Gunung Etna di Italia Menyemburkan Abu, Bandara Menghentikan Sementara Pendaratan

EtIndonesia.com Etna di Italia memuntahkan abu vulkanik dalam jumlah besar. Akibatnya, Bandara Catania di Pulau Sisilia sempat menghentikan pendaratan pesawat. Bandara tersebut kemudian kembali dibuka pada Sabtu sore, 8 Agustus.

Menurut laporan AFP, Institut Nasional Geofisika dan Vulkanologi Italia (INGV), yang bertugas memantau aktivitas gunung berapi, melaporkan pada sore 8 Agustus bahwa Gunung Etna terus mengalami aktivitas erupsi yang kuat, dengan intensitas letusan yang silih berganti antara kuat dan lemah.

Kamera pemantau yang tersedia di situs resmi institut tersebut menunjukkan kepulan asap dalam jumlah besar terus membumbung dari atas kawah gunung.

Dalam sebuah pernyataan, Bandara Catania mengatakan bahwa setelah tingkat kewaspadaan aktivitas vulkanik diturunkan dari merah menjadi oranye, operasional penerbangan segera diizinkan untuk kembali dilanjutkan.

Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa wilayah udara telah dibuka kembali dan layanan pendaratan pesawat di bandara secara bertahap mulai dipulihkan.

Gunung Etna memiliki ketinggian 3.324 meter dan merupakan gunung berapi aktif tertinggi di Eropa. Gunung ini telah sering mengalami letusan selama sekitar 500.000 tahun terakhir.

Pada 2024, Bandara Internasional Catania melayani sekitar 12 juta penumpang. Kawasan ini merupakan salah satu tujuan wisata paling populer di Italia.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

3 Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Otak yang Hanya Membutuhkan Beberapa Menit Sehari

Banyak orang paruh baya dan lanjut usia mulai mengenali momen-momen kecil yang menimbulkan keraguan. Anda hendak keluar rumah, tetapi tidak menemukan kunci. Sebuah nama...

Ke Mana Arah Pernikahan? Pelajaran Abadi dari Kisah Li Wa

Hari ini, kita hidup di tengah kelimpahan materi, tetapi sekaligus menghadapi kerapuhan emosional. Pernikahan dan hubungan asmara modern kerap gagal memberikan rasa aman. Perdebatan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine