Surabaya, 22 Agustus 2025 — Berbagai strategi penguatan merek dan pemanfaatan perlindungan hukum menjadi fokus utama dalam talkshow inspiratif yang digelar pada Java Cafe and Flavor Festival 2025. Acara yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Jawa Timur bersama Pemerintah Kota Surabaya ini bertujuan memberdayakan pelaku UMKM di sektor kopi, cokelat, dan rempah-rempah — komoditas unggulan yang semakin strategis di kancah global.
Festival yang berlangsung meriah ini tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga ruang edukasi bagi ratusan UMKM untuk belajar membangun branding yang kuat dan berkelanjutan. Ridzky Prihadi, Direktur Advisor KPw BI Jawa Timur, menekankan bahwa perlindungan melalui Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan Indikasi Geografis (IG) merupakan fondasi penting yang sering diabaikan pelaku usaha kecil.
“HAKI dan Indikasi Geografis bukan sekadar formalitas. Ini adalah senjata untuk membedakan produk di pasar dan melindungi kearifan lokal dari klaim pihak lain,” ujarnya dalam sesi diskusi.
Anomali Coffee, salah satu pemain kopi spesialti ternama asal Indonesia, hadir membagikan pengalaman mereka mengkurasi biji kopi terbaik dari berbagai daerah seperti Aceh Gayo, Toraja Sapan, hingga Papua Wamena. Perwakilan Anomali menyebut bahwa komitmen pada kualitas dan keberlanjutan telah membawa mereka meraih penghargaan internasional, seperti Golden Label dalam kompetisi “Coffees Roasted at Origin” di Paris.
Sementara itu, perwakilan UMKM Varoja Coffee membagikan kisah suksesnya membangun kepercayaan konsumen berkat kepemilikan HAKI. “Dengan legalitas yang lengkap, kami tidak perlu banyak menjelaskan. Konsumen langsung percaya,” ujarnya.
Talkshow juga mengulas pentingnya partisipasi dalam kompetisi kopi internasional seperti World Barista Championship dan World Brewers Cup sebagai strategi branding yang efektif. Kompetisi tidak hanya menjadi ajang unjuk kualitas, tetapi juga media bercerita tentang proses, asal-usul, dan nilai di balik setiap produk.
Yang menarik, tahun ini festival tidak hanya fokus pada kopi, tetapi juga melibatkan UMKM penghasil cokelat dan rempah-rempah — komoditas yang semakin dilirik pasar global. Bank Indonesia melalui perwakilannya di Tokyo, Beijing, Singapura, New York, dan London siap menjadi etalase bagi produk-produk UMKM Jawa Timur yang ingin go international.
“Kami sudah memiliki showcase di Tokyo yang bekerja sama dengan kedai kopi lokal untuk mempromosikan kopi asal Jatim. Ini adalah pintu masuk yang strategis,” tambah Ridzky.
Acara ditutup dengan semangat optimisme bahwa kolabor antara perbankan, pemerintah, dan asosiasi usaha dapat membawa UMKM Jawa Timur semakin berdaya saing — membuktikan bahwa dari desa bisa lahir merek yang mendunia.
Tentang Java Cafe and Flavor Festival 2025
Festival ini adalah bagian dari inisiatif Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Surabaya untuk mendorong pertumbuhan UMKM di sektor kuliner dan minuman. Tahun ini menampilkan tidak hanya kopi, tetapi juga cokelat dan rempah-rempah sebagai produk unggulan Jawa Timur yang berpotensi ekspor.


