Penyerangan Acak di Kawasan Universitas Guangzhou, Tiongkok,  Pelaku Disebut Sengaja Menikam Mata Korban; Diduga Dilakukan Berkelompok 

Terjadi penyerangan acak terhadap warga di sekitar kawasan Universitas Guangzhou. Pelaku disebut secara khusus menyerang mata para pejalan kaki. Sejumlah korban mengalami luka di wajah hingga berlumuran darah, dengan suasana di lokasi yang sangat mengerikan. Kepolisian Partai Komunis Tiongkok (PKT) menyatakan telah menangkap satu orang, tetapi beredar informasi bahwa aksi tersebut dilakukan oleh sekelompok orang. Kondisi sebenarnya masih belum jelas.

EtIndonesia.com  Pada 14 September, sejumlah besar video dan foto beredar di internet yang menunjukkan terjadinya penyerangan acak menggunakan senjata tajam di pusat perbelanjaan GOGO Xintiandi, yang terletak di Kota Xinzao, Distrik Panyu, kawasan Universitas Guangzhou. 

Seorang pria yang membawa senjata tajam disebut menyerang wajah para pejalan kaki secara acak. Sebagian besar korban adalah perempuan, dan banyak di antaranya mengalami luka pada bagian mata. Sejumlah korban mengalami luka hingga wajah mereka berlumuran darah, dalam kondisi yang sangat mengerikan.

Bahkan, seorang perempuan lanjut usia terlihat duduk di tanah sambil menjerit kesakitan, dengan sebilah pisau masih tertancap di bagian matanya dan pakaian yang dipenuhi darah.

Sejumlah orang terluka di lokasi kejadian. (Foto dari internet)

Dalam sebuah video, terlihat seorang pria berjalan di sebuah lorong. Tiba-tiba, ia mengayunkan pisau dan menyerang wajah seorang perempuan yang berjalan dari arah berlawanan. Saat melakukan serangan, pisau tersebut terjatuh ke tanah. Pelaku tidak mengambilnya kembali dan langsung melarikan diri.

Foto salah satu tersangka yang beredar di internet. (Foto dari internet)

Sejumlah warga setempat mengungkapkan informasi bahwa pelaku pria menyerang pejalan kaki secara acak menggunakan pisau. Seorang saksi mata mengatakan, “Dia sengaja menusuk ke arah mata orang.”

Informasi dari warga setempat. (Tangkapan layar dari internet)
Informasi yang beredar di internet. (Tangkapan layar dari internet)

Sebuah unggahan di internet menyebutkan bahwa setelah melukai sejumlah orang, tersangka melarikan diri ke kantin kawasan barat Universitas Teknologi Guangdong dan kemudian ditangkap oleh pasukan khusus kepolisian.

Informasi lain yang beredar menyebutkan bahwa salah seorang pelaku masuk ke kantin nomor 3 Universitas Teknologi Guangdong, memesan semangkuk nasi, lalu ditangkap polisi ketika sedang makan. Pelaku lainnya disebut melarikan diri ke asrama gedung nomor 10 Universitas Kedokteran Guangzhou.

Kepolisian Panyu mengeluarkan pernyataan bahwa sekitar pukul 17.20 pada 14 September, mereka menerima laporan mengenai seorang pria yang membawa pisau dan melukai orang di depan sebuah restoran hotpot di Jalan Xiaoguwei, Distrik Panyu. Polisi telah menangkap seorang tersangka, Li (pria, 35 tahun). Menurut kepolisian, para korban “tidak mengalami kondisi yang mengancam jiwa setelah mendapatkan perawatan.”

Namun, warga setempat mengungkapkan bahwa kejadian tersebut diduga merupakan aksi yang dilakukan secara berkelompok. Ada informasi yang menyebut “tiga mahasiswa menikam orang”, ada pula yang mengatakan “empat orang sudah ditangkap”, sementara informasi lainnya menyebut “tujuh orang terlibat.” Kondisi sebenarnya masih belum diketahui.

Sejumlah video memperlihatkan pasukan khusus kepolisian menyerbu sebuah kantin untuk menangkap seseorang.

Seorang mahasiswa yang berada di lokasi mengatakan kepada wartawan The Epoch Times bahwa ia melihat sendiri pelaku menyerang orang di berbagai tempat.

“Semuanya ditusuk ke arah mata. Ada tujuh orang yang ditusuk. Ini murni aksi balas dendam terhadap masyarakat. Korbannya laki-laki dan perempuan. Tidak peduli berapa banyak orang yang ada, dia menyerang secara acak,” katanya.

Ia mengatakan bahwa pelaku melarikan diri dengan cepat dan kemungkinan memiliki rekan. Pelaku kemudian baru berhasil ditangkap.

“Saat itu saya hanya melihat satu orang. Setelah menyerang orang, dia lari ke kantin kampus di sebelah saya untuk makan. Benar-benar menakutkan.”

Seorang warga yang sedang melintas di Distrik Haizhu mengatakan kepada The Epoch Times:

“Sepertinya di dekat Gerbang Nomor 2 Universitas Teknologi Guangdong. Katanya ada empat pelaku, tetapi saya tidak melihat mereka. Sepertinya pasukan khusus datang menggunakan sepeda motor. Saya hanya melihat sekitar satu menit lalu langsung pergi. Saya juga takut mati. Mereka membawa pisau dan menikam orang, sementara pelakunya berada di dalam. Saya berada di luar dengan sepeda listrik. Apakah keempat orang itu sedang menjalankan suatu misi? Mereka khusus menikam mata.”

Sejumlah warganet menyebut kejadian tersebut sebagai “serangan teror.” Banyak orang mengecam tindakan tersebut dengan mengatakan bahwa “hutang harus dibayar oleh pihak yang berhutang”, dan apapun motif pelaku, mereka tidak seharusnya menyerang perempuan yang tidak bersalah.

Lokasi kejadian, GOGO Xintiandi, merupakan kawasan komersial utama di pusat kawasan Universitas Guangzhou. Di sekitarnya terdapat lebih dari belasan perguruan tinggi dan tempat tersebut biasa menjadi lokasi mahasiswa untuk makan dan bersantai. 

Saat kejadian berlangsung, bertepatan dengan jam makan setelah perkuliahan pada sore hari, sehingga kawasan tersebut sedang dipadati orang.

Laporan gabungan reporter Chen Zhenjin / Lin Qing – NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mid Autum dalam Syair: Bagaimana Para Penyair Timur dan Barat Menemukan Inspirasi dari Pergantian Musim

Dari Danau Dongting yang diterangi cahaya bulan dalam puisi Li Bai hingga angin barat yang liar dalam karya Shelley, para penyair selama berabad-abad di...

Perangkat Penting untuk Menaklukkan Bacaan yang Sulit

Saat Tahun ajaran baru tiba. Itu berarti para pelajar di seluruh dunia kembali berkutat dengan buku pelajaran—menghadapi mata pelajaran baru dengan bahan bacaan yang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine