Seorang Instruktur Selam Warga Tiongkok Menembak dan Memakan Penyu Sisik di Raja Ampat, Ditangkap Saat Hendak Keluar Negeri Hingga Perbuatannya Dikecam Netizen Tiongkok

Baru-baru ini, video ini menjadi viral di kalangan komunitas penyelam. Seorang instruktur selam warga Tiongkok di Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat Daya, dengan kejam menembak mati seekor penyu sisik, spesies yang terancam punah secara internasional, kemudian memasaknya dan memakannya. Tersangka ditangkap saat hendak meninggalkan Indonesia. Berita tersebut bahkan menjadi pencarian populer di Weibo.

EtIndonesia.com Menurut laporan berbagai media Indonesia, pada Senin (14 September), instruktur selam warga Tiongkok Shang Wei (pelafalan nama dalam bahasa Mandarin) ditangkap ketika berusaha meninggalkan Indonesia melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. 

Shang Wei merupakan instruktur senior organisasi selam bebas internasional AIDA. Ia diduga menangkap dan memakan penyu di kawasan konservasi Kepulauan Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.

Video yang beredar di internet memperlihatkan seorang pria mengenakan perlengkapan selam menggunakan senapan ikan untuk menembak seekor penyu sisik dari jarak dekat. Video tersebut mulai beredar luas di media sosial sejak 13 September. Rekaman berikutnya memperlihatkan penyu sisik tersebut disembelih, dimasak, lalu dimakan. Peristiwa ini memicu kemarahan besar di kalangan komunitas penyelam dan warganet di seluruh dunia.

Penyu sisik masuk kategori kritis (Critically Endangered) dalam Daftar Merah Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN), serta tercantum dalam Apendiks I Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Fauna dan Flora Liar Terancam Punah (CITES). Di Tiongkok, penyu sisik merupakan satwa liar yang dilindungi negara tingkat pertama. Hukum Indonesia juga memberikan perlindungan ketat terhadap seluruh spesies penyu laut dan melarang pembunuhan, perdagangan, serta perdagangan produk yang berasal dari penyu.

Asosiasi profesional instruktur selam internasional PADI secara jelas menetapkan dalam pengajarannya bahwa penyelam tidak boleh menyentuh, mengganggu, atau melukai organisme apa pun di bawah air. Berburu dengan perlengkapan scuba—yaitu menangkap ikan atau organisme laut lainnya di bawah air menggunakan peralatan scuba—secara langsung bertentangan dengan prinsip utama tersebut.

Pada 14 September, setelah menerima laporan, tim patroli DPL dari komunitas masyarakat adat setempat melapor kepada polisi dan meminta penyelidikan atas dugaan kematian seekor penyu sisik di wilayah Pianemo. Mereka mengatakan bahwa kejadian tersebut kemungkinan berkaitan dengan aktivitas penangkapan ikan menggunakan tombak oleh seorang warga negara asing.

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat meminta pihak imigrasi memberlakukan larangan keluar negeri terhadap orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Menurut laporan CNN Indonesia, Kepala Kantor Imigrasi Makassar, Abdi Widodo Subagio, mengonfirmasi bahwa setelah menerima permintaan dari Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, pihaknya telah membawa Shang Wei kembali dan menahannya.

“Dia saat itu sedang bersiap untuk pergi—berencana meninggalkan Indonesia melalui Bandara Sultan Hasanuddin. Ketika kami memeriksa daftar penumpang dan melihat namanya, kami menghentikan perjalanannya,” ujar pejabat imigrasi tersebut.

Saat ini Shang Wei telah ditahan dan sedang dipindahkan ke Sorong, Papua Barat, untuk menjalani penyelidikan hukum lebih lanjut serta proses persidangan. Sementara itu, organisasi selam bebas juga sedang melakukan pemeriksaan disipliner terhadap status sertifikasinya sebagai instruktur.

Berita ini juga menjadi pencarian populer di Weibo daratan Tiongkok dan sempat menduduki posisi teratas. 

Sejumlah warganet mengatakan, “Kejam, benar-benar terlalu kejam,” dan “Benar-benar mempermalukan negara di luar negeri. Katanya dia sudah ditangkap. Kalau orang seperti ini menjalani hukuman penjara di Indonesia, apakah setelah kembali ke Tiongkok masih akan menjalani hukuman lagi?”

Warganet lainnya berkata, “Saya sampai sangat marah melihat video itu. Orang-orang seperti ini benar-benar sampah…”

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

Mid Autumn dalam Syair: Bagaimana Para Penyair Timur dan Barat Menemukan Inspirasi dari Pergantian Musim

Dari Danau Dongting yang diterangi cahaya bulan dalam puisi Li Bai hingga angin barat yang liar dalam karya Shelley, para penyair selama berabad-abad di...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine