EtIndonesia. Piala Dunia FIFA 2026 akan resmi dibuka pada 11 Juni. Namun hingga saat ini, pihak CCTV yang memonopoli hak siar eksklusif di wilayah Tiongkok, masih belum mencapai kesepakatan harga dengan FIFA.
Tahun ini, harga hak siar yang diminta FIFA mencapai beberapa kali lipat dibandingkan Piala Dunia FIFA 2022 empat tahun lalu. Dengan kondisi pasar iklan saat ini, CCTV hampir mustahil menutup biaya tersebut. Akibatnya, ada kemungkinan untuk pertama kalinya penonton di Tiongkok daratan tidak bisa menyaksikan siaran langsung Piala Dunia.
Selain itu, India juga belum mencapai kesepakatan hak siar, sehingga dua negara dengan populasi terbesar di dunia kemungkinan sama-sama akan melewatkan siaran turnamen ini.
Menurut sejumlah sumber di kalangan olahraga Tiongkok, harga yang ditawarkan FIFA kepada pihak Tiongkok untuk hak siar tahun ini mencapai sekitar 2,5 hingga 3 miliar dolar AS—sekitar 2 hingga 3 kali lipat dari edisi sebelumnya.
Namun, CCTV yang memiliki hak negosiasi eksklusif di Tiongkok hanya bersedia membayar sekitar 60 hingga 80 juta dolar AS.
Komentator sepak bola terkenal, Wang Tao, menyatakan bahwa jika CCTV memaksakan menerima harga tersebut, kemungkinan besar akan mengalami kerugian besar di tengah kondisi pasar iklan saat ini.
Sejumlah pelaku industri juga menambahkan bahwa tim nasional Tiongkok telah gagal lolos ke Piala Dunia selama enam edisi berturut-turut, sehingga antusiasme penggemar menurun dan minat pengiklan juga rendah. Ditambah lagi, turnamen tahun ini digelar di Amerika Utara, sehingga sekitar 70% pertandingan berlangsung pada waktu dini hari hingga pagi hari waktu Beijing, yang membuat prospek rating penonton kurang menjanjikan.
Jika CCTV tidak membeli hak siar, platform lain juga tidak berhak membeli secara langsung, sehingga di Tiongkok tidak akan ada siaran langsung gratis yang legal untuk Piala Dunia.
Menurut laporan Reuters, data menunjukkan bahwa selama Piala Dunia 2022, penonton dari Tiongkok menyumbang sekitar 17,7% dari total penonton global.
FIFA menyatakan bahwa saat ini telah menyelesaikan kerjasama hak siar di lebih dari 175 wilayah di seluruh dunia, namun negosiasi dengan Tiongkok dan India masih berlangsung dan detailnya belum diungkapkan ke publik.
Dilaporkan oleh reporter NTD, Liu Jiajia dari Amerika Serikat


