Banjir Melanda Banyak Wilayah di Guangxi, Tiongkok Ratusan Siswa Menunggu Evakuasi; Bayi Dimasukkan ke Dalam Ember untuk Diselamatkan

EtIndonesia.com Topan Maysak, yang merupakan topan ke-10 tahun ini, membawa hujan lebat berkepanjangan yang menyebabkan bencana di sejumlah provinsi di Tiongkok. Di Guangxi, banjir melanda banyak daerah dan warga terpaksa menyelamatkan diri dengan berbagai cara. Salah satu video yang beredar di internet memperlihatkan seorang pria menaruh seorang bayi ke dalam ember plastik, lalu membawanya melewati banjir yang hampir setinggi leher untuk mencari perawatan medis.

Akibat pengaruh Topan Maysak, wilayah Guangxi, Guangdong, Hunan, Hubei, Anhui, Jiangsu, Henan, dan Shandong mengalami hujan deras dalam beberapa hari terakhir, dengan sebagian daerah dilanda hujan ekstrem.

Pada 6 Juli, Waduk Liulan dan Waduk Yunbiao di Kota Hengzhou, Nanning, Guangxi, dilaporkan meluap dan mengalami kerusakan pada bendungan, sehingga banyak desa dan kota di daerah hilir terendam banjir.

Menurut laporan Dahe Daily, sekitar 200 hingga 300 orang masih terjebak di ruang-ruang kelas Sekolah Menengah Pertama Yunbiao (Yunbiao No. 1 Middle School). Mereka dilaporkan belum memperoleh makanan sejak pukul 06.00 pagi tanggal 6 Juli hingga 7 Juli.

Sebuah video lain menunjukkan bahwa pada 5 Juli, di Fangchenggang, Guangxi, seorang pria meletakkan seorang bayi yang diduga sedang sakit ke dalam ember plastik, kemudian menaruh ember tersebut di atas papan meja bundar agar dapat mengapung. Ia berjalan perlahan di tengah banjir yang hampir mencapai lehernya. Rekaman tersebut mengundang keprihatinan banyak orang.

Seorang pemilik toko setempat mengatakan bahwa saat itu genangan air hampir setinggi leher. Bayi tersebut diduga sedang demam sehingga sang pria berusaha membawanya ke rumah sakit. Namun, karena ia sendirian mendorong papan meja yang mengapung, ia kesulitan menjaga keseimbangan.

Menurut kesaksiannya: “Saat kami melihat bayi itu hampir tenggelam, keponakan saya langsung melompat ke air untuk membantu mendorong papan itu hingga mencapai tempat yang aman.”

Sekretaris Desa Nankang, Kota Hengzhou, mengatakan kepada Hongxing News bahwa banjir di desa tersebut terutama berasal dari limpasan Waduk Yunbiao, Waduk Liulan, serta beberapa kolam penampungan air berukuran kecil.

Ia mengatakan bahwa Desa Nankang memiliki sekitar 6.390 penduduk, dan akibat banjir yang dipicu oleh meluap serta jebolnya bendungan, hampir 1.700 warga masih terjebak.

Menurutnya, warga desa saat ini sangat membutuhkan bantuan darurat, terutama makanan dan air minum bersih.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Membangun Nostalgia Hari Ini: Apa yang Akan Diingat Anak-Anak Anda di Masa Depan?

Perjalanan berkemah tahunan, buku cerita favorit, atau tradisi hari raya dapat menjadi kenangan emosional yang melekat sepanjang masa kanak-kanak.oleh Walker LarsonKata nostalgia berasal dari...

Cara Mengurangi Ketergantungan Anak pada Layar dan Mengajak Mereka Kembali Bermain di Alam Terbuka

Sekarang waktu di depan layar telah menjadi bagian utama masa kanak-kanak bagi jutaan keluarga. Perangkat digital dirancang untuk menarik dan mempertahankan perhatian jauh lebih...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine