Serangkaian badai mematikan melanda Asia Tenggara dalam beberapa hari terakhir. Hingga Selasa (2 Desember), Sri Lanka mencatat sedikitnya 410 korban tewas, sementara banjir dan tanah longsor di Indonesia, Malaysia, dan Thailand menewaskan lebih dari 900 orang. Ratusan ribu warga harus mengungsi
EtIndonesia. Pada Jumat lalu, siklon mematikan “Ditwah” menghantam Sri Lanka, memicu tanah longsor dan menyebabkan banjir terburuk dalam sepuluh tahun terakhir. Hingga Selasa (2 Desember), tercatat sedikitnya 410 orang tewas, 336 orang hilang, dan sekitar 1,2 juta orang terdampak.
Pemerintah mengerahkan buldoser dan ekskavator untuk membersihkan jalan demi memastikan makanan dan bahan bakar bisa mencapai wilayah bencana. Pejabat juga mengatakan bahwa pemulihan jaringan komunikasi dan listrik sedang berlangsung, setelah angin kencang memutus kabel listrik yang menyebabkan pemadaman di sejumlah wilayah.
Indonesia juga terdampak parah. Di Pulau Sumatera, banjir dan tanah longsor akibat siklon tropis dan hujan monsun menyebabkan 776 orang meninggal dunia dan 564 orang masih hilang per Kamis (4/12/2025). Banjir-longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat menyebabkan 10.400 rumah rusak dengan 50 Kabupaten/Kota yang terdampak.
Seorang warga berusia 57 tahun, Abdul Ghani, selamat karena sedang bekerja ketika banjir datang. Namun saat pulang, ia mendapati rumahnya tersapu banjir dan istrinya hilang. Anak tunggal mereka meninggal tujuh tahun lalu. Selama beberapa hari, ia terus membawa foto istrinya untuk mencari keberadaannya.
Warga terdampak di Sumatera, Abdul Ghani, berkata: “Saya hanya berharap bisa menemukan istri saya, meskipun hanya sepotong tulang tangannya, asalkan saya bisa mengenalinya, itu sudah cukup.”
“Sekarang saya sendirian. Tidak ada anak, tidak ada istri. Apa yang harus saya lakukan?”
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan lebih dari 10.400 rumah rusak, dan sekitar 3,2 juta jiwa terdampak. Pemerintah sedang memperbaiki jalan, jembatan, dan fasilitas komunikasi yang terputus .Catatan BNPB, 378 fasilitas umum rusak, 144 tempat ibadah rusak, 105 gedung/kantor rusak, 225 fasiltias pendidikan rusak dan 225 jembatan rusak.
Badai ini juga melanda Malaysia, menyebabkan setidaknya 3 orang tewas, sementara Thailand mencatat 181 korban jiwa. Badan bencana Malaysia memperingatkan bahwa gelombang banjir kedua dan ketiga masih mungkin terjadi dan perlu diwaspadai.
Semua bencana ini terjadi setelah Asia Tenggara mengalami cuaca ekstrem selama beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, Filipina dan Vietnam juga dihantam topan, dan sejumlah wilayah lain mengalami banjir berkepanjangan. (Hui)
Laporan dari Liu Jiajia, NTD Television, Amerika Serikat


