Trump Bertemu dengan Macron dan Zelenskyy di Paris

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatur pertemuan mendadak dengan Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada 7 Desember.

ETIndonesia. Presiden terpilih Donald Trump bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Istana Kepresidenan Élysée, Paris, pada  7 Desember malam. 

Macron terlihat memberikan acungan jempol saat Trump dan Zelenskyy berdiri di sisinya untuk sesi foto di Istana kepresidenan tersebut.

Macron awalnya berencana bertemu dengan Zelenskyy, dan kantor presiden Prancis menyatakan bahwa ia mengusulkan pertemuan tiga arah ini tak lama sebelum kedatangan Trump.

“Dunia sedang sedikit kacau sekarang, dan kita akan membahas hal itu,” kata Trump sebelum pertemuan.

Trump telah memberi sinyal bahwa ia lebih memilih untuk segera merundingkan akhir dari perang Rusia–Ukraina yang sedang berlangsung, tetapi masih ada pertanyaan tentang bagaimana ia akan menghentikan pertempuran.

“Kami semua ingin perang ini segera berakhir dengan cara yang adil,” tulis Zelenskyy dalam pernyataan di platform media sosial X setelah pertemuan. 

“Kami berbicara tentang rakyat kami, situasi di lapangan, dan perdamaian yang adil. Kami sepakat untuk terus bekerja sama dan tetap saling berhubungan. Perdamaian melalui kekuatan adalah mungkin.”

Jika gencatan senjata membekukan konflik di sepanjang garis pertempuran saat ini, Rusia dapat mempertahankan sebagian besar wilayah Ukraina sebelum perang.

Zelenskyy telah mengindikasikan bahwa ia terbuka untuk bernegosiasi demi gencatan senjata jika Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) memperluas keanggotaannya ke wilayah Ukraina yang saat ini tidak berada di bawah kendali Rusia.

“Jika kita ingin menghentikan fase panas dari perang, kita perlu membawa wilayah Ukraina yang ada di bawah kendali kita ke dalam perlindungan NATO,” kata Presiden Ukraina itu dalam wawancara pada 29 November.

Zelenskyy mengatakan Ukraina mungkin pada akhirnya akan mendapatkan kembali wilayah yang diduduki Rusia melalui cara-cara diplomatik.

Masih belum jelas apakah Trump akan menggunakan syarat-syarat Zelenskyy sebagai titik awal untuk pembicaraan gencatan senjata.

Trump belum memberikan komentar tentang pertemuannya dengan Macron dan Zelenskyy.

Dalam upaya membangun kepercayaan dengan pemerintahan baru AS, penasihat utama Zelenskyy, Andriy Yermak, bertemu dengan anggota-anggota kunci tim Trump dalam kunjungan dua hari awal pekan ini.

Trump dan Zelenskyy termasuk di antara banyak pemimpin dunia yang berkumpul di Paris untuk pembukaan kembali Katedral Notre-Dame, setelah bangunan itu rusak parah akibat kebakaran pada 2019.

Pertemuan 7 Desember di Paris ini juga berlangsung setelah Majelis Nasional Prancis pada 4 Desember memberikan suara untuk mencopot Perdana Menteri Prancis Michel Barnier melalui mosi tidak percaya. Macron menunjuk Barnier ke posisi tersebut pada  September, tetapi Barnier segera menghadapi perlawanan ketika ia mendorong rencana keuangan untuk mengurangi defisit anggaran Prancis.

Pencopotan Barnier menjadi tantangan bagi kekuatan politik Macron. Beberapa anggota parlemen yang mendukung mosi tidak percaya terhadap Barnier kini menyerukan agar Macron mengundurkan diri. Namun, presiden Prancis itu bersikeras akan menjalani masa jabatannya hingga selesai.

Laporan ini disertai kontribusi dari Associated Press.

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine