Kecelakaan Tambang Besar di Shanxi, Tiongkok : Ledakan Gas Tambang Batu Bara Tewaskan 90 Orang

EtIndonesia. Beberapa hari lalu, sebuah tambang batu bara di Kota Changzhi, Provinsi Shanxi, Tiongkok mengalami ledakan gas. Saat ini setidaknya 90 orang dilaporkan tewas.

Pada 23 Mei, Biro Manajemen Darurat Kabupaten Qinyuan mengumumkan bahwa pada 22 Mei pukul 19.29, terjadi ledakan gas di Tambang Batu Bara Liushenyu milik Grup Tongzhou di Kabupaten Qinyuan. 

Saat kejadian, terdapat 247 pekerja di bawah tanah. Hingga 23 Mei pukul 06.00 pagi, sebanyak 201 orang telah berhasil naik ke permukaan, 8 orang dinyatakan meninggal dunia dan 38 orang masih berada di bawah tanah. Penyebab kecelakaan masih diselidiki.

Namun hingga pukul 14.00 siang pada 23 Mei, media resmi Tiongkok melaporkan bahwa jumlah korban tewas telah mencapai 90 orang. Operasi penyelamatan masih terus berlangsung.

Karena rezim Tiongkok kerap dituduh menutupi skala bencana, banyak pihak menduga jumlah korban sebenarnya mungkin jauh lebih besar daripada angka resmi.

Seorang pekerja pengangkut batu bara mengatakan kepada media The Beijing News bahwa tambang tersebut beroperasi dalam tiga shift. Saat kejadian, para pekerja shift tengah sedang turun ke tambang. Lokasi kini telah dipasang garis polisi dan tidak dapat dimasuki. Sebagian besar pekerja tambang berasal dari Qinyuan dan Qinxian.

Pekerja lain yang menangani kelistrikan mengatakan dua temannya yang biasanya bekerja di bawah tanah lolos dari maut karena saat itu mereka bertugas pada shift pagi.

Warganet Tiongkok meninggalkan banyak komentar:

  • “Ya Tuhan, masih banyak orang terjebak di dalam.”
  • “Sangat menyedihkan.”
  • “Baru pagi sudah melihat berita seperti ini, benar-benar membuat hati berat.”
  • “Katanya terjadi di sumur nomor tiga.”
  • “Masih banyak orang belum keluar dari tambang, sangat mengkhawatirkan.”
  • “Kalau ledakan gas, kemungkinan kecil bisa selamat.”
  • “Jumlah korban sebenarnya mungkin jauh lebih banyak.”

Ada juga yang mempertanyakan perubahan jumlah korban: “Awalnya diumumkan 201 orang selamat, 8 orang meninggal, dan 38 masih dicari. Kok tiba-tiba korban tewas jadi sebanyak ini?”

Sebagian warganet menduga beberapa korban yang berhasil keluar ternyata dalam kondisi kritis dan akhirnya meninggal.

Komentar lain menyebut:

  • “Keuntungan industri batu bara dibayar dengan keringat dan keselamatan pekerja garis depan.”
  • “Satu shift bisa sampai sebanyak itu orang masuk tambang?”
  • “Sebagai pekerja tambang, melihat berita seperti ini sangat menyakitkan.”
  • “Berdasarkan pengalaman kerja saya, kecelakaannya pasti sangat serius.”
  • “Ini tambang hitam. Keamanan dan kondisi kerjanya sangat buruk.”

Seorang warganet yang ayahnya bekerja di tambang berkata: “Ayah saya bilang, kalau terjadi ledakan gas, hampir tidak ada yang bisa lolos.”

Banyak orang juga menyoroti dampak tragedi ini terhadap keluarga korban:

  • “Berapa banyak keluarga kehilangan anak dan ayah mereka.”
  • “Dalam belasan jam saja, jumlah korban melonjak drastis. Sangat mengerikan.”
  • “Harus ada pemeriksaan keselamatan besar-besaran dan pihak bertanggung jawab harus dihukum.”

Menurut laporan, saat kejadian terdapat 247 orang di bawah tanah. Hingga kini, 156 orang berhasil diselamatkan dan 90 orang tewas. Selain itu, 123 orang dilarikan ke rumah sakit.

Para korban luka dirawat di beberapa rumah sakit di Kota Changzhi dan Kabupaten Qinyuan. Mereka terutama mengalami keracunan gas beracun dan kini menjalani terapi oksigen hiperbarik. Pihak berwenang juga telah menahan penanggung jawab perusahaan terkait.

“Saat saya berada di area kerja 311, saya tidak mendengar suara ledakan apa pun. Tiba-tiba muncul asap dengan bau belerang seperti habis peledakan. Saya langsung menyuruh semua orang lari. Dalam perjalanan saya melihat ada yang pingsan karena asap. Saya sendiri juga pingsan. Setelah sekitar satu jam lebih, saya sadar dan membangunkan orang di sebelah saya, lalu kami keluar bersama,” ujar seorang penambang yang selamat bernama Wang Yong kepada CCTV. 

Komentator independen Cai Shenkun menulis di platform X bahwa jumlah korban kemungkinan masih akan terus bertambah dan mungkin akhirnya melebihi 100 orang.

Ia menilai tragedi besar ini menjadi pukulan berat bagi Gubernur Shanxi yang baru menjabat tahun lalu, Lu Dongliang. Sebelumnya sempat beredar rumor bahwa Lu akan dipindahkan menjadi Sekretaris Partai di Yunnan, namun tragedi ini kemungkinan besar akan mempengaruhi karier politiknya.

Data publik menunjukkan bahwa perusahaan tambang yang terlibat, Shanxi Tongzhou Group Liushenyu Coal Industry Co., sebelumnya bernama Shanxi Liushenyu Coal Industry Co. Tambang tersebut berada di Desa Shangzhuang, Kabupaten Qinyuan, Kota Changzhi, dengan kapasitas produksi yang diklaim mencapai 1,2 juta ton per tahun.

Informasi dari Biro Energi Kota Changzhi menunjukkan bahwa tambang tersebut tergolong tambang dengan kandungan gas tinggi, sehingga memiliki risiko besar terhadap ledakan gas.

Provinsi Shanxi dikenal sebagai provinsi utama penghasil batu bara di Tiongkok. Dengan wilayah yang lebih luas daripada Yunani dan populasi sekitar 34 juta jiwa, ratusan ribu penambang di provinsi itu menggali 1,3 miliar ton (1,17 miliar metrik ton) batu bara tahun lalu, atau hampir sepertiga dari total produksi batu bara Tiongkok.

Pada Oktober 2021, Biro Pengawasan Keselamatan Tambang Beijing menemukan bahwa tambang-tambang batu bara di Shanxi menghadapi sejumlah masalah keselamatan serius, termasuk protokol keselamatan yang tidak memadai untuk situasi darurat seperti kebocoran gas serta kurangnya pengawasan terhadap para pekerja.

Li Yuanhua, mantan profesor madya pendidikan di Capital Normal University di Beijing, mengatakan kepada The Epoch Times pada Oktober 2021 bahwa meskipun PKT telah menetapkan aturan keselamatan, aturan tersebut sering kali tidak ditegakkan.

Li juga menuduh bahwa tambang-tambang yang tidak aman masih bisa mendapatkan izin untuk kembali beroperasi karena pemerintah daerah mengejar pendapatan pajak, serta adanya kolusi antara pemerintah dan pihak bisnis.

Pada Februari 2023, sebanyak 53 orang tewas setelah terjadi runtuhan di tambang terbuka di wilayah Mongolia Dalam, Tiongkok utara. Pada November 2009, ledakan di sebuah tambang di Provinsi Heilongjiang, Tiongkok timur laut, menewaskan 108 orang, menurut media pemerintah.

Dilaporkan oleh Li Enzhen/ Li Quan – NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine