Jika bendungan Waduk Miyun jebol, banjir yang terjadi dapat menenggelamkan Beijing dan wilayah sekitarnya
oleh: Wang Weiluo
Hujan deras mengguncang Tiongkok bagian utara pada akhir Juli, dengan banjir parah yang diperparah oleh pelepasan air besar-besaran dari waduk dengan debit tinggi dan hampir tanpa peringatan. Sedikitnya 60 orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya masih hilang per 31 Juli.
Pelepasan air dari Waduk Miyun, khususnya, telah menyebabkan kerusakan yang signifikan.
Selama beberapa tahun terakhir, akibat akumulasi air yang berlebihan dari jalur tengah Proyek Transfer Air Selatan–Utara, pihak berwenang hanya menganggap tingginya volume penyimpanan air dan permukaan air waduk sebagai sebuah pencapaian, karena air yang disimpan dijual untuk mendapatkan keuntungan dan sekaligus menciptakan daya tarik wisata. Namun mereka mengabaikan kualitas konstruksi bendungan yang buruk dan kapasitas penyimpanannya yang terbatas.
Di bawah kebijakan pengendalian banjir yang diprioritaskan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT), tujuan utamanya adalah mencegah kegagalan struktur bendungan. Namun, banyak bendungan mengalami masalah struktural, infrastruktur yang menua, dan kurangnya perawatan, sehingga tidak dapat berfungsi secara efektif. Akibatnya, pelepasan air darurat—bahkan tanpa pemberitahuan—saat hujan lebat menjadi hal yang biasa, meskipun sebelumnya pihak berwenang telah berjanji kepada masyarakat setempat.

Jika bendungan utama sampai runtuh, air banjir lebih dari 2 meter dapat mencapai Lapangan Tiananmen di Beijing. Untuk mencegah bencana semacam itu, pihak berwenang akan segera melepaskan air dalam jumlah besar guna mengurangi tekanan pada bendungan.
Sebagai tanggapan terhadap terus masuknya aliran air, mulai 27 Juli, Waduk Miyun mulai membuang air ke hilir. Hingga 29 Juli, total volume air yang dilepaskan telah mencapai 6,35 miliar kaki kubik—setara dengan lebih dari setengah volume Waduk Deer Creek di Utah, hanya dalam beberapa hari. Dengan kecepatan aliran hampir 40.000 kaki kubik per detik—cukup untuk mengisi satu kolam renang berstandar Olimpiade setiap dua detik—arus deras ini dengan mudah dapat menghancurkan tanggul sungai, merusak tanaman, menenggelamkan jalan, dan mengancam jiwa penduduk yang tinggal di daerah hilir.
Faktanya, bukan hanya Waduk Miyun yang melepaskan air. Waduk-waduk lain di pinggiran barat, barat laut, dan timur laut Beijing juga membuka pintu air mereka, termasuk Waduk Baihebao, Yudushan, Haizi, Xiyu, Huangsongyu, Zhaitang, Zhuwuo, Luopoling, dan Sanjiadian.
Jumlah korban jiwa dan kerugian harta benda yang dilaporkan oleh media pemerintah Tiongkok atas banjir terbaru ini kemungkinan jauh lebih tinggi, mengingat PKT terkenal karena menyembunyikan data yang sebenarnya.
Dua Kali Pelepasan Waduk Sebelumnya
Ini bukan kali pertama pihak berwenang melepaskan air dari Waduk Miyun demi melindungi Zhongnanhai, markas pusat PKT di Beijing. Setiap kali pelepasan dilakukan, wilayah sekitar Beijing mengalami kerugian besar.
Pelepasan Pertama (1969)
Di tengah meningkatnya ketegangan setelah konflik perbatasan Tiongkok–Uni Soviet tahun 1969, Uni Soviet dilaporkan merencanakan serangan dahsyat, menargetkan kota-kota seperti Beijing dan fasilitas senjata nuklir. Untuk menghindari banjir dahsyat jika bendungan diserang, otoritas Tiongkok melepaskan air dari Waduk Miyun dan mengevakuasi para pemimpin puncak beserta keluarganya dari Beijing—sementara nyawa rakyat biasa dipertaruhkan.
Pelepasan Kedua (1976)
Gempa bumi Tangshan pada Juli 1976 merusak Bendungan Utama Baihe di Waduk Miyun. Untuk mencegah bendungan runtuh dan melindungi Beijing, pihak berwenang meledakkan bukit terdekat untuk memperoleh batu guna penguatan bendungan. Mereka juga memerintahkan pelepasan air dalam jangka panjang dari waduk. Untuk mengurangi tekanan pada bendungan, tim darurat membuka pintu air untuk mengalirkan air keluar. Pelepasan ini berlangsung selama lebih dari dua minggu hingga waduk benar-benar dikosongkan.
Waduk Miyun
Waduk Miyun, dengan luas permukaan 72 mil persegi, adalah yang terbesar di Tiongkok utara. Terletak di pinggiran timur laut Beijing, sekitar 45 mil dari distrik bisnis pusat ibu kota.

Waduk ini awalnya dibangun untuk berbagai keperluan, termasuk pengendalian banjir, irigasi, pembangkitan listrik, dan budidaya ikan. Namun, tidak dirancang sebagai sumber air minum bagi Beijing.
Pembangunan bendungan Miyun dimulai pada September 1958 dan selesai pada 1960. Bendungan ini dirancang oleh Departemen Teknik Hidrolika Universitas Tsinghua, yang dipimpin oleh Profesor Zhang Guangdou.
Namun sejak selesai dibangun, bendungan ini terus menghadapi berbagai masalah, sehingga selama beberapa dekade memerlukan penguatan, perluasan, dan perbaikan berulang kali.
Waduk Miyun dan Proyek Transfer Air Selatan–Utara
Awalnya, pasokan air minum Beijing berasal dari Waduk Guanting dan air tanah lokal. Namun seiring waktu, pasokan dari Guanting menyusut karena banyaknya bendungan yang dibangun di hulu Sungai Yongding, yang merupakan sumber utama air Guanting.
Alih-alih mengatasi penyebab utama masalah, pihak berwenang PKT menetapkan Waduk Miyun sebagai sumber utama air bagi Beijing pada tahun 1982. Saat itu, permukaan air di Miyun masih rendah dan kapasitasnya cukup untuk menghadapi hujan lebat.
Namun situasi berubah pada tahun 2015, setelah jalur tengah Proyek Transfer Air Selatan–Utara selesai dibangun pada akhir 2014. Proyek besar ini dirancang untuk mengalirkan air dari Sungai Yangtze di selatan yang kaya air menuju wilayah utara yang kering seperti Beijing, melalui sistem kanal, terowongan, dan pipa.
Setiap tahun, sekitar 35 miliar kaki kubik air dialirkan dari Sungai Yangtze ke Beijing. Proyek ini kemudian menjadi sumber utama air kota, menggantikan Waduk Miyun.
Namun sejak 2015, Beijing mulai menyimpan sebagian air yang dialirkan dari selatan ke Waduk Miyun. Waduk lokal lainnya seperti Huairou, Shisanling, dan Yizhuang juga menyimpan air hasil aliran tersebut.
Air dari selatan pertama-tama dialirkan dari Sungai Yangtze ke Danau Tuancheng di Beijing, yang terletak lebih rendah dari Waduk Miyun. Dari sana, air dipompa naik ke waduk melalui jaringan pipa sepanjang 64 mil dan sembilan stasiun pompa, yang mengangkat permukaan air setinggi sekitar sekitar 133 meter.
Kapasitas penyimpanan air Miyun meningkat secara signifikan dengan masuknya air dari selatan, dan terus memecahkan rekor dari tahun ke tahun. Pada 2013, kapasitasnya mencapai sekitar 28,2 miliar kaki kubik. Pada 2018, angkanya meningkat menjadi 77,7 miliar kaki kubik.
Per 29 Juli 2025, kapasitasnya melonjak menjadi 128 miliar kaki kubik, dengan permukaan air mendekati 155,45 meter. Ini melebihi batas pengendalian banjir Miyun sebesar 151,79 meter, yakni batas maksimum selama musim banjir agar tetap aman. Tampaknya, protokol pengendalian banjir PKT tidak diterapkan.
Waduk Miyun terletak lebih dari 100 meter lebih tinggi dari Lapangan Tiananmen. Seperti halnya Waduk Guanting, keberadaannya menggantung di atas Beijing sebagai ancaman besar yang terus mengintai.
Jika bendungan Waduk Miyun jebol, banjir yang terjadi dapat menenggelamkan kota Beijing, Tianjin, Baodi, dan Jixian.
Tentang Penulis: Wang Weiluo adalah seorang ahli hidrologi dan pengkritik kebijakan air Tiongkok di bawah rezim komunis. Saat ini tinggal di Jerman, ia dikenal karena analisis independen dan profesionalnya mengenai keselamatan bendungan dan manajemen sumber daya air di Tiongkok.


