EtIndonesia.com Pada Minggu 26 Juli dini hari, Topan Noul mendarat di Huizhou, Guangdong, Tiongkok. Intensitasnya melampaui Topan Maysak dan Bavi, sehingga menjadi topan terkuat yang mendarat di Tiongkok tahun ini. Angin kencang dan hujan deras melanda sejumlah provinsi, memperparah penderitaan wilayah Guangxi yang sebelumnya telah dilanda banjir.
Menurut laporan media Tiongkok, Noul mendarat sekitar pukul 03.50 di pesisir Kabupaten Huidong, Kota Huizhou, tepatnya di wilayah Pingtan. Kecepatan angin maksimum di sekitar pusat topan mencapai 45 meter per detik (setara angin tingkat 14).
Saat topan mendarat, kekuatan angin terus meningkat disertai hujan deras. Pepohonan di jalan bergoyang hebat, ranting dan daun beterbangan. Ombak besar menghantam pantai, sementara angin membawa hujan deras menyapu kawasan perkotaan. Tiang lampu jalan patah dan ring basket roboh diterjang angin.
7月26日凌晨,颱風紅霞登錄廣東惠州,狂風暴雨太恐怖! pic.twitter.com/B83p5Zum73
— ying tang (@yingtan04410735) July 26, 2026
Pemerintah Kabupaten Huidong menerapkan kebijakan “lima penghentian”, yaitu:
- menghentikan kegiatan belajar mengajar,
- menghentikan pekerjaan,
- menghentikan produksi,
- menghentikan transportasi,
- serta menghentikan kegiatan usaha.
Lebih dari 70.000 warga telah dievakuasi.
7月26日凌晨,颱風紅霞登錄廣東,汕尾市全區停電了。 pic.twitter.com/2E0bYKiY7K
— ying tang (@yingtan04410735) July 26, 2026
Seorang reporter yang berada di ruang tamu sebuah apartemen bertingkat di tepi laut mengatakan ia bisa merasakan gedung bergoyang dan lantai bergetar di bawah kakinya hingga kedua kakinya sedikit gemetar. Setiap kali dinding angin menghantam bangunan, seluruh gedung ikut bergetar, sementara kusen jendela mengeluarkan bunyi berderit seolah-olah akan runtuh.
Di luar gedung, angin berkekuatan tingkat 14 menghancurkan hampir segala sesuatu yang dilaluinya. Hujan diterbangkan angin hingga membentuk tirai air horizontal seperti semburan meriam air bertekanan tinggi yang menghantam setiap permukaan vertikal. Jarak pandang menjadi nol; yang terlihat hanyalah kabut putih dan puing-puing yang beterbangan.
台風紅霞過境之處,家破人亡,妻離子散! pic.twitter.com/W7LYfkdmgA
— 0 (@lammichaeltw) July 26, 2026
Gelombang besar terus menghantam pemecah ombak. Semburan air laut mencapai beberapa meter dan bahkan memercik hingga setinggi lantai dua bangunan di sepanjang jalan pesisir.
Papan reklame logam di kawasan pertokoan tepi pantai tercabik-cabik oleh angin sebelum akhirnya terbang dan menghilang dalam kegelapan.
Menurut Pusat Meteorologi Nasional Tiongkok, setelah mendarat Noul akan bergerak ke pedalaman dan membawa angin kencang serta hujan lebat ke Jiangxi, Hunan, dan Hubei, bahkan dampaknya diperkirakan mencapai Henan dan Shandong. Curah hujan diperkirakan berlangsung hingga sekitar 28 Juli.
7月26日,颱風紅霞在廣東登錄,深圳市民被颱風威力嚇到。 pic.twitter.com/htKCZPMSpo
— ying tang (@yingtan04410735) July 26, 2026
25日下午,超强台风红霞过境广东,网友们拍到了台风肆虐的恐怖场景。 pic.twitter.com/259IYSJrds
— 作家崔成浩 (@cuichenghao) July 25, 2026
台風紅霞過境之處,家破人亡,妻離子散! pic.twitter.com/W7LYfkdmgA
— 0 (@lammichaeltw) July 26, 2026
Video yang beredar di internet menunjukkan bahwa Kota Shanwei, Guangdong, juga terdampak topan sehingga mengalami pemadaman listrik total. Seorang warga mengatakan pintu pengaman di kompleks apartemennya hancur diterjang angin. Karena kamarnya berada tepat di samping pintu tersebut, ia tidak lagi berani masuk.
Seorang warga Shanwei yang merekam video mengatakan ombak yang dipicu topan mencapai sekitar 5 meter. Air laut menerjang daratan hingga menyeret sebuah rakit budidaya ikan ke pantai, sementara toko-toko di lantai dasar tergenang banjir.
Kota Guangzhou dan Shenzhen juga dilanda angin kencang dan hujan deras. Sebuah video memperlihatkan bahwa beberapa saat sebelumnya cuaca di Guangzhou masih cerah, namun tiba-tiba langit menghitam dan badai datang disertai hujan lebat.
Di Shenzhen, hujan deras turun disertai angin yang menderu. Banyak pejalan kaki tidak berani melanjutkan perjalanan dan memilih berlindung di dalam gedung. Berbagai benda dan puing beterbangan di udara, membuat warga ketakutan. Banyak pohon besar tercabut hingga akar-akarnya dan menimpa sepeda motor listrik yang diparkir di pinggir jalan.
Sementara itu, Guangxi, yang baru saja mengalami bencana banjir, belum sempat pulih kembali harus menghadapi hujan lebat akibat topan ini.
Sejak 24 Juli, Pusat Meteorologi Nasional telah mengeluarkan peringatan hujan lebat tingkat biru, dengan prakiraan bahwa pada malam 25 Juli hingga siang 26 Juli, beberapa wilayah Guangxi akan diguyur hujan disertai badai petir. Dari malam 26 Juli hingga siang 27 Juli, sebagian besar wilayah Guangxi diperkirakan tetap mengalami hujan, dengan beberapa daerah di bagian timur berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.
Video yang beredar menunjukkan kondisi para korban banjir di Guangxi semakin memprihatinkan. Sejumlah ruas jalan yang sebelumnya rusak kembali dihantam banjir lumpur akibat hujan deras, sehingga tim penyelamat harus terus melakukan perbaikan darurat.
Hingga saat ini, banyak warga di daerah terdampak masih bergantung pada bantuan logistik. Banyak wilayah yang mengalami kerusakan parah masih belum dapat dilalui kendaraan sehingga bantuan hanya bisa diangkut sedikit demi sedikit menggunakan sepeda motor off-road. Hujan deras yang terus berlanjut diperkirakan akan semakin menyulitkan proses penyelamatan dan distribusi bantuan.
Disusun oleh wartawan Luo Tingting / Editor: Wen Hui – NTDTV.com


