Benarkah Dua Sendok Saus Tomat per Hari Bisa Melindungi Otak? Penelitian Mengungkap Peran Likopen

Mengonsumsi beberapa sendok makan saus tomat setiap hari, selain membuat saus pasta terasa lebih kaya, mungkin juga memberikan sejumlah manfaat bagi otak.

EtIndonesia.com  Sebuah penelitian kecil di Spanyol menemukan bahwa orang dewasa yang mengkonsumsi sekitar dua sendok makan saus tomat setiap hari selama tiga bulan menunjukkan hasil yang lebih baik dalam tes perhatian, kecepatan pemrosesan informasi, dan memori asosiatif dibandingkan ketika mereka menjalani pola makan rendah likopen.

Para peneliti mengatakan hasil tersebut mungkin berkaitan dengan likopen. Likopen merupakan antioksidan alami yang terdapat dalam buah dan sayuran berwarna merah, termasuk tomat.

Penelitian ini melibatkan 42 orang dewasa sehat berusia 40 hingga 55 tahun. Penelitian menggunakan desain acak silang. Para peserta terlebih dahulu menjalani pola makan rendah likopen, kemudian menjalani periode “washout” selama sebulan agar tubuh kembali ke kondisi awal, sebelum mengikuti pola makan dengan saus tomat. Dengan demikian, setiap peserta dapat menjadi pembanding bagi dirinya sendiri.

Selama menjalani pola makan rendah likopen, peserta tetap mempertahankan kebiasaan makan sehari-hari, tetapi menghindari makanan kaya likopen seperti tomat.

Pada tahap konsumsi saus tomat, peserta mengkonsumsi 0,5 gram saus tomat per kilogram berat badan setiap hari, dengan rata-rata sekitar 35 gram atau kurang lebih dua sendok makan.

Para peneliti menemukan bahwa setelah tiga bulan, kinerja peserta dalam sejumlah tes kognitif mengalami peningkatan. Nilai rata-rata tes perhatian meningkat 7,2 poin, sementara kecepatan pemrosesan informasi meningkat rata-rata 8,3 poin. Dalam tes memori asosiatif “memasangkan wajah dengan nama”, nilai rata-rata juga meningkat 0,8 poin.

Pemeriksaan darah pada saat yang sama menunjukkan bahwa kadar brain-derived neurotrophic factor (BDNF) dalam tubuh peserta sedikit meningkat. BDNF merupakan protein yang berkaitan dengan pertumbuhan, pemeliharaan, dan kemampuan adaptasi sel-sel otak.

Pola Makan Rendah Likopen Mungkin Kurang Baik bagi Otak

Penelitian ini diterbitkan awal tahun ini dalam jurnal Antioxidants. Para peneliti menekankan bahwa penelitian tersebut baru merupakan bukti awal yang menunjukkan kemungkinan adanya hubungan antara makanan kaya likopen dan fungsi otak. Penelitian dengan skala yang lebih besar masih diperlukan untuk memastikannya.

Dr. John Showalter, seorang dokter penyakit dalam di Pennsylvania, AS, mengatakan kepada Fox News bahwa bagian yang paling meyakinkan dari penelitian tersebut justru adalah kinerja peserta selama menjalani “pola makan rendah likopen”.

Dengan kata lain, hasil penelitian tersebut belum tentu berarti bahwa “mengkonsumsi saus tomat dapat membuat otak menjadi lebih baik”. Hasil itu juga dapat mencerminkan bahwa pola makan rendah likopen dalam jangka panjang mungkin berdampak kurang baik terhadap sebagian fungsi otak.

Showalter menunjukkan bahwa penelitian sebelumnya menemukan bahwa orang dengan kadar likopen yang lebih rendah dalam tubuh memiliki risiko kematian dan penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak penelitian juga mulai mengkaji hubungan antara likopen dan kesehatan otak.

Likopen merupakan salah satu jenis karotenoid, yaitu pigmen alami yang memiliki kemampuan antioksidan kuat. Likopen juga disebut memiliki manfaat dalam melawan kanker, termasuk kanker prostat. Selain tomat, semangka, pepaya, dan paprika merah juga mengandung likopen.

Menurut Dr. Showalter, makanan berbahan tomat yang dimasak dan dikonsentrasikan, seperti saus tomat dan tomat yang dikeringkan, memiliki kandungan likopen yang sangat tinggi.

INSPIRASI ERABARU

Terlalu Banyak Kegiatan Bisa Membebani Anak, Saatnya Menata Ulang Jadwal Mereka

Jadwal yang penuh tidak selalu berarti masa kanak-kanak yang penuh pengalaman jika hal itu justru menyisakan sedikit waktu untuk kehidupan keluarga yang paling berarti Annie...

Jangan Terjebak Lautan Nasihat Parenting, Percayalah pada Naluri Anda

Setiap orang, bahkan bibi mereka di Instagram, punya pendapat tentang cara membesarkan anak. Namun, tidak ada yang mengenal anak Anda seperti Anda sendiri Walker Larson Si...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine