Dari Kerajaan Minyak Menjadi Negara Bangkrut! Utang Menggunung dari Partai Komunis Tiongkok Terancam Hangus

Diktator Nicolás Maduro ditangkap dalam operasi mendadak oleh militer Amerika Serikat, sementara rakyat turun ke jalan untuk merayakannya. Negara yang dahulu indah dan makmur, serta memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, kini mengalami kehancuran ekonomi akibat penerapan sosialisme dan jebakan hutang Partai Komunis Tiongkok (PKT). Dengan ditangkapnya sang diktator, utang luar negeri kepada Tiongkok pun semakin sulit untuk ditagih kembali.

EtIndonesia. Warga membawa bendera Venezuela dan bersorak di jalanan. Ini bukan perayaan hari kemerdekaan, melainkan diaspora Venezuela di luar negeri yang merayakan penangkapan Maduro oleh militer AS.

Sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, rakyat Venezuela justru tidak bisa hidup sejahtera. Utang negara mencapai dua kali lipat dari PDB, sementara rakyat harus menghadapi inflasi ratusan hingga ribuan persen. Akibat tekanan ekonomi dan penganiayaan politik, lebih dari 8 juta orang akhirnya terpaksa bermigrasi ke luar negeri.

Penyebab kemiskinan Venezuela terletak pada kebijakan mantan Presiden Hugo Chávez dan penerusnya Nicolás Maduro, yang menerapkan sosialisme dan nasionalisasi secara masif. Kebijakan ini memicu korupsi, pemborosan anggaran, fasilitas produksi yang usang, serta rendahnya efisiensi.

Selain itu, minyak Venezuela merupakan minyak berat yang sulit diolah. Ditambah dengan sanksi dari negara-negara Barat, ekspor minyak Venezuela menjadi sangat terbatas.

Di saat Venezuela terpuruk, PKT turut masuk campur. Selain menandatangani berbagai perjanjian seperti Belt and Road Initiative, Tiongkok juga memberikan pinjaman besar-besaran, dengan skema pembayaran menggunakan minyak. Tiongkok kemudian menjadi pembeli minyak terbesar Venezuela.

Namun, niat PKT dinilai tidak murni. Dalam pembelian minyak mentah, Tiongkok sering menekan harga sangat rendah, sekaligus menjadikan Venezuela sebagai basis untuk menyusup dan mempengaruhi Amerika Serikat.

Kini, dengan tumbangnya Maduro, PKT tidak hanya kehilangan satu sekutu diktator, tetapi juga menghadapi risiko gagal menagih hampir 100 miliar dolar AS pinjaman yang berpotensi berubah menjadi hutang macet. (Hui)

Laporan dirangkum oleh Lin Jiawei dan Li Yihong, New Tang Dynasty Asia-Pacific Television

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine