[Berita Tersensor] Xi Tidak Keluar dari Beijing Selama 4 Bulan, Pergerakan Tidak Biasa Picu Spekulasi

EtIndonesia. Setelah sidang “Dua Sesi” (rapat tahunan parlemen PKT) berakhir pada 12 Maret 2026, hingga kini telah berlalu 10 hari, namun pemimpin Partai Komunis  Tiongkok, Xi Jinping, tidak meninggalkan Beijing untuk melakukan kunjungan inspeksi seperti biasanya pada pertengahan Maret. Hal ini menarik perhatian media.

Berdasarkan laporan publik, sejak melakukan kunjungan ke Guangzhou pada 7–8 November 2025, Xi Jinping sudah lebih dari empat bulan tidak meninggalkan Beijing, baik untuk kunjungan domestik maupun perjalanan luar negeri.

Menurut catatan media resmi Partai, dari tahun 2023 hingga 2025, setiap selesai “Dua Sesi”, Xi biasanya dalam waktu satu minggu akan meninggalkan Beijing untuk kunjungan ke daerah lain atau ke luar negeri. Namun tahun ini, kebiasaan tersebut tidak terjadi, dan hingga kini juga belum ada pengumuman resmi mengenai rencana kunjungan luar negeri Xi pada tahun 2026.

Selain itu, menjelang Tahun Baru Imlek, Xi juga tidak melakukan inspeksi ke daerah atau militer seperti biasanya. Ia hanya menyampaikan ucapan kepada militer melalui video pada 10 Februari, dan secara tidak biasa meminta seluruh pasukan untuk “menjaga status kesiapsiagaan sesuai ketentuan”.

Saat itu, muncul berbagai spekulasi dari luar bahwa setelah isu terkait Zhang Youxia dan Liu Zhenli, Xi Jinping mungkin khawatir akan risiko pembunuhan atau kudeta sehingga tidak berani meninggalkan Beijing.

Tiga Warga Tionghoa Didakwa Selundupkan Teknologi AI Canggih ke Tiongkok

Pada 19 Maret, Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengumumkan dakwaan terhadap dua warga Taiwan dan satu warga keturunan Tionghoa asal Amerika Serikat, yang diduga bersekongkol untuk secara ilegal mengirimkan server komputasi berkinerja tinggi yang dirakit di AS serta teknologi kecerdasan buatan (AI) canggih ke Tiongkok, melanggar hukum kontrol ekspor AS.

Kasus ini melibatkan produk dari perusahaan Super Micro Computer, dengan nilai mencapai puluhan miliar dolar.

Menurut siaran pers Departemen Kehakiman, pihak yang didakwa adalah:

  • Yih-Shyan Liaw (alias Wally Liaw), warga AS
  • Ruei-Tsang Chang (alias Steven Chang), warga Taiwan
  • Ting-Wei Sun (alias Willy Sun)

Liaw merupakan salah satu pendiri sekaligus wakil presiden senior Super Micro yang berbasis di San Jose, California. Chang adalah manajer bisnis perusahaan di Taiwan, sementara Sun adalah seorang kontraktor.

Liaw dan Sun ditangkap di Amerika Serikat pada 19 Maret dan akan diadili di pengadilan Distrik Utara California. Sementara itu, Chang masih buron.

Ketiganya didakwa dengan:

  • Satu tuduhan konspirasi melanggar Undang-Undang Reformasi Kontrol Ekspor (ancaman maksimal 20 tahun penjara)
  • Satu tuduhan konspirasi penyelundupan barang dari AS (maksimal 5 tahun penjara)
  • Satu tuduhan konspirasi penipuan terhadap AS (maksimal 5 tahun penjara) 

(hui)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine