EtIndonesia.com Pada Senin (24 Agustus), Amerika Serikat secara resmi mengumumkan peluncuran “Operasi Paria Ekonomi” terhadap Iran. Menteri Perang AS Pete Hegseth mengatakan bahwa jika Iran memprovokasi Amerika Serikat, militer AS tidak mengesampingkan kemungkinan melakukan tindakan militer terhadap Iran.
Media AS mengutip juru bicara Departemen Luar Negeri Tommy Pigott yang mengatakan bahwa Presiden Donald Trump bertekad untuk mengakhiri ancaman senjata nuklir Iran, “dengan cara apa pun yang diperlukan.”
Amerika Serikat telah mengumumkan sanksi baru yang keras terhadap Iran. Namun, hal tersebut tidak berarti kemungkinan tindakan militer telah sepenuhnya dikesampingkan. Menteri Perang AS Pete Hegseth mengatakan kepada wartawan pada Senin bahwa opsi penggunaan kekuatan militer terhadap Iran masih tetap tersedia.
“Apakah bisa dikatakan bahwa untuk saat ini serangan udara dihentikan, atau Anda…?” ujar Pete Hegseth, Menteri Perang AS (24 Agustus 2026) kepada wartawan.
“Tidak. Jika diperlukan serangan kinetik, kami akan menggunakannya. Jika Iran cukup bodoh untuk bermain api dan membahayakan diri sendiri atau memprovokasi militer AS, kami akan mengambil tindakan yang diperlukan. Namun, kami tahu bahwa saat ini tekanan ekonomi memberikan dampak terbesar terhadap mereka,” ujarnya.
“Meski demikian, kami sama sekali tidak mengesampingkan kemungkinan menggunakan serangan kinetik di mana pun, termasuk di Selat Hormuz atau wilayah di sekitar Iran.”
Hegseth mengatakan bahwa Amerika Serikat akan melakukan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas produksi amunisi dan yakin dapat memenuhi kebutuhan militer di masa mendatang.
“Ini merupakan investasi lintas generasi. Kami akan menggandakan, melipatgandakan, bahkan meningkatkan hingga empat kali lipat kapasitas produksi amunisi perang yang kami tahu akan dibutuhkan dan digunakan di masa depan,” katanya.
Semua investasi ini akan dilakukan. Tentu saja, media telah membuat banyak pernyataan yang tidak benar mengenai berbagai hal. Kami sangat yakin dengan kondisi kami saat ini dan kemampuan untuk memastikan bahwa kami memiliki amunisi yang cukup di masa depan.”
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) juga mengunggah dua pernyataan di X. Disebutkan bahwa Korps Marinir AS baru-baru ini melakukan latihan kesiapan tempur di atas kapal serbu amfibi USS Boxer di Laut Arab.
Selain itu, kelompok tempur kapal induk USS George H.W. Bush juga terus berada dalam kondisi siaga dan menjalankan misi untuk melakukan blokade terhadap Iran.
Media AS Newsmax melaporkan bahwa juru bicara Departemen Luar Negeri Tommy Pigott pada Senin mengatakan Presiden Trump bertekad untuk mengakhiri ancaman nuklir Iran “dengan cara apa pun.”
Pigott mengatakan Amerika Serikat juga akan berupaya memutus seluruh sumber pendanaan Iran yang digunakan untuk mendukung apa yang disebutnya sebagai “kegiatan jahat” Iran, sehingga semakin memperketat kebijakan tekanan maksimum terhadap Teheran.
Laporan dirangkum oleh Lin Jiawei dan Chen Lingzhi dari NTDTV Asia-Pasifik


