EtIndonesia.com Lebih dari 50 negara dan Uni Eropa pada Senin (24 Agustus) mengeluarkan pernyataan bersama yang mendesak Rusia melakukan gencatan senjata tanpa syarat dalam perang Rusia-Ukraina. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan, hingga saat ini perang tersebut telah menyebabkan sekitar 68.000 warga sipil Ukraina menjadi korban, termasuk sekitar 4.000 anak-anak. Perwakilan AS untuk PBB pada Senin juga mendesak Rusia dan Ukraina kembali ke meja perundingan.
Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen: “Rusia hanya perlu menerima gencatan senjata tanpa syarat yang telah diserukan oleh Ukraina dan masyarakat internasional selama satu setengah tahun.”
Rasmussen mengumumkan pernyataan bersama tersebut pada Hari Kemerdekaan Ukraina, 24 Agustus. Pernyataan itu mengecam invasi Rusia serta menegaskan kembali dukungan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina.
Para penandatangan pernyataan tersebut mencakup Uni Eropa, Inggris, Australia, Kanada, Jepang, serta lebih dari 50 negara dan organisasi lainnya.
PBB mengatakan jumlah korban sipil di Ukraina telah mencapai tingkat tertinggi sejak tahap awal perang, dengan jumlah kematian dalam satu bulan meningkat hingga hampir 450 orang.
Tom Fletcher, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan: “Saya bertemu dengan seorang pria yang sedang berjualan buah ketika dia diserang oleh drone FPV. Orang lainnya kehilangan kedua anggota tubuhnya, menjalani tiga kali operasi dan menerima 17 kali transfusi darah.”
Tom Fletcher mengunjungi Kherson, Ukraina, pekan lalu dan menyaksikan langsung kehancuran akibat perang. Ia mengungkapkan bahwa sekitar 70% cedera yang dialami warga sipil berasal dari ledakan drone.
Perwakilan AS untuk Dewan Ekonomi dan Sosial PBB, Dan Negrea : “Kami, bersama Presiden Trump, terus menyerukan gencatan senjata segera dan perundingan yang sungguh-sungguh untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina, sehingga kedua negara dapat kembali mencapai perdamaian dan stabilitas.”
Amerika Serikat masih aktif menjadi mediator dalam perundingan Rusia-Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebelumnya mengatakan bahwa peluang tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina terbuka pada akhir tahun ini hingga musim panas tahun depan.
Laporan gabungan wartawan NTDTV An Qi dan Liu Fang.


