Didanai Departemen Front Persatuan PKT! Dalang Utama Laboratorium Tiongkok di California Dinyatakan Bersalah atas 12 Dakwaan

Perkembangan terbaru kembali muncul dalam kasus “laboratorium biologis ilegal” di California. Departemen Kehakiman AS mengumumkan bahwa warga negara Tiongkok berusia 64 tahun, Jia Bei Zhu, diduga melakukan penjualan alat tes COVID-19 secara curang, memalsukan label peralatan medis, serta menipu FDA. Juri federal memutuskan seluruh 12 dakwaan terhadapnya terbukti bersalah. Zhu kini menghadapi ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

EtIndonesia. Kasus mengejutkan laboratorium biologis ilegal di California ternyata berkaitan dengan produksi alat tes COVID-19 yang cacat. Jia Bei Zhu diketahui telah menjual secara curang lebih dari satu juta perangkat tes COVID-19 kepada pelanggan di seluruh Amerika Serikat dan memperoleh keuntungan ilegal hampir 4 juta dolar AS. 

Departemen Kehakiman AS pada 6 Mei mengumumkan putusan bersalah terhadap Zhu atas seluruh 12 dakwaan, termasuk penipuan telekomunikasi, penjualan alat medis palsu atau cacat, serta memberikan pernyataan palsu kepada FDA AS.

Jia Bei Zhu sendiri merupakan buronan yang dicari Kanada. Pada tahun 2023, ia ditemukan mendirikan laboratorium ilegal di sebuah gudang di Reedley. Di lokasi tersebut ditemukan ribuan botol berisi patogen virus seperti HIV/AIDS, malaria, demam berdarah dengue, dan COVID-19. 

Selain itu, laboratorium tersebut juga memelihara secara ilegal sekitar 1.000 tikus percobaan hasil rekayasa genetika. Laboratorium ini diduga mendapat dukungan dana yang terkait dengan “Departemen Front Persatuan” PKT.

Rekan bisnis sekaligus pasangan Zhu, Zhaoyan Wang, juga didakwa dalam kasus ini. Namun, sebelum Zhu ditangkap, Wang telah melarikan diri dari Amerika Serikat dan saat ini diyakini bersembunyi di Tiongkok.

Bukti yang diajukan dalam persidangan menunjukkan bahwa Zhu dan Wang bersama-sama mendirikan perusahaan Universal Meditech Inc. (UMI). Mereka juga sengaja mempekerjakan pegawai yang kurang berpengalaman sehingga tidak akan mempertanyakan perintah atasan.

Dari tahun 2020 hingga 2023, Zhu dan para pegawai UMI mengimpor sejumlah besar alat tes COVID-19 cacat dari Tiongkok, lalu melakukan pengemasan ulang palsu dan mendistribusikan produk-produk bermasalah tersebut. Perusahaan itu mengklaim produknya telah disetujui FDA dan dibuat di Amerika Serikat, padahal seluruh klaim tersebut palsu.

Beberapa pegawai yang terlibat memberikan kesaksian di persidangan bahwa mereka mengetahui tindakan tersebut salah. Namun, karena takut mengalami ancaman atau bahaya fisik jika menolak perintah Zhu, mereka akhirnya tetap melakukannya.

Jia Bei Zhu kemungkinan menghadapi hukuman lebih dari 20 tahun penjara. Putusan akhir nantinya akan ditentukan pengadilan berdasarkan faktor hukum terkait dan pedoman hukuman federal dengan mempertimbangkan berbagai variabel.

Laporan disusun oleh NTD Asia Pasifik, Zhang Kexin dan Chen Lingzhi.

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine