“Gedung Putih Bergerak” Dikirim ke Jantung Partai Komunis Tiongkok, Analisis: Trump Sedang Unjuk Kekuatan kepada Xi

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok daratan pada 13 hingga 15 Mei. Ini merupakan kunjungan pertamanya ke Tiongkok dalam masa jabatan keduanya, sehingga menarik perhatian luas.

Veteran media dan penulis Yan Chungou pada 12 Mei menulis artikel komentar di Facebook, memprediksi bahwa pertemuan “Trump-Xi” kali ini tidak akan menghasilkan terobosan besar dalam isu politik dan diplomatik utama. Yang mungkin ada hanyalah pertukaran kepentingan di bidang ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

“Amerika tentu berharap PKT membeli lebih banyak produk AS, mengurangi penggunaan logam tanah jarang sebagai senjata ekonomi, serta mengendalikan masuknya fentanyl ke AS. Semua itu tidak menyentuh persoalan inti,” tulis Yan.

“Sedangkan pihak Tiongkok berharap AS melonggarkan pembatasan teknologi tinggi, tidak menjual terlalu banyak senjata canggih kepada Taiwan, dan tidak mengepung Tiongkok secara diplomatik. Semua itu adalah topik lama yang memang akan terus dibahas, tetapi kecil kemungkinan menghasilkan kemajuan nyata.”

Yan menyimpulkan:  “Apapun hasil konkret dari pertemuan Trump-Xi nanti, semuanya hanya bersifat lokal, sementara, dan tidak terlalu penting.”

Ia menganalisis bahwa PKT tentu ingin memperbaiki hubungan AS-Tiongkok karena kesulitan yang dihadapi Tiongkok saat ini sebagian besar merupakan akibat dari memburuknya hubungan kedua negara di bawah kepemimpinan Xi Jinping. Namun menurutnya, keadaan sudah sulit dipulihkan karena Amerika kini memandang PKT sebagai musuh utama, dan posisi mendasar itu hampir tidak mungkin diubah kembali.

Yan mengatakan bahwa tujuan utama pertemuan pemimpin AS-Tiongkok kali ini adalah menjaga stabilitas situasi agar hubungan kedua negara tidak memburuk dalam waktu singkat.

Lalu apa yang masih menjadi sorotan utama dari pertemuan ini?

Belakangan ini, banyak video di media sosial menunjukkan bahwa demi menjamin keamanan KTT AS-Tiongkok tersebut, sejumlah besar perlengkapan keamanan dan logistik AS telah lebih dulu masuk ke Beijing. Banyak warga Beijing datang ke sekitar Bandara Ibu Kota untuk menyaksikan pendaratan pesawat angkut strategis besar C-17 milik militer AS. Selain itu, banyak warga juga merekam iring-iringan kendaraan Dinas Rahasia AS dan kendaraan kepresidenan di jalanan Beijing.

Menurut perhitungan netizen, saat ini sekitar 70 kendaraan pengamanan AS telah tiba di Beijing. Hanya pada Senin (11 Mei), empat pesawat C-17 lagi terbang dari Pangkalan Udara Misawa milik militer AS di Jepang menuju Beijing. Ditambah delapan pesawat yang sudah tiba sebelumnya, totalnya mencapai 12 pesawat, memecahkan rekor kunjungan luar negeri presiden AS. Saat Trump berkunjung ke Tiongkok pada 2017, hanya ada dua pesawat angkut.

Yan Chungou mengatakan bahwa kunjungan Trump kali ini dilakukan dengan “formasi besar” dari tim pendahulu presiden.

“Kendaraan kepresidenan AS tak tertandingi di dunia, perlindungan Dinas Rahasia sangat rapat tanpa celah, ditambah lagi pusat komando satelit terenkripsi dan jaringan komunikasi komando militer global. Ini benar-benar seperti membawa sebuah ‘Gedung Putih bergerak’ ke jantung Tiongkok.”

Ia menganalisis bahwa sebagai Presiden AS, di tengah situasi perang Timur Tengah saat ini, Trump harus membawa pusat komando negara bersamanya untuk menghadapi kemungkinan keadaan darurat. Namun di saat yang sama, hal itu juga merupakan bentuk demonstrasi kekuatan tak langsung terhadap PKT.

Yan menambahkan bahwa jika Presiden AS dapat memimpin operasi militer dari ibu kota Tiongkok, itu berarti AS sangat percaya diri terhadap teknologi perlindungan sinyal elektronik dan keamanan rahasia militernya.

Dengan kata lain, katanya, apakah Xi Jinping akan memiliki tingkat keyakinan keamanan yang sama jika harus memimpin operasi militer PKT dari Washington?

Pengamanan AS yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam pertemuan Trump-Xi ini juga memicu banyak diskusi publik.

Komentator isu terkini Lan Shu sebelumnya mengatakan kepada NTD:  “Perang Iran saat ini dan perdamaian di Selat Taiwan membuat keselamatan pribadi Trump menjadi sangat penting.”

Ia menilai bahwa kunjungan Trump ke Beijing kali ini adalah pendekatan “menciptakan perdamaian melalui kekuatan”.

“Pemerintah AS tidak lagi mempercayai janji apa pun dari PKT. Namun Trump memiliki kekuatan yang cukup untuk menjaga perdamaian di kawasan Pasifik Barat.”

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine