Kekhawatiran Akan Kudeta dan Pembunuhan Menyebabkan Peningkatan Langkah-langkah Keamanan untuk Putin

EtIndonesia. Seiring perang Rusia–Ukraina yang terus berlangsung sengit, Presiden Rusia Vladimir Putin semakin terisolasi. Laporan Financial Times mengungkap bahwa belakangan ini, kekhawatiran di Kremlin terhadap kemungkinan kudeta atau upaya pembunuhan meningkat tajam, dan langkah-langkah pengamanan terhadap Putin pun diperketat secara signifikan.

Laporan itu mengutip sumber yang mengetahui situasi, menyebutkan bahwa sejak Maret lalu, kekhawatiran Rusia terhadap keselamatan Putin meningkat jelas, terutama akibat risiko serangan drone dari Ukraina.

Saat ini, sistem keamanan federal Rusia yang bertanggung jawab atas perlindungan pejabat tinggi telah memperkuat langkah-langkah pengamanan secara menyeluruh. Ini termasuk pengerahan anjing pelacak, peningkatan penjagaan di area-area penting, serta pencegahan terhadap ancaman drone.

Pada saat yang sama, aktivitas publik Putin juga mengalami perubahan nyata. Ia mengurangi perjalanan dan kemunculan publik, lebih sering berada di bunker dalam waktu lama, serta bekerja secara jarak jauh.

Ada informasi yang menyebutkan bahwa Putin kini memusatkan sebagian besar energinya pada pengendalian perang, sehingga semakin menjauh dari urusan kesejahteraan masyarakat.

Seorang sumber yang mengenal Putin mengatakan bahwa ia menghabiskan sekitar 70% waktunya untuk memimpin perang, sementara 30% sisanya digunakan untuk urusan internasional atau ekonomi.

Saat ini, Putin dan keluarganya telah berhenti mengunjungi kediaman mereka di wilayah Moskow dan kawasan Valdai di barat laut.

Sementara itu, pihak resmi Rusia menayangkan video yang telah direkam sebelumnya untuk menciptakan kesan bahwa situasi tetap normal.

Sumber juga menyebutkan bahwa staf di sekitar Putin, termasuk koki, fotografer, dan pengawal, dilarang menggunakan transportasi umum, serta tidak diperbolehkan menggunakan ponsel atau perangkat lain yang terhubung ke internet di dekat Putin. Bahkan, rumah mereka juga dipasangi sistem pengawasan.

Sebenarnya, masalah keamanan tidak hanya terbatas pada Putin. Sumber menyebutkan bahwa pada akhir tahun lalu, badan keamanan dan Kementerian Pertahanan Rusia saling menyalahkan dalam sebuah pertemuan karena gagal melindungi pejabat militer tingkat tinggi Rusia, termasuk Letnan Jenderal Fanyl Salvarov.

Salvarov adalah kepala Direktorat Pelatihan Operasi Staf Umum Angkatan Bersenjata Federasi Rusia dan pernah berpartisipasi dalam perang Chechnya. Ia tewas pada 22 Desember 2025 dalam sebuah ledakan mobil di Moskow.

Akhirnya, Putin menyerukan semua pihak untuk tetap tenang dan menugaskan badan keamanan untuk memastikan keselamatan 10 jenderal senior, termasuk tiga wakil dari Kepala Staf Umum Valery Gerasimov. Sebelumnya, Gerasimov adalah satu-satunya perwira yang mendapat perlindungan khusus semacam ini.

Sumber : ntdtv.com

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine