Lai Ching-te Berhasil Kunjungi Luar Negeri, 3 Faktor Kunci — Partai Komunis Tiongkok  Marah Besar

Pada 2 Mei, Presiden Republik Tiongkok (Taiwan) Lai Ching-te tiba di negara sahabat di Afrika, Eswatini (disebut Swaziland di daratan Tiongkok), untuk memulai kunjungan kenegaraan. Sebelumnya, perjalanan ini sempat tertunda akibat intervensi dari Partai Komunis Tiongkok (PKT). Keberhasilan kunjungan ini membuat PKT sangat kesal. Sejumlah analis menilai Taiwan berhasil menembus tekanan ini karena tiga faktor kunci.

EtIndonesia. Awalnya, Lai Ching-te dijadwalkan berangkat ke Eswatini pada 22 April, namun sebelum keberangkatan diumumkan bahwa perjalanan ditunda karena gangguan PKT terhadap rute penerbangan pesawat presiden. Sebagai gantinya, Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung dikirim sebagai utusan khusus presiden.

Pada 1 Mei, Lai menghadiri acara peringatan Hari Ibu di Yunlin. Pada 2 Mei sore sekitar pukul 18.00, ia tiba-tiba mengumumkan melalui Facebook bahwa setelah pengaturan intensif oleh tim diplomatik dan keamanan nasional, ia telah berhasil tiba di Eswatini.

Lai menyatakan bahwa menuju dunia dan saling bekerja sama dengan kekuatan baik adalah hak yang tidak dapat dicabut dari rakyat Taiwan, sekaligus komitmen terhadap dunia. 

Menghadapi tantangan, Taiwan akan mengatasinya dengan tekad dan usaha, serta menghadapi tekanan secara rasional dan adil. Ia menegaskan bahwa meski mencintai kebebasan dan perdamaian serta tidak mencari konfrontasi, Taiwan tidak akan menyerah untuk berpartisipasi di dunia internasional.

Keberhasilan kunjungan ini membuat Kementerian Luar Negeri PKT dan Kantor Urusan Taiwan sangat marah. Juru bicara mereka, Chen Binhua, menuduh Lai mengabaikan kesejahteraan dalam negeri dan menyebutnya sebagai “pembuat masalah”.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Luar Negeri Taiwan memberikan bantahan keras, mengecam komentar PKT sebagai tidak masuk akal dan menuduh PKT “mempersenjatai keselamatan penerbangan”, yang mana justru dianggap sebagai pihak pembuat masalah.

Anggota legislatif Taiwan, Lin Chuyin, juga mengkritik keras melalui Facebook, menyatakan bahwa PKT tidak memahami konsep ATA dan seharusnya “belajar dulu” sebelum berkomentar.

Ia menjelaskan bahwa ATA (Arrive Then Announce) adalah praktik umum dalam diplomasi dan keamanan internasional, yaitu baru mengumumkan setelah tiba, sebagai mekanisme perlindungan untuk mencegah gangguan seperti yang dilakukan PKT. Metode ini sesuai dengan hukum internasional dan praktik diplomatik.

Menurut Lin, reaksi PKT seperti “preman yang memblokir jalan, tetapi marah ketika orang lain berhasil sampai tujuan melalui jalur alternatif yang aman.”

Ia menambahkan bahwa semakin emosional reaksi PKT, semakin menunjukkan bahwa Taiwan berada di jalur yang benar.

Mengenai keberhasilan kunjungan ini, analis media senior Akio Yaita menyatakan di platform X bahwa hasil dari “pertarungan tekanan” antara Taiwan dan Tiongkok di luar dugaan Beijing. Upaya untuk mengisolasi Taiwan justru memperbesar sorotan internasional dan memicu lebih banyak kritik.

Ia menilai ada tiga faktor utama keberhasilan Taiwan:

Pertama, legitimasi.

Ketika satu pihak menggunakan tekanan politik untuk mengganggu aktivitas internasional normal, sementara pihak lain hanya menjalankan pertukaran biasa, komunitas internasional dapat melihat dengan jelas siapa yang berada di pihak yang benar.

Kedua, dukungan eksternal.

Dalam beberapa tahun terakhir, sikap Amerika Serikat dan Jepang terhadap Taiwan semakin jelas. Melalui kebijakan, resolusi parlemen, dan pernyataan publik, mereka menegaskan bahwa Taiwan tidak seharusnya dikecualikan dari komunitas internasional.

Ketiga, sikap Taiwan sendiri.

Tanpa konfrontasi berlebihan atau reaksi emosional, Taiwan tetap melanjutkan upaya secara tenang, menyesuaikan rencana, dan akhirnya menyelesaikan misi. Ini mencerminkan koordinasi diplomatik yang matang dan upaya di balik layar.

Penulis menyimpulkan bahwa kombinasi ketiga faktor ini memungkinkan kunjungan tersebut terlaksana, sekaligus menunjukkan bahwa ruang diplomatik Taiwan tidak dapat dengan mudah ditekan atau dibatasi. (***)

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine