Iran Tembakkan Rudal Berisi Bom Klaster ke Israel Saat Konflik Memasuki Hari ke-8

EtIndonesia. Iran menembakkan sedikitnya satu rudal ke Israel yang menyebarkan bom-bom kecil dengan tujuan meningkatkan korban sipil, kata militer Israel pada hari Kamis, yang merupakan penggunaan pertama amunisi klaster yang dilaporkan dalam perang yang telah berlangsung selama tujuh hari.

Pejabat militer Israel tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Laporan berita Israel mengutip militer Israel yang mengatakan hulu ledak rudal itu terbelah pada ketinggian sekitar 7 km dan melepaskan sekitar 20 submunisi dalam radius sekitar 8 km di atas Israel tengah.

Salah satu amunisi kecil menghantam sebuah rumah di Kota Azor, Israel tengah, yang menyebabkan beberapa kerusakan, koresponden militer Times of Israel Emanuel Fabian melaporkan. Tidak ada laporan korban dari bom tersebut.

Bom klaster kontroversial karena menyebarkan submunisi tanpa pandang bulu, beberapa di antaranya dapat gagal meledak dan membunuh atau melukai dalam jangka panjang setelah konflik berakhir.

Militer Israel merilis sebuah gambar sebagai peringatan publik tentang bahaya persenjataan yang belum meledak.

“Rezim teror berusaha untuk melukai warga sipil dan bahkan menggunakan senjata dengan penyebaran yang luas untuk memaksimalkan cakupan kerusakan,” kata juru bicara militer Israel, Brigadir Jenderal Effie Defrin, dalam sebuah pengarahan.

Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dan kedutaan besar Israel di Washington tidak segera menanggapi permintaan komentar.

“Senjata-senjata itu sangat mengerikan karena daya rusaknya yang sangat luas, terutama jika digunakan di wilayah berpenduduk sipil dan dapat menambah persenjataan yang tidak meledak yang tersisa dari konflik,” kata Daryl Kimball, direktur eksekutif kelompok advokasi Arms Control Association.

Memperhatikan bahwa rudal Iran bisa jadi tidak tepat sasaran, dia mengatakan bahwa Teheran harus tahu bahwa amunisi tandan “akan mengenai sasaran sipil, bukan sasaran militer.”

Iran dan Israel menolak untuk bergabung dengan larangan internasional tahun 2008 atas produksi, penimbunan, pemindahan, dan penggunaan bom tandan yang telah ditandatangani oleh 111 negara dan 12 entitas lainnya.

Setelah perdebatan panjang, AS pada tahun 2023 memasok Ukraina dengan amunisi tandan untuk digunakan melawan pasukan pendudukan Rusia. Kyiv mengatakan pasukan Rusia juga telah menembakkannya. Ketiga negara tersebut menolak untuk bergabung dengan Konvensi Melawan Amunisi Tandan.(yn)

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine