EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok daratan pada 13 hingga 15 Mei. Ini merupakan kunjungan pertamanya ke Tiongkok dalam masa jabatan keduanya, sehingga menarik perhatian luas.
Veteran media dan penulis Yan Chungou pada 12 Mei menulis artikel komentar di Facebook, memprediksi bahwa pertemuan “Trump-Xi” kali ini tidak akan menghasilkan terobosan besar dalam isu politik dan diplomatik utama. Yang mungkin ada hanyalah pertukaran kepentingan di bidang ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
多架美军运输机抵京 筹备特朗普访华
— 中華新聞 China News (@ZhonghuaNews_) May 11, 2026
近日,七架美军C-17运输机分批降落北京首都机场,相关物资陆续运抵。
此次由美空军专业空运部队执行,主要运送元首安保车辆、通信及医疗保障设备,为特朗普访华提前完成前期部署。
目前中美双方正对接高层会面相关事宜,具体行程尚未官宣。 pic.twitter.com/uW1GWwjACm
🔥 美军“黑色车队”已压过北京街头。中共所谓的主场,正被迫交出控制权。川普维安部队全面接管,顶级防弹座驾入场,连路过的北京市民都看傻了!
— 海外爆料 (@zhihui999) May 12, 2026
🚨 美国根本不信中共的安保,必须按美国规矩办,全套自带“移动堡垒”。这种景象,让习的强国尊严瞬间碎了一地❗️
✅ 中共这波“让步”,你觉得是习向川普低头吗⁉️ https://t.co/mX4IeuhXUb pic.twitter.com/F9OCBwWjag
今天有北京网友在机场高速偶遇C17拉来的美国总统车队
— Crypto Doggy 叫我狗总 (@CryptoDoggyCN) May 11, 2026
2台野兽2台萨博班1台重卡 pic.twitter.com/k99yNpKvKA
今天,北京网友在三元桥拍到的“野兽”,川普没到开出来干嘛? pic.twitter.com/p5QGayVGSS
— 老多 (@yuashwe) May 11, 2026
“Amerika tentu berharap PKT membeli lebih banyak produk AS, mengurangi penggunaan logam tanah jarang sebagai senjata ekonomi, serta mengendalikan masuknya fentanyl ke AS. Semua itu tidak menyentuh persoalan inti,” tulis Yan.
“Sedangkan pihak Tiongkok berharap AS melonggarkan pembatasan teknologi tinggi, tidak menjual terlalu banyak senjata canggih kepada Taiwan, dan tidak mengepung Tiongkok secara diplomatik. Semua itu adalah topik lama yang memang akan terus dibahas, tetapi kecil kemungkinan menghasilkan kemajuan nyata.”
Yan menyimpulkan: “Apapun hasil konkret dari pertemuan Trump-Xi nanti, semuanya hanya bersifat lokal, sementara, dan tidak terlalu penting.”
Ia menganalisis bahwa PKT tentu ingin memperbaiki hubungan AS-Tiongkok karena kesulitan yang dihadapi Tiongkok saat ini sebagian besar merupakan akibat dari memburuknya hubungan kedua negara di bawah kepemimpinan Xi Jinping. Namun menurutnya, keadaan sudah sulit dipulihkan karena Amerika kini memandang PKT sebagai musuh utama, dan posisi mendasar itu hampir tidak mungkin diubah kembali.
Yan mengatakan bahwa tujuan utama pertemuan pemimpin AS-Tiongkok kali ini adalah menjaga stabilitas situasi agar hubungan kedua negara tidak memburuk dalam waktu singkat.
Lalu apa yang masih menjadi sorotan utama dari pertemuan ini?
Belakangan ini, banyak video di media sosial menunjukkan bahwa demi menjamin keamanan KTT AS-Tiongkok tersebut, sejumlah besar perlengkapan keamanan dan logistik AS telah lebih dulu masuk ke Beijing. Banyak warga Beijing datang ke sekitar Bandara Ibu Kota untuk menyaksikan pendaratan pesawat angkut strategis besar C-17 milik militer AS. Selain itu, banyak warga juga merekam iring-iringan kendaraan Dinas Rahasia AS dan kendaraan kepresidenan di jalanan Beijing.
Menurut perhitungan netizen, saat ini sekitar 70 kendaraan pengamanan AS telah tiba di Beijing. Hanya pada Senin (11 Mei), empat pesawat C-17 lagi terbang dari Pangkalan Udara Misawa milik militer AS di Jepang menuju Beijing. Ditambah delapan pesawat yang sudah tiba sebelumnya, totalnya mencapai 12 pesawat, memecahkan rekor kunjungan luar negeri presiden AS. Saat Trump berkunjung ke Tiongkok pada 2017, hanya ada dua pesawat angkut.
Yan Chungou mengatakan bahwa kunjungan Trump kali ini dilakukan dengan “formasi besar” dari tim pendahulu presiden.
“Kendaraan kepresidenan AS tak tertandingi di dunia, perlindungan Dinas Rahasia sangat rapat tanpa celah, ditambah lagi pusat komando satelit terenkripsi dan jaringan komunikasi komando militer global. Ini benar-benar seperti membawa sebuah ‘Gedung Putih bergerak’ ke jantung Tiongkok.”
Ia menganalisis bahwa sebagai Presiden AS, di tengah situasi perang Timur Tengah saat ini, Trump harus membawa pusat komando negara bersamanya untuk menghadapi kemungkinan keadaan darurat. Namun di saat yang sama, hal itu juga merupakan bentuk demonstrasi kekuatan tak langsung terhadap PKT.
Yan menambahkan bahwa jika Presiden AS dapat memimpin operasi militer dari ibu kota Tiongkok, itu berarti AS sangat percaya diri terhadap teknologi perlindungan sinyal elektronik dan keamanan rahasia militernya.
Dengan kata lain, katanya, apakah Xi Jinping akan memiliki tingkat keyakinan keamanan yang sama jika harus memimpin operasi militer PKT dari Washington?
Pengamanan AS yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam pertemuan Trump-Xi ini juga memicu banyak diskusi publik.
Komentator isu terkini Lan Shu sebelumnya mengatakan kepada NTD: “Perang Iran saat ini dan perdamaian di Selat Taiwan membuat keselamatan pribadi Trump menjadi sangat penting.”
Ia menilai bahwa kunjungan Trump ke Beijing kali ini adalah pendekatan “menciptakan perdamaian melalui kekuatan”.
“Pemerintah AS tidak lagi mempercayai janji apa pun dari PKT. Namun Trump memiliki kekuatan yang cukup untuk menjaga perdamaian di kawasan Pasifik Barat.”
Sumber : NTDTV.com


