Pada 19 Juli, Rusia melancarkan gelombang baru serangan berskala besar terhadap sejumlah kota di Ukraina. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai puluhan lainnya, serta disebut sebagai salah satu serangan rudal balistik terbesar sejak perang Rusia–Ukraina dimulai. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy kembali menyerukan kepada negara-negara sekutu agar terus memasok sistem pertahanan udara.
EtIndonesia.com Pada 19 Juli, militer Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran ke Kyiv, Kharkiv, Zaporizhzhia, dan Sumy.
Di ibu kota Kyiv, sirine peringatan serangan udara terus berbunyi. Sejumlah bangunan terkena hantaman rudal, memicu ledakan besar dan kebakaran. Banyak warga segera bergegas menuju tempat perlindungan.
Seorang warga setempat, Vlad, mengatakan: “Pintu balkon saya sampai terlempar dan menghantam kepala saya.”
Militer Ukraina menyatakan bahwa sistem pertahanan udara di ibu kota berhasil:
- Menembak jatuh 18 dari 41 rudal yang ditembakkan Rusia.
- Mencegat 108 drone yang menyerang.
Dalam pidato video pada hari yang sama, Presiden Zelenskyy kembali mendesak negara-negara sekutu untuk terus menyediakan sistem pertahanan udara bagi Ukraina.
“Sangat penting bagi para mitra kami untuk memahami situasi saat ini dan menyadari bahwa kami benar-benar membutuhkan rudal pertahanan udara untuk melindungi nyawa rakyat kami—kebutuhan itu hampir ada setiap hari,” ujarnya.
Zelenskyy juga menyatakan bahwa sebagai tanggapan atas serangan terbaru Rusia, Ukraina akan terus melakukan serangan jarak jauh yang menargetkan industri minyak Rusia guna memutus jalur logistik militer Rusia.
Pada hari yang sama, Dinas Keamanan Ukraina (SBU) merilis sebuah video yang memperlihatkan drone laut Ukraina menyerang kapal tanker minyak Rusia “Avero”, yang disebut sebagai bagian dari “armada bayangan” (shadow fleet) Rusia, di Laut Hitam.
Militer Ukraina juga menyatakan bahwa drone mereka menyerang tiga fasilitas penyimpanan minyak di Krai Stavropol, Rusia.
Laporan gabungan oleh Zhao Fenghua, New Tang Dynasty Television


