Longsor Lumpur dan Batu Setinggi 60 Meter di Pos Perbatasan Gyirong, Tibet, Keluarga Korban Menangis Pilu di Lokasi

EtIndonesia.com  Video yang baru-baru ini dirilis oleh pihak berwenang PKT menunjukkan kondisi Pos Perbatasan Gyirong, Tibet, yang hancur diterjang longsor lumpur dan batu. Bekas sapuan banjir pada tebing memperlihatkan bahwa longsor dahsyat tersebut mencapai ketinggian 60 meter atau sekitar 20 lantai. 

Banjir bandang yang datang dengan kekuatan besar seketika menghancurkan bangunan pos perbatasan dan berbagai bangunan lainnya. Sejumlah keluarga korban datang ke sekitar lokasi dan menangis histeris saat melihat derasnya arus banjir.

Longsor di Pos Perbatasan Gyirong Mencapai 60 Meter, Setara 20 Lantai

Menurut laporan CCTV News, media pemerintah Partai Komunis Tiongkok (PKT), pada 30 Agustus, operasi pencarian dan penyelamatan telah memasuki hari kelima. Di sisi Tibet, tidak ada lagi korban selamat yang ditemukan.

Rekaman di lokasi menunjukkan bahwa gedung Pos Perbatasan Gyirong beserta bangunan di sekitarnya telah lenyap. Yang tersisa hanyalah hamparan tanah berlumpur yang luas dan rata.

Dikutip dari NTDTV.com, seorang reporter di lokasi mengatakan: “Saat ini saya berada sekitar 100 meter di atas lembah sungai. Coba lihat ke arah yang saya tunjuk. Di gunung seberang, terlihat deretan tanaman hijau. Bagian batuan yang terbuka di bawah tanaman tersebut menunjukkan ketinggian yang pernah dicapai air banjir. Diperkirakan sekitar 60 meter, setara dengan gedung 20 lantai. Ini menunjukkan betapa dahsyatnya kekuatan banjir saat itu.”

Rekaman menunjukkan bahwa lembah sungai tempat Pos Perbatasan Gyirong berada mengalami kerusakan sangat parah. Lumpur dan bebatuan berserakan di mana-mana, sementara arus air mengalir deras. Bangunan-bangunan di sekitar pos perbatasan telah tersapu hingga rata dengan tanah. Di tepi sungai hanya tersisa sedikit rangka besi bangunan, menciptakan pemandangan yang sangat mengerikan.

Sebuah video memperlihatkan bahwa pada 30 Agustus, sejumlah keluarga korban datang ke sekitar Pos Perbatasan Gyirong. Saat melihat reruntuhan pos perbatasan yang porak-poranda, mereka menangis tersedu-sedu di hadapan arus sungai yang deras, menimbulkan kesedihan mendalam.

Hingga saat ini, pihak berwenang PKT hanya memberikan sedikit informasi mengenai bencana longsor besar tersebut. Selain sejumlah kecil pegawai pemerintah yang bekerja di Pos Perbatasan Gyirong, pemerintah belum merilis daftar korban meninggal maupun orang hilang. Banyak keluarga yang kehilangan kontak dengan anggota keluarganya terpaksa mencari informasi melalui internet.

Keluarga dengan Cemas Mencari Informasi tentang Kerabat yang Hilang

Menurut laporan Phoenix News, kakak seorang sopir truk bernama Sun Hao (nama samaran) hilang dalam bencana longsor di Pos Perbatasan Gyirong.

Sun mengatakan bahwa sehari sebelum bencana, ia masih sempat berkomunikasi dengan kakaknya. Sang kakak juga bekerja sebagai sopir truk dan sekitar enam bulan sebelumnya datang ke Pos Perbatasan Gyirong untuk mencari nafkah, mengangkut barang-barang kebutuhan umum ekspor antara Kabupaten Gyirong dan Nepal.

Setelah bencana terjadi, Sun segera menelepon kakaknya, tetapi tidak pernah mendapat jawaban. Ia tidak tidur semalaman dan terus-menerus memeriksa berbagai video dengan harapan menemukan sedikit informasi mengenai keberadaan kakaknya.

Hingga dini hari 27 Agustus, ia melihat sosok kakaknya dalam sebuah video yang dibuat oleh seorang blogger Tiongkok, sebelum sang kakak dinyatakan hilang.

Video tersebut direkam empat hari sebelum bencana. Dalam rekaman terlihat seorang pria paruh baya berkulit gelap berdiri di pinggir jalan, dengan sebuah truk trailer Dongfeng berwarna merah terparkir di kejauhan. Sun langsung mengenali bahwa pria dan truk tersebut adalah kakaknya.

Sun mengatakan bahwa ia dan kakaknya berasal dari daerah pedesaan Longnan, Provinsi Gansu, dan selama ini mengandalkan pekerjaan sebagai sopir truk untuk mencari nafkah.

Pada 2024, kakaknya membeli truk merah tersebut dengan pinjaman dan hingga kini masih memiliki utang hampir 200.000 yuan yang belum dilunasi. Kakaknya juga telah bercerai dengan istrinya selama bertahun-tahun dan memiliki seorang putra berusia 15 tahun. Kini keluarga tidak tahu bagaimana nasib mereka ke depan.

Seorang pria berusia awal 40-an bernama Liu Shuai (nama samaran), yang bekerja sebagai manajer proyek kontraktor di Pembangkit Listrik Tenaga Air Trisuli, Nepal, juga hilang dalam bencana longsor tersebut.

Adiknya, Liu Xiao (nama samaran), mengatakan bahwa terakhir kali ia mendapat kabar dari kakaknya adalah pada 26 Agustus pukul 08.40, kurang dari 10 menit sebelum longsor terjadi.

Pada hari itu, Liu Shuai mengirim pesan suara di grup kerja dan mengatakan bahwa biaya perusahaan jasa pengurusan bea cukai ternyata lebih tinggi dari perkiraan. Empat menit kemudian, seorang rekan kerja kembali meneleponnya, tetapi teleponnya sudah tidak dapat dihubungi.

Liu Xiao mengatakan bahwa sehari sebelum kehilangan kontak, kakaknya berangkat dari lokasi proyek PLTA Trisuli di Nepal menuju sekitar pos perbatasan Rasuwa, Nepal, untuk menangani proses bea cukai dan pengangkutan barang.

Malam itu, kakaknya masih sempat berbagi cerita dengan keluarga bahwa ia membeli dan menyeduh semangkuk mi instan di sebuah warung kecil di sekitar lokasi sebagai makan malam sederhana.

Tim kontraktor yang menangani proyek tempat Liu Shuai bekerja terdiri dari 12 orang. Dari jumlah tersebut, dua orang, termasuk Liu Shuai, dinyatakan hilang.

Laporan gabungan wartawan Luo Tingting / Editor: Wen Hui

INSPIRASI ERABARU

Cara Mengenali Tanda-Tanda Peringatan Stroke dan Mencegah Kerusakan Otak dengan Pengobatan Tradisional Tiongkok

Seorang dokter pengobatan tradisional Tiongkok (PTT) yang berbasis di Taiwan memaparkan berbagai sinyal fisik yang dikirim tubuh sebelum stroke terjadi, menjelaskan patologi yang mendasarinya...

Jerat Algoritma dan Hilangnya Rasa Hormat: Refleksi Etika Digital dari Kematian Tragis Dua Konten Kreator

Kehidupan di era digital telah bergeser dari sekadar ruang berbagi informasi menjadi panggung perebutan perhatian tanpa batas. Di bawah kendali algoritma yang tak kasat...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine