, serta menyerukan pembubaran PKT dan penghentian penganiayaan.
Pada 16 Juli, sejumlah tamu undangan menghadiri kegiatan praktisi Falun Gong untuk menyatakan dukungan. Mereka mengecam tindakan represif PKT dan memuji keberanian para praktisi Falun Gong yang selama 27 tahun tetap berpegang teguh pada prinsip “Sejati, Baik, Sabar.”
Pada 17 Juli, di depan Gedung Parlemen Negara Bagian Australia Selatan di Adelaide, sejumlah tokoh politik setempat menyampaikan pidato yang mengecam rezim PKT dan tindakan represi lintas negaranya.
Anggota Parlemen Australia Selatan David Paton mengatakan: “Saya pikir yang bisa kita lakukan sebagai anggota masyarakat adalah mendukung kelompok-kelompok seperti Anda, menyambut Anda menjadi bagian dari komunitas kami, dan melindungi Anda semampu kami.”
Pada 18 dan 19 Juli, sebagian praktisi Falun Gong di Inggris bersama Marching Band Tian Guo Eropa mengadakan parade dan rapat umum besar selama dua hari berturut-turut di London.
Sejumlah anggota Majelis Rendah dan Majelis Tinggi Inggris, serta perwakilan organisasi hak asasi manusia, mengirimkan surat dukungan. Mereka mengecam penganiayaan jangka panjang PKT terhadap Falun Gong serta dugaan pengambilan organ secara paksa, dan menyatakan keprihatinan bahwa tindakan represi lintas negara tersebut telah meluas hingga ke Inggris.
Menjelang peringatan 20 Juli 2026, berbagai kota di Jerman, termasuk Berlin, Frankfurt, dan Düsseldorf, mengadakan rapat umum. Anggota Bundestag dan parlemen negara bagian menyatakan dukungan kepada praktisi Falun Gong.
Anggota Parlemen Negara Bagian Hessen, Sascha Herr, mengatakan : “Setiap orang berhak menjalankan keyakinan atau pandangan hidupnya secara bebas tanpa takut mengalami penganiayaan, penahanan, atau kekerasan. Yang paling mengesankan bagi saya adalah bahwa meskipun mengalami begitu banyak penderitaan, para praktisi Falun Gong tetap memilih jalan damai.”
Pada 19 Juli, praktisi Falun Gong di Jepang mengadakan parade anti-penganiayaan di kota pesisir Yokohama.
Mantan anggota parlemen Jepang, Satoshi Hamada, mengatakan: “Apa yang dilakukan PKT tidak dapat diterima. Melalui penyelenggaraan parade seperti ini, semakin banyak orang dapat mengetahui tentang penganiayaan tersebut, dan itu sangat penting.”
Pada 20 Juli, praktisi Falun Gong di Korea Selatan tetap mengadakan rapat umum di Lapangan Balai Kota Seoul meskipun diguyur hujan.
Direktur Festival Film Internasional Delphinium, Heo Eun-do, mengatakan: “Pengambilan organ secara paksa, siapa pun korbannya, merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan yang pada dasarnya menghancurkan kehidupan dan martabat manusia. Masyarakat internasional harus melakukan penyelidikan menyeluruh dan meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang terkait.”
Laporan gabungan Liang Dong dan Chen Li, NTD Weekly News


