EtIndonesia.com Baru saja terjadi insiden di lokasi di Washington, D.C. Seorang pemimpin kelompok pro-komunis, Li Huahong, disebut memimpin sejumlah orang untuk secara terang-terangan merampas spanduk yang digunakan praktisi Falun Gong dalam aksi protes damai di lokasi tersebut, serta memukuli praktisi Falun Gong. Pada akhirnya, Li Huahong berhasil dilumpuhkan dan ditangkap oleh polisi.
Menurut informasi awal, insiden tersebut terjadi di dekat National Mall, Washington, D.C., di depan sebuah gedung EPA (Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat).
Pada Kamis (24/9/2026), saksi mata di lokasi mengatakan bahwa Li Huahong secara terang-terangan memukuli seorang praktisi Falun Gong.
【親共頭子李華紅被捕倒地裝死】
— 大紀元爆料平台 (@china_epoch) September 24, 2026
「美國人是強盜!」這是親中共團體在華盛頓特區中心透過擴音器大聲播放的現場訊息,而當時習近平正在白宮受到高規格的熱情款待。… pic.twitter.com/AEETVGFe5R
Setelah itu, polisi langsung melumpuhkannya dan membaringkannya di tanah dengan kedua tangannya diletakkan di belakang punggung. Ia juga beberapa kali menjatuhkan diri dalam upaya menolak bekerja sama dengan petugas yang melakukan penegakan hukum.
Falun Gong, yang juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah sebuah latihan spiritual yang berlandaskan prinsip Sejati, Baik, dan Sabar. Diperkenalkan kepada masyarakat Tiongkok pada 1992, praktik ini menyebar luas hingga akhir 1990-an, dengan perkiraan resmi yang menyebutkan jumlah praktisinya di Tiongkok mencapai lebih dari 70 juta orang.
Pada 1999, PKT melancarkan kampanye brutal untuk memberantas praktik tersebut karena meyakini popularitasnya mengancam kekuasaan PKT. Sejak saat itu, ratusan ribu praktisi telah ditahan dan mengalami penyiksaan, sementara ribuan orang meninggal akibat penganiayaan selama berada dalam tahanan, menurut Falun Dafa Information Center. Karena ketatnya penyensoran di Tiongkok, jumlah korban tewas yang sebenarnya sulit ditentukan dan kemungkinan jauh lebih tinggi.


