Saat Tahun ajaran baru tiba. Itu berarti para pelajar di seluruh dunia kembali berkutat dengan buku pelajaran—menghadapi mata pelajaran baru dengan bahan bacaan yang mungkin rumit, menantang, atau bahkan sangat membosankan. Faktanya, hampir semua orang, pada suatu waktu, pasti pernah menghadapi bacaan wajib yang sulit diselesaikan, tetapi tetap harus dibaca sampai tuntas.
Menghadapi bacaan yang sulit merupakan tantangan bagi siapa pun. Kapan terakhir kali Anda menyadari bahwa mata Anda terus membaca halaman yang sama berulang-ulang, tetapi pikiran Anda tidak benar-benar memahami apa pun? Atau mungkin Anda merasa membaca dengan lancar, sampai tiba-tiba menyadari bahwa selama ini Anda salah memahami semuanya? Atau Anda begitu frustrasi menghadapi buku teks yang rumit hingga ingin melemparkannya ke luar jendela?
Ada berbagai alasan mengapa kita merasa suatu bacaan sulit dipahami:
- Jika Anda tidak tertarik pada topiknya, bacaan tersebut mungkin terasa membosankan.
- Jika Anda tidak familier dengan topiknya, Anda tidak memiliki dasar pengetahuan untuk membangun pemahaman.
- Jika bahasanya lebih teknis daripada yang biasa Anda gunakan, Anda akan merasa frustrasi.
- Jika materinya sangat kompleks, akan sulit untuk mengikutinya.
Kesulitan memahami suatu bacaan sama sekali tidak berarti Anda bodoh. Buku-buku intelektual dan akademis bisa sulit dipahami bahkan bagi pelajar terbaik sekalipun. Meskipun tidak ada cara untuk membuat bacaan yang sulit menjadi mudah, ada beberapa pendekatan sederhana yang dapat membantu Anda memahami teks yang rumit jauh lebih cepat daripada membacanya berulang-ulang sampai kepala terasa pusing.
6 Perangkat untuk Menaklukkan Bacaan yang Sulit
Persiapan
Ingat prinsip Aristoteles, “Awal yang baik adalah separuh dari keberhasilan.” Prinsip ini menunjukkan bahwa kita dapat menghemat waktu dan tenaga dengan melakukan persiapan yang matang. Dalam menghadapi bahan bacaan yang sulit, persiapan berarti meninjau teks terlebih dahulu dan mempersiapkan diri agar lebih mudah memahaminya.
Sebelum mulai membaca, tinjau sekilas teks tersebut untuk memperoleh gambaran mengenai apa yang akan Anda pelajari dan bagaimana materi itu berkaitan dengan gambaran yang lebih besar. Perhatikan daftar isi, bagian pendahuluan, judul-judul, serta kata-kata kunci. Catat pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam pikiran Anda—terutama pertanyaan yang berkaitan dengan tujuan membaca materi tersebut.
Persiapkan diri dengan membangun pengetahuan latar belakang. Penelitian di bidang pendidikan menunjukkan bahwa menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki dapat meningkatkan proses belajar dan daya ingat. Karena itu, lakukan sedikit riset untuk mengenal topik tersebut sebelum mulai membaca. Pencarian daring mengenai topik, penulis, atau ringkasan buku dapat membantu mempersiapkan pikiran sehingga Anda dapat menyerap isi teks dengan lebih efektif.
Membaca secara aktif
Dalam membaca akademis, anotasi merupakan kunci untuk meningkatkan pemahaman dan daya ingat. Membuat catatan saat membaca tidak selalu berarti harus menuliskan semuanya di dalam buku catatan. Jika teks tersebut bukan bahan yang perlu dijaga keutuhannya, menandainya secara langsung akan jauh lebih efisien. Anda dapat memberi stabilo, melingkari, menggarisbawahi, dan menulis catatan di bagian tepi halaman. Namun, sebagai bentuk penghormatan terhadap buku, Anda mungkin memilih menggunakan kertas tempel dan penanda halaman sebagai alternatif.
Buatlah anotasi dengan tujuan yang jelas—pastikan Anda memahami mengapa Anda membaca materi tersebut dan apa yang diharapkan untuk Anda peroleh darinya. Kemudian, buat sistem simbol dan kode warna untuk mempermudah pencatatan serta peninjauan kembali. Catat informasi penting dan konsep-konsep utama, disertai hubungan pribadi yang Anda temukan, pertanyaan, dan tanggapan Anda.
Kesadaran terhadap proses berpikir diri sendiri disebut metakognisi, dan hal ini sangat penting untuk proses belajar yang efektif.
Belajarlah memparafrase: ambil informasi yang relevan dari setiap bagian dan ungkapkan kembali dengan kata-kata Anda sendiri. Memparafrase saat membaca membantu memastikan bahwa Anda benar-benar memahami apa yang telah dibaca. Parafrasa berbeda dengan ringkasan, tetapi keduanya sama-sama penting.
Ringkasan menangkap gagasan inti dan informasi utama dari suatu teks dengan kata-kata yang singkat, menyampaikan pesan utama tanpa menyertakan berbagai detail dan penjelasan. Anda dapat menulis ringkasan untuk diri sendiri atau membagikannya kepada orang lain. Bagaimanapun, kemampuan Anda menghasilkan ringkasan yang efektif menunjukkan bahwa Anda telah memahami dan menguasai materi tersebut.
Bersabarlah
Salah satu hal yang paling membuat frustrasi ketika membaca teks yang sulit adalah waktu yang dibutuhkan lebih lama. Tidak ada cara untuk menghindarinya, jadi perhitungkan hal tersebut sejak awal.
Berikan diri Anda waktu tambahan untuk membaca secara perlahan dan cermat. Hal ini memungkinkan otak membangun hubungan antargagasan dan memproses informasi. Tahan godaan untuk membaca cepat-cepat melewati suatu bagian tanpa benar-benar memahaminya. Sebaliknya, baca kembali bagian yang sulit atau kembali ke bagian sebelumnya untuk mencari informasi yang mungkin terlewatkan.
Dalam beberapa kasus, tentu saja, memahami inti atau gambaran umum suatu bagian sudah cukup. Untuk menentukan apakah hal tersebut berlaku, pertimbangkan kaitannya dengan tujuan tugas yang sedang Anda kerjakan.
Biarkan diri Anda belajar sesuai dengan kecepatan sendiri. Untuk bacaan yang kompleks atau membosankan, bagi materi tersebut menjadi beberapa sesi belajar yang lebih singkat. Perangkat seperti pengatur waktu Pomodoro dapat membantu Anda mempertahankan fokus tanpa mengalami kelelahan.
Terakhir, pastikan lingkungan belajar Anda mendukung kemampuan berpikir secara jernih. Menyingkirkan barang-barang yang berantakan dan berbagai gangguan akan membantu Anda berkonsentrasi pada teks yang menantang, sehingga bacaan tersebut menjadi lebih mudah untuk ditaklukkan.


