Trump Memperingatkan Iran : Jika Negosiasi Gagal, Serangan Keras akan Dilanjutkan

EtIndonesia.com  Presiden AS Donald Trump pada Senin (27/7/2026) dalam wawancara dengan Axios mengatakan, negosiasi antara AS dan Iran sedang berlangsung secara intensif, namun jika pada akhirnya negosiasi gagal, AS akan kembali melakukan aksi militer terhadap Iran, dan waktu yang tersisa bagi Iran sudah tidak banyak lagi.

Ia mengatakan, selama tiga malam berturut-turut ketika militer AS menghentikan sementara serangan udara, beberapa negara yang terlibat dalam mediasi menasihatinya untuk tidak melancarkan serangan terlebih dahulu. Menurutnya, kesediaan Iran saat ini untuk duduk dan bernegosiasi disebabkan oleh tekanan militer yang sangat besar yang mereka hadapi.

Saat menaiki “Air Force One” menuju Negara Bagian Michigan, Trump juga kembali menegaskan bahwa jika ada kemajuan dalam diplomasi tentu saja itu yang terbaik, namun jika tidak, AS akan kembali ke kondisi sebelum penangguhan serangan udara dan melanjutkan aksi militer.

Trump juga mengungkapkan bahwa Iran secara proaktif mengajukan keinginan untuk bertemu melalui perantara; jika bukan karena tekanan berkelanjutan dari militer AS, Iran sama sekali tidak akan bersedia bernegosiasi.

Namun, Iran membantah telah secara proaktif meminta dimulainya kembali negosiasi.

Pada hari Selasa, Trump akan bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Netanyahu, yang sedang berkunjung ke Washington. Para pengamat memperkirakan bahwa program nuklir Iran dan situasi di Selat Hormuz akan menjadi fokus pembahasan kedua belah pihak.

Selain itu, menanggapi tuduhan Presiden Ukraina Zelenskyy bahwa Rusia membantu Iran mengidentifikasi sasaran militer AS, Trump mengatakan bahwa ia akan secara langsung meminta konfirmasi kepada Presiden Rusia Putin. Namun, ia menambahkan bahwa meskipun Rusia benar-benar memberikan bantuan, hal itu tidak akan mengubah jalannya perang, karena Iran telah menderita pukulan telak dari militer AS.

Berbicara mengenai situasi di Timur Tengah, Trump juga menyatakan bahwa aset-aset Iran yang dikendalikan AS akan digunakan untuk mengganti kerugian kapal-kapal yang mengalami kerusakan di Selat Hormuz.

Selain itu, terkait penolakan Israel terhadap penjualan pesawat tempur F-35 AS ke Turki, Trump juga dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada pemimpin asing mana pun yang berhak menentukan kepada siapa AS akan menjual senjata. Turki telah lama menjadi sekutu penting AS, dan keputusan untuk menjual atau tidak menjual persenjataan sepenuhnya berada di tangan AS sendiri.  (***)

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya)Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.comKebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah.Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine