Diduga Jadi Korban Persekusi Politik, Mantan Presiden Sri Lanka Ditangkap

Sri Lanka pernah menjadi bagian penting dari inisiatif Belt and Road (OBOR) Tiongkok, namun justru terjerat krisis utang dan memicu gejolak politik. Pada Jumat (22 Agustus), mantan Presiden sekaligus pemimpin oposisi, Ranil Wickremesinghe, ditangkap otoritas dengan tuduhan korupsi. Namun, ia membantah semua tuduhan. Para pendukungnya menyatakan kasus ini adalah bentuk persekusi politik dari pemerintah berhaluan Marxis.

EtIndonesia. Pada Jumat (22/8/2025), mantan Presiden dan Ketua Partai Nasional Bersatu Sri Lanka ditangkap polisi dengan tuduhan menyalahgunakan dana publik ketika menjabat sebagai presiden.

Wickremesinghe menjabat sebagai Presiden Sri Lanka pada 2022 hingga 2024. Ia dituduh menggunakan uang negara untuk menghadiri upacara penganugerahan gelar kehormatan bagi istrinya di London.

Usai ditangkap oleh Departemen Kejahatan Finansial, ia langsung dibawa ke pengadilan. Ia menjadi mantan kepala negara pertama dalam sejarah Sri Lanka yang ditangkap, sekaligus tokoh oposisi berpangkat tertinggi yang terkena investigasi korupsi oleh pemerintahan Dissanayake.

Saat ini, sudah lebih dari sepuluh mantan pemimpin politik dan pejabat tinggi pemerintah Sri Lanka yang sedang diselidiki atas dugaan korupsi.

Sri Lanka sebelumnya dipandang sebagai salah satu contoh proyek utama Belt and Road PKT. Namun, infrastruktur yang dibangun lewat pinjaman Beijing tidak membawa kemakmuran maupun stabilitas, justru menjerumuskan negara Asia Selatan itu dalam krisis utang dan ketidakstabilan politik.

Pada 2022, setelah Presiden Gotabaya Rajapaksa mengundurkan diri, Wickremesinghe yang kala itu menjabat Perdana Menteri naik menjadi Presiden.

Di bawah kepemimpinannya, pada awal 2023, Sri Lanka menandatangani perjanjian bantuan dengan IMF yang membantu menstabilkan perekonomian setelah krisis terparah dalam sejarah negara tersebut.

Namun, untuk meningkatkan penerimaan negara, ia menerapkan langkah-langkah penghematan ketat, termasuk menaikkan pajak dan mencabut subsidi energi.

Pada September 2024, Anura Kumara Dissanayake, seorang Marxis, memenangkan pemilu presiden. Dua bulan kemudian, ia memimpin pemerintahan kiri di bawah aliansi National People’s Power.

Menanggapi tuduhan korupsi itu, Wickremesinghe dengan tegas membantah. Ia menegaskan bahwa seluruh biaya perjalanan istrinya ditanggung sendiri, tanpa menggunakan dana negara.

Para pendukungnya meyakini tuduhan tersebut bermotif politik dan merupakan bentuk persekusi dari pemerintahan saat ini.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine