EtIndonesia.com Pada Minggu (30 Agustus), memasuki hari keempat setelah banjir besar melanda perbatasan Tiongkok–Nepal, keluarga para korban di sisi Nepal masih terus mencari anggota keluarga mereka yang hilang. Pada pagi hari yang sama, pihak berwenang kembali mengeluarkan peringatan, menyatakan bahwa permukaan air di wilayah hulu Tibet meningkat dan terdapat risiko terjadinya banjir kembali.
Di Nuwakot, ayah seorang korban yang hilang mengatakan bahwa bencana telah berlangsung selama empat hari dan pemerintah perlu mengerahkan tim penyelamat profesional.
“Anak saya adalah seorang insinyur mesin. Dia terjebak di dalam fasilitas pembangkit listrik tenaga air Trishuli 3A, beberapa kilometer dari sini. Ada sekitar 35 hingga 37 orang yang terjebak di dalam terowongan,” ujar Sher Bahadur Shahi, ayah korban hilang.
Di Distrik Chitwan, sejumlah keluarga korban mendatangi Rumah Sakit Bharatpur untuk melihat foto-foto jenazah dan mencoba mengidentifikasi korban yang meninggal.
“Kakak saya bekerja di Pembangkit Listrik Tenaga Air Mailung. Sejak banjir melanda pada tanggal 10 bulan Bhadra dalam kalender Nepal (26 Agustus), dia terus dinyatakan hilang. Saya sudah pergi ke banyak tempat, termasuk Nuwakot dan Trishuli, untuk mencarinya, tetapi kami belum berhasil mengidentifikasi siapa pun. Selama tiga atau empat hari terakhir saya terus mencarinya tanpa beristirahat. Saya yakin masih banyak keluarga seperti keluarga saya yang sedang mengalami penderitaan,” kata Suman Bajgain, adik korban yang hilang.
Menteri Luar Negeri Nepal, Shishir Khanal, pada Minggu mengunjungi lokasi di Trishuli untuk memantau langsung kondisi penanganan bencana.
“Pemerintah sedang melakukan segala upaya untuk penyelamatan. Saat ini kami masih berada dalam tahap penyelamatan. Saya sendiri baru tiba di lokasi dan belum menerima laporan dari tim di garis depan. Dalam tiga hari terakhir, kami telah menyelamatkan lebih dari 4.000 orang. Lebih dari 600 orang telah meninggal dunia, dan upaya penyelamatan aktif masih berlangsung di berbagai komunitas,” katanya.
Pada Minggu pagi, Departemen Manajemen Bencana Nepal bersama Pusat Prakiraan Banjir mengeluarkan peringatan kepada penduduk di wilayah Rasuwa, Nuwakot, dan Dhading.
Permukaan air Sungai Bhotekoshi diperkirakan dapat meningkat dan arusnya dapat menjadi sangat deras. Warga diperingatkan akan kemungkinan terjadinya banjir kembali, diminta tetap waspada dan segera mengungsi ke daerah yang lebih tinggi.
Pada Rabu (26 Agustus), runtuhnya gletser memicu longsoran batu, es, dan lumpur yang kemudian mengalir mengikuti Sungai Bhotekoshi dan Sungai Trishuli. Bencana tersebut menghancurkan rumah, jembatan, serta pembangkit listrik tenaga air.
Saat ini, jumlah korban tewas telah melebihi 800 orang, sementara lebih dari 3.000 orang masih hilang di Tiongkok dan Nepal, termasuk sedikitnya 540 warga negara asing.
Sebagian jenazah korban telah mengalami pembusukan parah. Pihak berwenang mengambil foto dan sampel DNA sebelum memakamkan jenazah sesuai prosedur guna mencegah penyebaran penyakit.
Laporan gabungan: Hong Qiji dan Wang Yanqiao, NTD.


