Zhang Youxia Dikabarkan Mengakui Upaya Memaksa Xi Jinping Melepas Kekuasaan, Pengamat : Perebutan Kekuasaan di PKT Semakin Sengit

EtIndonesia.com Pengamat politik independen Cai Shenkun baru-baru ini mengklaim bahwa Zhang Youxia, anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (PKT) sekaligus Wakil Ketua Komisi Militer Pusat, telah mengakui bahwa dirinya pernah berupaya menekan pemimpin PKT Xi Jinping agar menyerahkan kekuasaan. Menjelang Kongres Nasional PKT ke-21, laporan tersebut menyebut situasi politik di dalam negeri penuh ketidakpastian.

Sejumlah analis berpendapat bahwa dinamika politik tingkat tinggi di PKT saat ini sangat rumit dan perubahan besar dalam struktur kekuasaan dapat terjadi sewaktu-waktu.

Menurut laporan tersebut, pada awal tahun ini otoritas Tiongkok mengumumkan bahwa Zhang Youxia dan Liu Zhenli, anggota Komisi Militer Pusat sekaligus Kepala Departemen Staf Gabungan, sedang menjalani penyelidikan atas dugaan “pelanggaran disiplin dan hukum yang serius.”

Mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, Cai Shenkun mengatakan bahwa pada tahap akhir penyelidikan, Zhang bekerja sama dengan penyidik setelah putranya diduga dijadikan alat tekanan. Cai mengklaim bahwa Zhang akhirnya mengakui telah merencanakan semacam langkah untuk memaksa Xi Jinping menyerahkan kekuasaan.

Pengamat: Bisa Jadi Benar, Bisa Juga Hasil Paksaan

Pengamat politik Zheng Haochang menilai bahwa klaim tersebut mungkin saja benar, namun tidak menutup kemungkinan merupakan hasil pengakuan yang diperoleh melalui paksaan.

“Jika dikatakan Zhang Youxia berusaha melakukan kudeta, melihat posisinya saat itu, memang ada motif untuk melakukan hal tersebut. Namun itu mungkin hanya bisa terjadi apabila Xi Jinping tiba-tiba jatuh sakit dan tidak lagi mampu menjalankan pemerintahan,” katanya. 

“Perlu diingat bahwa seseorang yang berada dalam tahanan PKT dapat menghadapi berbagai metode interogasi yang sangat keras. Sangat sedikit orang yang mampu bertahan. Karena itu, pengakuan tersebut juga bisa saja merupakan hasil tekanan atau penyiksaan dan belum tentu dapat dipercaya,” ujarnya. 

Sementara itu, pengamat masalah Tiongkok Wang He berpendapat bahwa akar persoalan dapat ditelusuri kembali ke tahun 2023.

“Di satu sisi, kasus-kasus korupsi di militer semakin banyak terungkap, dan sebagian besar melibatkan orang-orang yang sebelumnya dipromosikan Xi Jinping, sehingga perhatian akhirnya mengarah kepada Zhang Youxia,” katanya. 

Ia juga mengatakan bahwa Xi disebut sangat memperhatikan berbagai ramalan mengenai kepemimpinannya, dan menilai hal itu turut memengaruhi hubungan Xi dengan Zhang, meskipun pernyataan tersebut merupakan interpretasi pribadi Wang.

Klaim Adanya Dukungan dari Tokoh Senior PKT

Menurut Cai Shenkun, sumbernya juga menyebut bahwa Zhang Youxia mengakui memiliki rencana untuk menekan Xi Jinping, dan bahwa rencana tersebut diduga mendapat dukungan dari sejumlah tokoh senior PKT, termasuk Wang Qishan, Zeng Qinghong, serta beberapa kader senior lainnya.

Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Analis: Perebutan Kekuasaan di Internal PKT Sangat Kompleks

Wang He menilai bahwa konflik internal PKT jauh lebih rumit daripada yang terlihat dari luar.

“Sejak 2023 hingga 2026, kondisi kesehatan Xi Jinping disebut mengalami perubahan, demikian pula hubungan politiknya dengan para bawahannya,” katanya. 

Menurut Wang, pembersihan besar-besaran di lingkungan militer telah melemahkan fungsi Komisi Militer Pusat.

Ia mengklaim bahwa: “Pada Kongres PKT ke-20 terdapat 42 jenderal berpangkat penuh, sedangkan sekarang hanya tersisa enam yang masih aktif.”

Ia juga mengatakan bahwa pada Januari 2026 Xi Jinping berhasil menjatuhkan Zhang Youxia, meskipun menurutnya proses tersebut berlangsung berliku dan penuh perubahan.

Perpecahan di Tingkat Atas PKT

Menurut Cai Shenkun, perkembangan politik saat ini diperkirakan akan memengaruhi para tokoh inti kepemimpinan PKT, termasuk Cai Qi, Wang Xiaohong, Li Qiang, dan Ding Xuexiang.

Ia berpendapat bahwa mereka menghadapi dilema antara tetap menunjukkan loyalitas atau mengkhawatirkan masa depan politik mereka sendiri, karena siapa pun yang dianggap berpotensi menjadi penerus dapat sewaktu-waktu menjadi sasaran penindakan.

Wang He menyimpulkan bahwa saat ini terdapat perpecahan mengenai arah kebijakan di kalangan elite PKT.

“Satu kelompok berpandangan bahwa demi melindungi kepentingan mereka sendiri, Partai Komunis harus ditinggalkan. Kelompok lainnya berpendapat bahwa Partai Komunis tidak boleh mundur sedikitpun dan harus tetap mempertahankan kendali atas Tiongkok, meskipun keadaan semakin memburuk,” katanya. 

Reporter NTD Television, Qiu Yue, melaporkan.

INSPIRASI ERABARU

Bersyukur Tak Hanya Menenangkan Hati, tetapi Juga Membentuk Ulang Otak

Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu otak mengembangkan rasa syukur yang bermanfaat bagi kesehatan mental maupun fisik. Oleh Sarah Campise Hallier Ketika ayah Melissa meninggal secara tiba-tiba,...

4 Makanan Tinggi Protein yang Membantu Lansia Meningkatkan Imunitas dan Mempertahankan Massa Otot

Asupan protein cenderung menurun seiring bertambahnya usia, dan dampaknya sering kali muncul secara perlahan tanpa disadari. Ketika massa otot melemah, infeksi menjadi lebih lama...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine