Kecelakaan dalam ajang China GT di Sirkuit Balap Shanghai pada 5 September memicu kontroversi besar. Minimnya respons penyelamatan dari pihak penyelenggara membuat publik ramai mengkritik. Warganet mengecam Xiaomi Group, yang menyediakan mobil keselamatan dan mobil medis dalam ajang tersebut, sekaligus mengungkap bahwa petugas keamanan di sirkuit diduga merupakan pekerja harian dengan upah hanya 60 yuan per hari.
EtIndonesia.com Pada 5 September, dalam balapan utama putaran pertama kelas GT3 pada seri keempat China GT 2026 di Shanghai, terjadi kecelakaan yang sangat mengerikan. Mobil balap nomor 91 dari tim FIST Auto mengalami tabrakan beruntun dan kemudian terbakar. Api berkobar hebat. Respons para petugas di lokasi membuat warganet marah.
Menurut laporan media Tiongkok dan informasi yang beredar di internet, setelah mobil balap terbakar, tidak ada petugas di lokasi yang segera maju untuk melakukan penyelamatan.
Pembalap Belanda dari tim Phantom Racing, Loek Hartog, yang mengemudikan mobil nomor 79, memutuskan untuk meninggalkan perlombaan dan mengambil risiko menyelamatkan pembalap yang terjebak dengan menariknya keluar dari kobaran api. Seluruh proses penyelamatan berlangsung sekitar 49 detik.
2026年9月5日,在上海国际赛车场举行的 China GT(中国超级跑车锦标赛)上海站 GT3组别第一回合正赛中,发生了一起严重的赛车碰撞起火事故。
— 浩哥i✝️i🇺🇸iA2 (@S7i5FV0JOz6sV3A) September 8, 2026
结果在事故发生的一瞬间主办单位的救援人员没有及时出现!而处在危险之中的英国队员居然是被同行荷兰队的队员弃赛第一时间参与灭火得以解救😏… pic.twitter.com/Lv2BiU7BHu
Dalam proses tersebut, Hartog bahkan meminta alat pemadam api kepada para petugas.
Pembalap Tiongkok Yang Baijie kemudian mengungkapkan di media sosial setelah balapan:
“Saat itu petugas penyelamat ketakutan. Setelah meletakkan alat pemadam api, mereka malah melarikan diri. Ambulans baru tiba 15 menit kemudian.”
Selain itu, terdapat seorang petugas di lokasi yang membawa alat pemadam api tetapi bahkan tidak dapat membuka alat tersebut dan tidak tahu cara menggunakannya.
Warganet mengecam keras situasi tersebut. Mereka mengatakan bahwa sirkuit balap merupakan tempat yang rawan kecelakaan. Namun, institusi Tiongkok yang telah menyelenggarakan ajang tersebut selama bertahun-tahun justru mengatur personel keamanan di lokasi dengan cara seperti itu. Hal tersebut dinilai seolah-olah mempertaruhkan nyawa manusia dan sangat sulit dipercaya.
Video dari lokasi menunjukkan bahwa petugas lintasan pertama yang tiba di tempat kejadian tidak mengenakan perlengkapan pelindung apa pun. Ia juga terlihat sudah lanjut usia dan bergerak lambat, sehingga diduga merupakan seorang pekerja berusia lanjut.
Petugas keamanan lanjut usia yang terlihat di lokasi kecelakaan.
Warganet kemudian membagikan berbagai tangkapan layar dan mengungkap bahwa beberapa petugas keamanan di lokasi sebenarnya merupakan pekerja sementara yang dipekerjakan oleh pihak penyelenggara.
Bayaran mereka disebut hanya sekitar 100 yuan per hari, sementara yang paling murah hanya 60 yuan per hari, dengan sistem pembayaran harian. Bahkan disebutkan bahwa jika mereka pulang lebih awal, upahnya tidak dipotong.
Warganet ramai berkomentar:
- “Ternyata pekerja sementara. Pantas saja alat pemadam api saja tidak bisa digunakan.”
- “Sehari cuma dibayar 60 yuan. Siapa yang mau mempertaruhkan nyawa hanya demi uang sebesar itu?”
- “Di tempat yang sangat berbahaya seperti ini bahkan tidak ada satu pun petugas keamanan dan penyelamat profesional. Siapa yang berani datang lagi?”
- “Ekonominya sedang tidak bagus. Demi menghemat uang, nyawa manusia pun tidak dipedulikan.”
Terkait kendaraan penyelamat yang baru tiba 15 menit kemudian, warganet kemudian mengarahkan kritik kepada Xiaomi Group.
Dalam ajang CHINA GT tahun ini, Xiaomi mengklaim bahwa model SU7 Ultra dan YU7 miliknya memiliki “performa yang sangat baik” dan karena itu kembali ditunjuk sebagai mobil keselamatan resmi dan mobil medis dalam ajang tersebut.
Xiaomi pun menjadi “mitra utama” CHINA GT.
Karena itu, warganet menyindir:
- “Mobil Xiaomi memang cepat. Untuk sampai ke sirkuit saja membutuhkan waktu 15 menit.”
- “Pihak penyelenggara ditambah Xiaomi, jadilah satu tim yang benar-benar asal-asalan.”
- “Entah demi uang atau demi promosi, yang jelas nyawa manusia tidak dipedulikan.”
Hingga kini, kontroversi terkait insiden tersebut masih terus memanas. Sejumlah tim balap dari berbagai negara dilaporkan telah mengumumkan pengunduran diri dari ajang CHINA GT.
Laporan dirangkum oleh wartawan Chen Zhenjin / Editor: Lin Qing.


