Keindahan yang Tersembunyi dari Dunia

EtIndonesia. Seorang tukang kayu dan muridnya berjalan melewati sebuah hutan. Di sana, mereka melihat sebatang pohon yang tinggi, besar, dan berdiri dengan gagah.

Sang guru bertanya,
“Tahukah kamu mengapa pohon ini bisa berdiri dengan begitu anggun dan indah di sini?”

Murid itu memandang pohon tersebut dan menjawab,
“Tidak tahu, Guru.”

Sang guru berkata,
“Karena batang dan cabangnya bengkok dan berliku-liku. Ia tidak cocok dijadikan kursi, tidak cocok menjadi meja, dan tidak pula layak dijadikan balok penyangga bangunan. Justru karena ‘kekurangannya’ itulah, ia terhindar dari kapak para penebang. Maka hari ini kita masih bisa duduk di bawahnya, berteduh, dan menikmati keindahannya.”

Ternyata keberadaan pohon yang indah itu telah melewati banyak ujian. Ia lolos dari berbagai penilaian meremehkan para penebang kayu. Karena dianggap tidak berguna, ia justru selamat, dan keindahannya bisa dinikmati oleh generasi setelahnya.

Kisah lain datang dari ibu mantan Presiden Amerika Serikat, Dwight D. Eisenhower. Ketika ia diwawancarai di kampung halamannya, seorang wartawan bertanya,

“Anda pasti sangat bangga memiliki putra yang begitu luar biasa, bukan?”

Sang ibu tersenyum dan menjawab,
“Ya, tentu. Tapi saya bahkan lebih bangga pada putra saya yang lain. Ia sekarang sedang bertani di luar sana.”

Di mata seorang ibu, baik anak yang menjadi petani maupun anak yang menjadi presiden, keduanya sama-sama luar biasa.

Setiap orang memiliki keindahan dan bakatnya sendiri. Tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Selama itu lahir dari diri sendiri, maka itu adalah sesuatu yang baik dan berharga.

Namun, bakat dan keindahan itu harus disiram dengan keyakinan. Jika tidak dirawat dan tidak dipercaya, ia akan terus tersembunyi jauh di dalam hati, tak pernah benar-benar muncul ke permukaan.


Hikmah Cerita

Sering kali manusia mengeluhkan dirinya yang biasa-biasa saja dan merasa memiliki banyak kekurangan. Ironisnya, justru “kebiasaan” dan “kekurangan” itulah yang kadang membawa keselamatan dan ketenangan.

Seperti pohon dalam cerita tadi. Karena dianggap tidak sempurna, ia justru tetap hidup dan berdiri kokoh di antara langit dan bumi.

Dari sudut pandang tukang kayu, pohon yang bengkok itu tidak berguna karena tak bisa dijadikan furnitur. Namun bagi orang lain, pohon itu adalah karya seni alam yang indah.

Begitu pula dalam persahabatan. Mampu menerima dan bahkan menghargai kekurangan orang lain, itulah tanda persahabatan sejati.

Karena pada akhirnya, yang membuat seseorang berharga bukanlah kesempurnaannya—melainkan keberadaannya yang unik dan tak tergantikan. (jhon)

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine