Jika Tidak Maju, Orang Lain Akan Mendahuluimu

EtIndonesia. Setiap pagi saat naik bus ke kantor, saya selalu berharap bus yang saya tumpangi bisa melaju lebih cepat.

Apalagi ketika di belakang ada bus lain yang ikut mengejar, saya berharap penumpang di halte tidak menghentikan bus saya, biarlah semua naik bus yang di belakang saja—haha! Dengan begitu, perjalanan saya bisa lancar tanpa hambatan.

Faktanya, kondisi yang sama juga terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

·        Ada orang yang sedang di bimbingan belajar, bersiap menghadapi ujian pegawai negeri.

·        Ada orang yang berkeliling lapangan, sibuk bertemu klien.

·        Ada pula yang di pabrik, berkeringat bekerja dengan keahlian teknis.

Sementara itu, bisa jadi kamu sedang rebahan di bean bag, asyik scroll media sosial tanpa tujuan, atau sibuk belanja tas dan baju di pusat perbelanjaan yang ramai. Saat orang lain selangkah demi selangkah terus maju, jika kamu diam saja, maka sebenarnya kamu justru sedang mundur. Perbedaan itu terus menumpuk, dan pada akhirnya terlihat jelas dalam bentuk gaji, tabungan, atau pencapaian.

Kalau begitu, bagaimana mungkin kamu bisa merasa tenang?

Dorongan untuk Bangkit

Saya sendiri sering menulis daftar target tahunan yang panjang, tapi sering kali daftar itu hanya jadi hiasan—sekadar menenangkan hati, semacam “asal ditulis, semoga terlaksana.”

Namun, setiap kali melihat teman-teman yang membagikan pencapaian mereka—ada yang memulai bisnis, membeli rumah, meraih prestasi di pekerjaan—saya pun ikut terpacu:

“Kenapa saya tidak bisa?”
“Kenapa saya tidak mencoba juga?”

Kalau keinginan itu adalah sebuah tarikan, maka menyaksikan keberhasilan orang lain adalah sebuah dorongan yang kuat. Tidak perlu sampai dengan mentalitas “gagal atau mati,” karena toh konsekuensinya tidak separah itu.
Misalnya, gagal dalam bisnis atau ujian—paling buruk kita kembali menjadi karyawan biasa dengan rutinitas 9 to 5. Bukankah itu juga tidak masalah?

Dunia Terlalu Luas untuk Ditinggali di Zona Nyaman

Intinya sederhana: dunia ini begitu luas. Kalau kita hanya berdiam diri dalam zona nyaman yang sempit, kita tidak akan pernah berubah. Kita hanya bisa menatap jauh dengan rasa iri pada orang lain yang sudah berani melangkah.

Tapi, begitu kita berani melangkah keluar—sedikit demi sedikit, entah 30 menit belajar setiap hari, atau 1 jam melatih diri—perlahan jarak itu akan terkejar. Dan suatu hari nanti, tempat yang dulu hanya bisa kita pandang dari kejauhan, akan menjadi pijakan nyata tempat kita berdiri.

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine