Sidang Dengar Pendapat Kongres AS: Perkembangan Teknologi Tiongkok Bergantung pada Pencurian

EtIndonesia. Baru-baru ini, DPR dan Senat Amerika Serikat berturut-turut menggelar dua sidang dengar pendapat yang berfokus pada masalah pencurian hasil inovasi AS oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT). 

Para anggota parlemen dan pakar yang hadir secara blak-blakan menyatakan bahwa model perkembangan teknologi PKT “sepenuhnya bergantung pada pencurian”, melalui infiltrasi akademik, spionase bisnis, serta pemaksaan transfer teknologi untuk mempercepat perkembangan kekuatan teknologinya. Ruang lingkupnya disebut hampir mencakup semua industri.

Kelompok lobi di Washington, Alliance for American Prosperity, dalam laporan terbarunya menyebut bahwa dua sidang dengar pendapat Kongres AS baru-baru ini sama-sama menyoroti pencurian kekayaan intelektual Amerika oleh PKT secara berkelanjutan.

Salah satunya adalah sidang Komite Khusus DPR AS mengenai Persaingan Strategis AS-Tiongkok yang berfokus pada risiko keamanan di bidang kecerdasan buatan (AI). Sementara Komite Yudisial Senat membahas bagaimana PKT dalam jangka panjang memperoleh teknologi inti Amerika melalui berbagai cara.

Peserta sidang mengungkapkan bahwa cakupan pencurian rahasia oleh PKT “mulai dari penggorengan hingga jet tempur”, hampir meliputi seluruh bidang industri.

Laporan itu menyebut PKT telah lama memanfaatkan sistem masyarakat terbuka Amerika untuk memperoleh kekayaan intelektual dan hasil riset ilmiah dalam skala besar. Salah satu caranya adalah melalui universitas dan lembaga penelitian dengan mengirim peneliti pascadoktoral dan akademisi tamu ke AS untuk ikut dalam penelitian mutakhir. Cara lain adalah mewajibkan perusahaan asing membentuk usaha patungan di Tiongkok dengan skema “teknologi ditukar dengan akses pasar”.

Senator Ted Cruz dalam sidang bertajuk “PKT Terus Mencuri Hasil Inovasi Amerika” mengatakan bahwa pencurian kekayaan intelektual oleh PKT tidak hanya menghantam ekonomi AS, tetapi juga mengancam keamanan nasional.

Ia mengatakan bahwa teknologi yang dikembangkan Amerika Serikat selama puluhan tahun dengan investasi besar dapat dengan cepat disalin PKT hanya dalam beberapa tahun melalui peniruan dan pencurian.

“Ini bukan persaingan normal, melainkan bentuk perkembangan parasit,” ujarnya. 

Mantan pejabat CIA Lyons mengatakan bahwa Komisi Kekayaan Intelektual AS pada 2017 memperkirakan kerugian tahunan akibat pencurian kekayaan intelektual oleh PKT mencapai 600 miliar dolar AS, dan kondisi sebenarnya mungkin jauh lebih parah.

Ia menyebut aktivitas pencurian rahasia PKT terutama berfokus pada sektor-sektor penting seperti energi, teknologi telekomunikasi, panel surya generasi baru, dan logistik transportasi.

Dalam sidang tersebut, banyak anggota komite juga memaparkan berbagai kasus pencurian inovasi Amerika oleh PKT. Para peserta mengakui bahwa bagi orang yang tidak memahami cara kerja PKT, banyak kasus terdengar seperti “cerita mustahil”.

Para akademisi menyebut bahwa sejak tahun 1990-an, PKT telah secara sistematis mencuri intelijen teknologi Amerika melalui mahasiswa internasional dan akademisi tamu.

“PKT mendorong orang-orang ini untuk mencuri rahasia Amerika. Selalu ada mahasiswa atau profesor yang membawa kabur rahasia dan teknologi. Masalahnya, administrasi universitas di Amerika tidak terlalu mengawasi karena ada isu kebebasan akademik,” ujar profesor Sekolah Bisnis Aiken Universitas South Carolina, Xie Tian. 

Para pakar mengatakan tujuan PKT mencuri teknologi canggih dan hasil penelitian mutakhir Amerika adalah agar dapat dengan cepat menjadi pemimpin global dalam inovasi teknologi.

Ekonom AS Li Hengqing mengatakan: “Lebih dari sepuluh tahun lalu, ketika kami mengadakan forum Tiongkok di Washington, para pakar think tank dan CIA sudah membahas hal-hal seperti ini. Tetapi saat itu belum ada kewaspadaan sebesar sekarang. Setelah Presiden Trump mendefinisikan hubungan AS-Tiongkok sebagai persaingan strategis jangka panjang, masyarakat mulai menerima konsep ini dan menjadi lebih waspada.”

Li Hengqing mengatakan bahwa dalam dua sidang Kongres terbaru, para akademisi ternama dan pakar think tank juga memperingatkan tentang infiltrasi teknologi PKT. Hal ini menunjukkan adanya perubahan nyata dalam sikap kalangan akademik, politik, dan bisnis di Amerika.

Ia menambahkan: “PKT selalu mendorong perusahaan dan individunya untuk ‘menyalip di tikungan’. Maksudnya adalah mengubah teknologi unggul milik Anda menjadi milik mereka, lalu melampaui Anda. Karena itu bukan hanya Amerika, kini semua negara maju telah menyadari betapa seriusnya masalah ini.”

Menurut Li Hengqing, dengan semakin meluasnya aktivitas spionase dan pencurian teknologi PKT, negara-negara Barat mulai kehilangan keunggulan mereka, bahkan beberapa industri telah disusupi dan digantikan oleh PKT.

“Mereka bukan hanya ingin menguasai industri Anda, tetapi juga memperbudak rakyat Anda. Inilah alasan penting mengapa kini dunia merasa khawatir terhadap Republik Rakyat Tiongkok. Semua orang merasa ancamannya ada di mana-mana,” katanya. 

Li Hengqing juga berpendapat bahwa negara-negara Barat kini telah sadar, sehingga banyak perusahaan asing mempercepat penarikan diri dari pasar Tiongkok. Ketika satu perusahaan pergi, hal itu dapat menjatuhkan banyak perusahaan lain di sekitarnya. Efek berantai ini, menurutnya, merupakan pukulan struktural yang sangat mendalam bagi rezim PKT.

Li Yun /Zhong Yuan – NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine