Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengumumkan sebuah kasus kriminal federal terkait penipuan pernikahan dalam skala besar. Sebanyak 11 orang ditangkap dan didakwa atas dua tuduhan federal. Di antara mereka terdapat beberapa warga Tionghoa di New York. Mereka diduga bersekongkol dalam skema lebih dari 1.000 pernikahan palsu antara warga negara Tiongkok dan warga negara Amerika Serikat. Menteri Kehakiman AS Todd Blanche menegaskan bahwa status kewarganegaraan para pelaku harus dicabut.
Menteri Kehakiman AS Todd Blanche: “Ini adalah salah satu kasus penipuan pernikahan terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.”
“Para pelaku yang terlibat merupakan warga negara Amerika Serikat yang telah dinaturalisasi, berasal dari Tiongkok. Salah satunya memiliki kartu hijau (green card).”
EtIndonesia.com Pada Rabu (12 Agustus), Departemen Kehakiman AS mengumumkan penangkapan dan dakwaan terhadap 11 tersangka dalam kasus penipuan pernikahan yang berlangsung selama sekitar 10 tahun dan melibatkan lebih dari 1.000 pernikahan palsu antara warga negara Tiongkok dan warga negara AS.
Para tersangka didakwa melakukan konspirasi untuk melakukan penipuan pernikahan dan dokumen imigrasi, serta konspirasi untuk mendorong dan membujuk warga negara asing agar tinggal secara ilegal di Amerika Serikat.
Menurut surat dakwaan, antara 2016 hingga Juli 2026, para tersangka menggunakan media sosial dan berbagai saluran lainnya untuk menawarkan layanan imigrasi palsu. Mereka membantu warga negara asing melakukan pernikahan palsu agar memperoleh status tinggal permanen yang sah di AS, dengan biaya yang dapat mencapai 100.000 dolar AS.
Jaksa Federal Distrik Selatan New York James McDonald: “Mereka merekrut warga negara Amerika untuk melakukan pernikahan palsu dan mengatur pesta pernikahan palsu, termasuk menyediakan saksi, gaun pengantin, fotografer, dan tamu.”
“Mereka menyiapkan dokumen permohonan green card dan menyerahkannya kepada Layanan Kewarganegaraan dan Imigrasi AS (USCIS). Mereka juga memalsukan bukti untuk mendukung permohonan tersebut, termasuk membuat foto-foto seolah-olah pasangan tersebut benar-benar menikah dan membuka rekening bank bersama.”
“Mereka memberikan pengarahan kepada pasangan ‘suami-istri’ sebelum wawancara imigrasi. Setelah warga negara asing memperoleh green card, mereka kemudian mengatur perceraian.”
“Kami meyakini jaringan kriminal ini telah beroperasi selama sekitar satu dekade dan memperoleh keuntungan ilegal hingga puluhan juta dolar.”
Yang menarik, surat dakwaan menunjukkan bahwa antara 2023 hingga 2025, kelompok kriminal tersebut bekerja sama dengan seorang orang dalam militer AS (Co-Conspirator-1). Orang tersebut diduga membantu merekrut sedikitnya 14 anggota aktif Angkatan Darat AS yang ditempatkan di sebuah pangkalan militer di Kentucky untuk melakukan pernikahan palsu dengan warga negara Tiongkok dan warga negara asing lainnya.
Jika terbukti bersalah, pemerintah federal akan melakukan penyitaan terhadap hasil kejahatan.
Sementara itu, terkait nasib para pemohon yang memperoleh status imigrasi melalui pernikahan palsu, Menteri Kehakiman Todd Blanche mengatakan:
Todd Blanche: “Apakah status imigrasi mereka akan dicabut dan mereka akan dideportasi, atau apakah mereka juga akan menghadapi proses pidana, sepenuhnya bergantung pada kasus masing-masing dan bukti yang kami miliki.”
Laporan dari Guo Yuexi, New Tang Dynasty Television, Amerika Serikat.


