Tak Mau Jadi “Pembunuh Tanaman”? Pakar Berkebun Ajarkan Cara Menghindari 6 Kesalahan Umum

EtIndonesia. Merawat tanaman adalah aktivitas yang menyenangkan—tanaman yang tumbuh subur tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga menyegarkan hati. Namun, sebagian orang merasa bahwa merawat tanaman itu sulit. Tanaman mudah mati, dan akhirnya yang tersisa hanya rasa frustasi. Padahal, situasi ini bisa dihindari jika memahami beberapa pengetahuan dasar dalam berkebun.

Majalah Real Simple melaporkan bahwa menurut para ahli taman, penyebab utama kegagalan merawat tanaman biasanya berasal dari 6 kesalahan umum berikut, beserta cara untuk menghindarinya:

1. Memilih Tanaman yang Salah

Jika Anda ingin menanam bunga hortensia yang mekar indah di taman, tapi Anda sering bepergian selama 3–4 minggu dalam sebulan, maka impian itu mungkin tidak realistis.

Dr. Amy Enfield, ahli taman senior dari ScottsMiracle-Gro, mengatakan bahwa terkadang orang memilih tanaman yang tidak sesuai dengan gaya hidup dan lingkungan tempat tinggal mereka.
“Sebelum membeli tanaman, pikirkan berapa banyak waktu yang bisa Anda luangkan untuk merawatnya, serta perhatikan suhu, pencahayaan, dan kelembaban di rumah Anda.”

Untuk pemula, disarankan memilih tanaman yang mudah dirawat seperti lidah mertua, sirih gading, atau pothos.

2. Menggunakan Pot yang Salah

Dr. Enfield menyebutkan bahwa kesalahan umum dalam menanam tanaman dalam pot adalah menggunakan media tanah yang tidak sesuai, serta pot yang terlalu besar atau terlalu kecil.

Ia menyarankan untuk menggunakan pot yang diameternya hanya lebih besar 1–2 inci dari pot sebelumnya.

 “Misalnya, jika Anda membeli tanaman dalam pot 4 inci, maka gunakan pot berdiameter 5–6 inci.”

Jika pot dekoratif yang dibeli tidak memiliki lubang drainase, maka sebaiknya pindahkan tanaman ke dalam pot pembibitan, dan setiap kali menyiram, keluarkan tanaman dari pot dekoratif agar air berlebih bisa mengalir keluar.

3. Tidak Mengganti Pot

Tidak mengganti pot juga merupakan kesalahan umum. Seiring pertumbuhan tanaman, akar akan semakin padat dan sulit menyerap air dan nutrisi secara optimal.

Ciri-ciri tanaman yang butuh ganti pot: akar mulai tumbuh keluar dari lubang pot, tanaman tumbuh lambat, layu terus-menerus, atau air langsung mengalir keluar karena tanah terlalu padat.

Untuk sebagian besar tanaman dalam ruangan, ganti pot setiap 1–2 tahun sekali.

 “Waktu terbaik untuk mengganti pot adalah musim semi hingga awal musim panas, saat tanaman tumbuh paling cepat,” ujar Enfield.

4. Penyiraman Tidak Tepat

Penyiraman yang berlebihan adalah pembunuh utama tanaman dalam ruangan. Terkadang pemilik tanaman terlalu perhatian hingga menyiram terlalu sering.

Jika hal ini terjadi, biarkan tanah benar-benar kering dahulu. Jika tanaman sudah terlanjur layu, periksa akarnya—jika sudah busuk, potong bagian yang rusak dan ganti dengan tanah baru.

Sebaliknya, kekurangan air juga menjadi masalah umum. Tanaman bisa layu, ujung daun menguning, dan pertumbuhannya terganggu.
Saat menyiram, pastikan air mengalir hingga keluar dari lubang pot.

Jika tanah sudah sangat kering, Anda bisa merendam dasar pot dalam nampan berisi air selama maksimal satu jam, agar tanah menyerap air melalui lubang bawah.

5. Mengabaikan Kebutuhan Cahaya

Enfield menekankan bahwa banyak pemilik tanaman lupa memperhatikan kebutuhan cahaya tanaman.

 “Tanaman yang disebut tahan cahaya rendah bukan berarti bisa hidup tanpa cahaya sama sekali. Cahaya matahari langsung bisa membakar daun banyak tanaman dalam ruangan.”

Ia menyarankan untuk mempelajari kebutuhan cahaya tiap tanaman—apakah butuh cahaya langsung terang, cahaya terang tidak langsung, cahaya sedang, atau cahaya rendah.

6. Lupa Memberi Pupuk

Melupakan pemupukan adalah kesalahan besar, terutama untuk tanaman dalam pot, karena nutrisi di tanah terbatas dan perlu diisi ulang secara rutin.

 “Setiap musim semi, saya menambahkan kompos organik ke bedeng sayuran. Untuk tanaman dalam ruangan, saya memberi pupuk cair setiap dua bulan sekali, dicampur dengan air,” lata Kessler, seorang penggemar tanaman. 

Bagi yang sering lupa memberi pupuk, ia menyarankan menggunakan pupuk butiran yang larut perlahan dan bertahan lebih lama. (Hui)

Laporan oleh: Jin Jing – NTD

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine