Belakangan ini beredar informasi di internet bahwa seorang pengusaha datang ke sebuah cabang Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) di Zhengzhou, Provinsi Henan, untuk menarik uang guna membayar gaji karyawannya. Namun, pihak bank berulang kali memberikan berbagai alasan untuk menunda pencairan dan tidak mengizinkannya menarik uang.
Pada akhirnya, pengusaha tersebut dilaporkan sangat marah dan membakar bank tersebut. Peristiwa ini dengan cepat memicu perbincangan luas di internet.
EtIndonesia.com Pada 2 September 2026, seorang pengguna platform X meneruskan kiriman dari seorang netizen yang menyebutkan bahwa baru-baru ini terjadi kebakaran di sebuah cabang ICBC di Zhengzhou, Henan.
Menurut informasi yang beredar, seorang pengusaha datang ke cabang ICBC tersebut untuk menarik uang guna membayar gaji 500 karyawannya. Namun, dengan alasan kekurangan dana, pihak bank disebut-sebut memberikan berbagai alasan dan terus menunda pencairan sehingga pengusaha tersebut tidak dapat menarik uangnya.
Pengusaha itu akhirnya dilaporkan marah dan membakar bank tersebut.

Peristiwa ini segera memicu perdebatan di internet.
Sejumlah netizen berkomentar:
“Ini benar-benar seperti ‘rakyat dipaksa oleh pejabat hingga akhirnya memberontak’. Kalau uang simpanan rakyat dibekukan begitu saja, aneh kalau tidak sampai terjadi sesuatu yang besar.”
Ada pula yang mengatakan:
“PKT sama sekali tidak menghormati hukum. Mereka terang-terangan merampas uang dan mendorong orang sampai ke jalan buntu!”
Sebelumnya, beredar kabar bahwa Ctrip mengalami masalah keuangan dan 170 juta nasabah tidak dapat menarik uang, dengan dana yang disebut mencapai 320 miliar yuan dan melibatkan 11 bank. Dalam dua bulan ke depan, masalah tersebut bahkan diklaim berpotensi menyebar ke 40 bank dan lebih dari 10.000 kantor cabang.
Selain itu, Bank of Jiangsu juga dilaporkan mengalami pembatasan penarikan dana. Sebuah tangkapan layar yang beredar di internet menunjukkan bahwa Bank of Jiangsu memberi tahu nasabah bahwa layanan pinjaman yang dijalankan melalui kerja sama dengan Ctrip telah dihentikan. Penarikan dalam jumlah besar dibatasi, sementara penarikan dalam jumlah kecil dibatasi maksimal 500 yuan per hari dan paling banyak empat kali dalam sebulan.
Seorang perempuan juga mengunggah video yang mengeluhkan bahwa 29 juta yuan yang disimpannya di rekening pengawasan Bank of Jiangsu tiba-tiba hilang. Pihak bank disebut saling melempar tanggung jawab dan menolak memberikan tanggapan.
Perempuan tersebut mengatakan bahwa video yang dia unggah untuk memperjuangkan haknya juga beberapa kali dihapus dari internet.
Serangkaian informasi yang beredar ini membuat sejumlah masyarakat Tiongkok mulai khawatir: apakah uang yang mereka simpan di bank masih aman?
Sebagian netizen juga menilai bahwa berbagai masalah yang terus muncul di sektor perbankan, ditambah dengan meningkatnya jumlah perusahaan yang bangkrut dan tekanan pengangguran, menunjukkan bahwa perekonomian Tiongkok sedang mengalami keruntuhan.
Data resmi menunjukkan bahwa bank-bank kecil dan menengah di Tiongkok memang sedang mengalami percepatan konsolidasi.
Hingga 20 April lalu, sebanyak 72 bank desa (rural commercial/village banks) telah menyelesaikan proses keluar dari sistem dan pencabutan izin. Pada periode yang sama tahun lalu, jumlahnya hanya 27 bank.
Sepanjang 2025, sebanyak 226 bank desa telah menyelesaikan proses pencabutan izin dan keluar dari sistem perbankan.
Tekanan yang saat ini dihadapi sektor perbankan Tiongkok kembali menjadi perhatian publik.
Laporan gabungan Liu Jiajia, NTD Television.


