Kapal Induk USS Gerald R. Ford Dikerahkan ke Timur Tengah

EtIndonesia. Situasi Timur Tengah kembali memanas. Di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, Washington memutuskan untuk mengirim kapal induk kedua ke kawasan tersebut.

Ketegangan AS–Iran Meningkat, Washington Kirim Kapal Induk Kedua

Pada 13 Februari, Departemen Pertahanan AS mengumumkan bahwa USS Gerald R. Ford telah dipindahkan dari wilayah Karibia menuju Timur Tengah. Kapal ini merupakan kapal induk terbaru sekaligus terbesar yang dimiliki Amerika Serikat saat ini. Sebelumnya, kapal tersebut menjalankan misi di kawasan Karibia dan pada awal tahun ini sempat terlibat dalam operasi yang berkaitan dengan Venezuela.

Menurut laporan Reuters, seorang pejabat menyebutkan bahwa kapal induk tersebut diperkirakan membutuhkan waktu setidaknya satu minggu untuk mencapai kawasan Timur Tengah. Setibanya di sana, kapal ini akan bergabung dengan USS Abraham Lincoln yang sudah lebih dulu ditempatkan di wilayah tersebut.

Dengan demikian, kawasan itu berpotensi kembali berada dalam konfigurasi “dua kapal induk” (dual carrier deployment). Dalam beberapa waktu terakhir, Amerika Serikat juga telah mengerahkan sejumlah kapal perusak berpeluru kendali, pesawat tempur, serta pesawat pengintai ke kawasan tersebut.


Trump: Siap Digunakan Jika Negosiasi Gagal

Ketika ditanya mengenai alasan pengiriman kapal induk kedua, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa apabila jalur perundingan tidak membuahkan hasil, kapal tersebut akan digunakan sesuai kebutuhan. Ia menegaskan bahwa kapal induk itu akan selalu dalam kondisi siap siaga jika diperlukan.

Terakhir kali Amerika Serikat secara bersamaan menempatkan dua kapal induk di Timur Tengah terjadi pada Juni tahun lalu, saat militer AS melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.


Iran Kirim Sinyal Tegas

Di sisi lain, Iran juga mengeluarkan pernyataan keras. Media Iran melaporkan bahwa Laksamana Muda Shahram Irani menyatakan angkatan bersenjata Iran terus memantau “pergerakan musuh” siang dan malam. Ia menegaskan bahwa prioritas utama Angkatan Laut Iran adalah menjamin keamanan perdagangan maritim nasional.

Irani juga menyebutkan bahwa Iran tengah memperkuat apa yang disebut sebagai “diplomasi pertahanan maritim,” termasuk dengan berpartisipasi dalam latihan internasional serta mengirim instruktur ke luar negeri. Ia menambahkan bahwa kapal perusak, kapal selam, dan sejumlah peralatan angkatan laut Iran dirancang serta dibangun oleh para ahli muda dalam negeri. Menurutnya, militer Iran memiliki hubungan yang erat dengan rakyat.


Ancaman dari Houthi dan Posisi Komando Selatan AS

Selain itu, kelompok Houthi di Yaman dilaporkan meningkatkan mobilisasi militer. Mereka menyatakan bahwa jika Iran diserang oleh Amerika Serikat, pihaknya akan turun tangan memberikan dukungan.

Saat ini, Angkatan Laut AS memiliki total 11 kapal induk yang tergolong aset strategis tingkat tinggi. Penempatannya umumnya direncanakan jauh hari sebelumnya. Sementara itu, Komando Selatan AS menyatakan akan tetap fokus pada upaya penanggulangan aktivitas ilegal dan ancaman jahat di kawasan Belahan Barat. (Jhon)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine