Kerusuhan Pecah Saat Perayaan Suporter PSG Usai Juara Liga Champions, 780 Orang Ditangkap di Paris

EtIndonesia.com. Pada 30 Mei 2026 malam, Paris Saint-Germain (PSG) mengalahkan Arsenal dalam laga final Liga Champions Eropa yang digelar di Budapest, Hungaria. Tropi yang diraih Si Merah-Biru kali ini merupakan kedua kalinya secara berturut-turut. Puluhan ribu suporter turun ke jalan-jalan Paris untuk merayakan kemenangan, namun perayaan tersebut dengan cepat berubah menjadi kerusuhan.

Para perusuh merusak toko-toko, membakar mobil, dan polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa. Sebanyak 780 orang ditangkap.

Rekaman dari Paris yang beredar di media sosial X menunjukkan para perayaan menyalakan kembang api dan suar di jalanan, sementara beberapa mobil dan sepeda listrik dibakar. Setidaknya satu toko dijarah, dan kerusuhan ini mengganggu layanan bus, kereta, serta transportasi rel di Paris.

Demi mencegah terulangnya kerusuhan seperti setelah kemenangan Liga Champions tahun lalu, pihak kepolisian Prancis mengerahkan sekitar 22.000 petugas di seluruh negeri, termasuk 8.000 di Paris. Layanan trem dihentikan, beberapa stasiun metro ditutup, dan sebagian layanan bus juga dihentikan.

Setelah pertandingan berakhir, para suporter bentrok dengan polisi di jalanan Paris, menyebabkan sejumlah petugas terluka. Polisi juga menembakkan gas air mata di pusat kota untuk membubarkan massa.

Pihak kepolisian menyebutkan bahwa sebuah toko roti dan restoran di dekat Stadion Parc des Princes, markas PSG, mengalami kerusakan. Saat itu puluhan ribu suporter berada di dalam stadion untuk menonton pertandingan, sementara 4.000–5.000 orang lainnya berkumpul di luar dan melemparkan benda-benda ke arah polisi.

Juru bicara polisi mengatakan sekitar 150 orang mencoba masuk ke stadion melalui salah satu pintu dan kemudian diusir. Sebagian orang membakar sepeda sewa yang ditinggalkan di tengah jalan dan membuat barikade, yang kemudian dibersihkan polisi. Selama kerusuhan, enam mobil, dua toko, dan satu halte bus juga rusak.

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez dalam konferensi pers mengatakan bahwa tahun ini terjadi peningkatan serangan terhadap aparat dengan kembang api. Bahkan, jumlah penangkapan nasional yang mencapai 780 orang meningkat 32% dibanding tahun lalu.

Ia juga menyebutkan bahwa 57 polisi terluka dan 219 warga sipil terluka, termasuk 8 orang dalam kondisi serius.

Kejaksaan Paris mengumumkan bahwa pada malam sebelumnya terjadi kecelakaan motor off-road di jalan lingkar Paris yang menewaskan seorang pria muda. Selain itu, di dalam kota Paris, satu orang juga diserang dengan senjata tajam dan masih dalam kondisi kritis.

Tahun lalu, perayaan kemenangan PSG di Liga Champions juga memicu bentrokan yang menyebabkan dua orang tewas, termasuk seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun.

Kekacauan di jalanan Paris ini memicu kemarahan pemimpin sayap kanan Prancis, Marine Le Pen. Dalam unggahannya di X, ia menulis: “Hanya di Prancis, kemenangan klub sepak bola bisa memicu kerusuhan.”

Ia menambahkan: “Hanya di Prancis orang merasa perlu mengunci diri di rumah pada malam kemenangan untuk menghindari kekerasan.”

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine