G7 Vs ‘BRI-plus’

 Anders Corr

Negara-negara demokrasi memilih keluar dari pendekatan Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan organisasi-organisasi yang dimaksudkan untuk memfasilitasi kejahatan semacam itu. Pada 29 Desember, Argentina mengumumkan bahwa mereka telah berubah pikiran dan tidak akan menerima undangan untuk bergabung dengan negara-negara BRICS (yang dimulai oleh Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan, dan dipimpin oleh Beijing).

Organisasi-organisasi internasional partai Komunis Tiongkok (PKT)  kini semakin nakal sementara mereka mengklaim memperjuangkan sistem internasional yang “adil” dan “multilateral”. Negara-negara otokrasi dan pelanggar hak asasi manusia-termasuk Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Ethiopia-mendaftarkan diri pada visi Beijing mengenai dunia di mana diktator yang tidak terpilih semakin bebas melakukan pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga negaranya dan orang-orang di luar negeri.

Organisasi internasional lainnya yang dipimpin oleh PKT, the Belt and Road Initiative(BRI), juga menghadapi masalah dengan keanggotaannya. Italia, satu-satunya negara Kelompok Tujuh (G7) dalam kelompok itu, secara resmi meninggalkan BRI pada akhir 2023.

Negara-negara demokrasi yang masih berada dalam organisasi PKT memiliki masalah mereka sendiri. India mengikuti kebijakan luar negeri yang kurang memiliki nilai-nilai demokrasi. India terlibat dengan Rusia melalui pembelian energi dan senjata, misalnya, meskipun Moskow berperang melawan Ukraina. India lalai untuk mengutuk agresi di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Amerika Serikat ingin menarik New Delhi sebagai sekutu untuk melawan Moskow dan Beijing, sehingga tidak lebih vokal dalam kritiknya. Namun, ada ancaman finansial yang tersirat terhadap India karena keterlibatannya yang terus berlanjut dengan Rusia.

Afrika Selatan merupakan contoh kasus sosialisme, kriminalitas, dan disfungsi. Situasinya sangat buruk sehingga perusahaan milik negara yang paling penting, perusahaan listrik, tidak dapat diandalkan untuk terus menyediakan listrik. PDB per kapitanya turun hampir 23 persen sejak tahun 2011. Bahkan Afrika Selatan, yang merupakan anggota pendiri BRICS dan anggota BRI sejak tahun 2015, tidak dapat memanfaatkan hubungan dengan Tiongkok untuk mendapatkan bantuan pembangunan yang cukup agar tetap menyalakan listrik, menggambarkan kemiskinan yang mendasari klaim Beijing untuk mendukung pembangunan internasional.

Visi awal BRICS, yang terdiri dari empat negara (Afrika Selatan ditambahkan kemudian) yang dilihat oleh Wall Street sebagai jalur cepat pertumbuhan ekonomi, kini telah bermuara pada India, salah satu dari satu-satunya negara demokrasi dalam kelompok ini. Pertumbuhan tersebut bergantung pada perdagangannya dengan G7.

Pertumbuhan ekonomi di Brasil dan Afrika Selatan terus menerus tersendat-sendat, dan Rusia serta Tiongkok mengalami stagnasi atau bahkan lebih buruk lagi, sebagian karena seringnya mereka berseberangan dengan “Barat”. Beijing dan Moskow sekarang mencoba untuk memanfaatkan kelompok ini menjadi serikat mata uang yang akan membuat para anggotanya kebal dari jenis sanksi yang menargetkan Rusia yang mana juga dapat digunakan untuk melawan Tiongkok, jika mereka menginvasi Taiwan.

Anggota-anggota terbaru BRICS, yang diumumkan pada 29 Desember, sebagian besar adalah diktator dan pelanggar hak-hak asasi manusia. Iran adalah yang terburuk dari kelompok baru ini, dengan dukungan berkelanjutan untuk terorisme internasional melawan Amerika Serikat dan Israel melalui proksi-proksi mereka, Hamas, Hizbullah, dan Houthi. Bendera Houthi mencantumkan slogan, “Tuhan Maha Besar, Matilah Amerika, Matilah Israel, Terkutuklah Yahudi, dan Kemenangan bagi Islam.” Oleh karena itu, menjadi bagian dari organisasi internasional dengan Iran seharusnya tidak terpikirkan.

Untuk membalikkan dinamika ini, diperlukan pembebanan biaya ekonomi dan politik terhadap negara-negara yang bergabung dengan organisasi internasional Tiongkok. Sanksi terhadap negara-negara BRI dan BRICS (bersama-sama disebut “BRI-plus”) harus dipimpin oleh Amerika Serikat, sekutu-sekutunya, dan negara-negara G7 lainnya, dan termasuk penurunan akses ke pasar aliansi.

Amerika Serikat, Eropa, Jepang, dan negara-negara lain yang dekat dengan G7, seperti Korea Selatan, mengimpor lebih banyak dari negara-negara BRI-plus daripada sebaliknya. Hal ini memberikan G7 lebih banyak pengaruh perdagangan daripada BRI-plus berdasarkan aturan bahwa importir neto dalam hubungan perdagangan memiliki lebih banyak pengaruh perdagangan daripada eksportir neto, dengan asumsi yang sama. Hal ini konsisten dengan pengamatan mantan Presiden Donald Trump, ketika berbicara tentang perdagangan dengan Tiongkok, bahwa “pelanggan selalu benar.”

Amerika Serikat dan sekutunya juga dapat membebankan biaya kepada bank-bank asing yang mendukung negara-negara BRI-plus. Pada 22 Desember, pemerintahan Biden mengeluarkan perintah eksekutif yang mengesahkan sanksi baru terhadap bank-bank di negara-negara pihak ketiga yang memfasilitasi pelanggaran larangan ekspor militer ke Rusia. Hal ini akan memukul Tiongkok dan India paling keras.

Membebankan biaya kepada negara-negara BRI-plus juga dapat dilakukan dengan menjadikan keanggotaan di BRI-plus sebagai diskualifikasi untuk keanggotaan di G7. Negara-negara yang menerima perdagangan, bantuan, atau hak-hak istimewa ekonomi lainnya dari G7 harus diharapkan untuk menghindari BRI-plus dan meningkatkan ketaatan mereka terhadap pemilihan umum yang bebas dan hak asasi manusia. Dengan demikian, negara-negara tersebut akan menunjukkan diri mereka sebagai negara yang mendukung demokrasi atau tidak. Hanya negara-negara yang mendukung demokrasi yang akan terus didukung oleh G7.

Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini adalah pendapat penulis dan tidak mencerminkan pandangan The Epoch Times.

Ekonomi Tiongkok 2024 ini dan 2023 lalu: Merosot dan Depresi

DR Xie Tian

Dilema perekonomian Tiongkok pada 2023 lalu dengan krisis bertubi-tubi telah membuat masyarakatnya terguncang; memasuki tahun 2024, lalu bagaimanakah penampakan perekonomian Tiongkok, apakah akan membaik? Atau akankah terus merosot menuju depresi? 

Pasar properti di Tiongkok  sangat lesu, rata-rata nilai pasar properti Tiongkok telah menyusut hampir 30% pada 2023 lalu, bahkan di Hong Kong pada November lalu harga properti masih terus turun, yang berarti telah tujuh bulan berturut-turut anjlok. 

Total kapitalisasi pasar saham real estate Tiongkok hanya tersisa 1,2388 triliun Yuan RMB, ini adalah yang terendah sejak 3 tahun terakhir. Mesin penggalang dana bursa efek Tiongkok tidak berfungsi, indeks bursa efek Shanghai tidak mampu bertahan di angka 2.900 poin, dan telah kembali ke titik awal berdirinya bursa efek Tiongkok. .

Menurut kantor berita CNA, total kapitalisasi pasar dari 100 perusahaan real estate saham seri A (A shares) di bursa efek Tiongkok pada akhir 2021 dan akhir 2022 masing-masing telah anjlok 10% dan 8%; di bursa efek Hong Kong total kapitalisasi pasar dari 81 perusahaan real estate anjlok masing-masing 24% dan 7%. 

Pasca pandemi 2023, harga properti di saham seri A turun 21% dibandingkan dengan awal tahun, dan bursa efek Hong Kong pun turun 32%. Penurunan ini terus membesar, diprediksi kondisi ekonomi masih akan terus merosot.

Tahun 2023 lalu, kondisi ekonomi Tiongkok secara keseluruhan terus merosot, dari data yang disajikan oleh media massa Jepang yakni Nikkei dan QUICK, nilai rata-rata yang diprediksi oleh ekonom Tiongkok maupun luar negeri, terus diturunkan dari kuartal ke kuartal, prakiraan Beijing sebelumnya dipatahkan sekali demi sekali, angka tahunan yang baru akan diumumkan pada awal tahun 2024, walaupun telah di-mark up sedemikian rupa, sepertinya akan sulit mencapai sasaran 5% yang ditargetkan penguasa PKT. 

Dihitung berdasarkan mata uang RMB, pertumbuhan tahunan PDB nominal (tanpa mempertimbangkan inflasi, red.) Tiongkok adalah kurang dari 3,5%. Sedangkan jika dihitung dengan USD, karena tahun ini RMB melemah, maka PDB nominal Tiongkok akan semakin menyusut lagi. 

Fenomena dimana kenaikan ekonomi Tiongkok secara kuartal maupun tahunan lebih rendah dibandingkan AS telah mulai tampak, fenomena ini belum pernah terjadi sejak lebih dari empat dasawarsa reformasi keterbukaan Tiongkok, ini menandakan kesenjangan ekonomi antara AS dengan Tiongkok  bukan hanya tidak mengecil, melainkan justru terus bertambah besar!

Melihat pangsa ekonomi dunia yang dicakup oleh skala ekonomi kedua negara AS dan Tiongkok, secara rasio PDB global kesenjangan antara AS dengan Tiongkok  juga semakin melebar. Tiga tahun lalu (2021), PDB AS adalah sekitar 5,2 triliun USD lebih tinggi daripada Tiongkok, berarti PDB Tiongkok adalah sekitar 77% dari AS, ini adalah titik tertinggi dalam sejarah. Dua tahun lalu (2022), PDB AS adalah sekitar 7,5 triliun dolar AS lebih besar dibandingkan Tiongkok, berarti PDB Tiongkok hanya sekitar 70% dari AS. Dan data semester awal tahun (2023) lalu menunjukkan, PDB Tiongkok tahun ini hanya sekitar 63% dari AS, jadi kesenjangan RRT-AS semakin membesar. 

Satu hal yang harus dijelaskan, besarnya skala ekonomi AS adalah sebagai badan ekonomi terbesar di dunia, salah satu negara paling makmur di dunia, sedangkan Tiongkok apakah benar-benar dapat memasuki negara makmur level bawah, hal ini masih menjadi tanda tanya, sedangkan kecepatan pertumbuhan ekonomi negara yang relatif tertinggal yang bahkan tidak mampu mengejar negara yang relatif lebih makmur, kesenjangan ini hanya akan makin membesar secara mencengangkan!

Substansi ekonomi Tiongkok mengalami resesi, sementara kapital di Tiongkok terus mengalir keluar dengan skala yang semakin besar sejak 2023. Menurut pemberitaan New York Times, dana terus mengalir keluar dari Tiongkok mencapai 50 miliar dolar AS setiap bulannya di tahun 2023, terutama berasal dari rumah tangga Tiongkok dan perusahaan swasta.

Pada September 2023, aliran dana Tiongkok yang keluar mencapai skala tertinggi seperti saat mengalir keluarnya dana yang pernah terjadi di tahun 2016 akibat melemahnya RMB (55,8 milyar dolar AS). Menurut surat kabar Wall Street Journal, sejak Agustus 2023 lalu, dana sebesar 24 miliar dolar AS telah ditarik dari saham seri A Tiongkok. 

Perusahaan asing di sektor manufaktur hingga akhir Juli lalu hanya tersisa 43.348 perusahaan, atau telah turun ke level seperti tahun 2004. Tujuh bulan pertama di tahun 2023 lalu, sekitar tiga perempat dari keseluruhan modal asing yang masuk ke bursa efek Tiongkok telah ditarik. Investasi asing langsung (FDI) Tiongkok pada kuartal ketiga mengalami nilai negatif, dan ini adalah pertama kalinya sejak 1998 silam. 

Arus modal keluar semakin cepat, perusahaan-perusahaan penanaman modal asing menarik diri, rantai pasokan bergeser, dan pabrik-pabrik di seluruh dunia direlokasi. Kelas kaya di Tiongkok telah mentransfer aset senilai ratusan miliar dolar ke luar negeri, dan investasi asing langsung (foreign direct investment) telah menurun, sehingga menyebabkan RMB berada di bawah tekanan yang lebih besar untuk terdepresiasi. Di balik aliran modal asing itu, adalah akibat telah hancurnya keyakinan asing terhadap pemerintahan Beijing maupun terhadap perekonomian Tiongkok.

Merosotnya perekonomian Tiongkok pada 2023 lalu adalah akibat sifat asli PKT sendiri dan karena sikap politik yang diputuskan oleh pemerintahan Xi Jinping sendiri. Xi Jinping meneguhkan tekad ingin mengukuhkan rezim partai komunis, serta ingin kembali pada sistem negara partai, dengan “tidak melupakan niat awal” untuk kembali ke tujuan “Manifesto Komunis” dan menghapuskan sistem kepemilikan pribadi. 

Selama dua dasawarsa ini, masyarakat di negara bebas dan Tiongkok akhirnya melihat jelas wajah asli PKT, dan telah memahami fakta, negara dunia bebas juga telah mencampakkan mimpi perubahan secara damai, memahami sistem PKT yang menekan rakyat, gemar berkonflik, mengekspansi militernya dan siap berperang (mencaplok Taiwan dan mengintimidasi Filipina, Red.), mengubah aturan internasional, serta berambisi merebut dominasi dunia.

Negara-negara yang telah tersadarkan itu mulai de-coupling dengan PKT di bidang teknologi canggih, dan de-risking, serta berkonfrontasi penuh dengan PKT dalam hal politik, militer, ekonomi, teknologi, dan geopolitik. Masyarakat internasional akhirnya telah mengenali, Tiongkok hanya ada reformasi pasar dan tidak ada reformasi politik, pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang terus menerus, hanya akan semakin memperkuat rezim PKT, dan meningkatkan kekuatan para penganut komunis itu untuk menghancurkan dunia; mengizinkan perekonomian RRT berasimilasi dalam ekonomi global, pasti akan mengakitbatkan sistem ekonomi dan tatanan politik dunia hancur total.

Berbagai indikator ekonomi Tiongkok di tahun 2023, walaupun telah dipoles dan dipercantik sedemikian rupa oleh PKT, tapi telah kehilangan daya tariknya, berbagai macam peristiwa Black Swan (angsa hitam, red.) dan Gray Rhino (badak abu-abu, red.) dapat terjadi sewaktu-waktu. PKT terus menerus menekankan berbagai kondisi “keamanan”, juga menekankan berbagai macam “stabilitas” tanpa peduli berapa pun harga yang harus dibayar, menekankan “ekspektasi stabil”, semua ini justru menjelaskan PKT sendiri sangat memahami, masa depan sulit diprediksi, harapan sangat tipis, dan PKT sudah menemui jalan buntu.

Pada akhir tahun 2022 lalu, Academic Center for Chinese Economic Practice and Thinking (ACCEPT) di Tsinghua University menggelar “Forum Ekonomi Tiongkok dan Dunia Tsinghua University ke-44” dengan tajuk “2023-2027: Peluang dan Tantangan”. 

Wakil Presiden Eksekutif ACCEPT yakni Li Keaobo beserta peneliti Guo Meixin, Wu Suyu, dan Lu Lin dalam laporan ekonomi makro berjudul “Revitalisasi Pertumbuhan: Pandangan Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok 2023-2027” mengatakan, menjadikan tren penurunan ekonomi yang monoton selama jangka waktu panjang ini menjadi sasaran negara maju menengah di tahun 2035 adalah hal yang paling mendesak. Mereka menjelaskan delapan masalah besar dan tujuh potensi yang ada dalam perekonomian Tiongkok, serta mengemukakan 12 rencana paket untuk merevitalisasi pertumbuhan.

Berdasarkan estimasi ACCEPT, untuk mewujudkan sasaran Xi Jinping dalam laporannya pada Kongres Nasional ke-20, yakni PDB 2035 mencapai level negara maju menengah, maka perekonomian Tiongkok dari 2023 hingga 2035 rata-rata pertumbuhan gabungannya harus mencapai 4,61%. 

Karena sejak 2010 hingga 2019 pertumbuhan PDB telah mengalami tren penurunan yang monoton, dengan kecepatan penurunan seperti ini, mulai 2023 hanya butuh waktu 2 tahun untuk turun sampai di bawah 4,61%. Itu sebabnya, hal yang paling mendesak saat ini, adalah memutar-balikkan tren penurunan ekonomi yang monoton, jika tidak, sasaran untuk menjadi negara maju menengah pada 2035 tidak akan dapat direalisasikan. 

Kini, pertumbuhan 2023 lalu sebenarnya hanya 3,5% saja, dan pada 2024 ini juga tidak ada kemungkinan akan membaik, sasaran menjadi negara maju menengah yang hendak dicapai oleh Xi Jinping di tahun 2035 sama sekali tidak dapat terwujud!

Delapan masalah besar perekonomian Tiongkok yang telah disebutkan oleh ACCEPT sungguh sangat realistis. Delapan masalah perekonomian Tiongkok itu adalah: 

1. Risiko jangka pendek dan titik balik jangka panjang pada pasar properti yang saling terjalin; 

2. Utang pemerintah daerah tidak bisa diteruskan, karena secara serius menguras vitalitas ekonomi daerah; 

3. Lemahnya pertumbuhan ekonomi swasta; 

4. Pertumbuhan konsumsi terus merosot;

5. Pemerintah daerah tidak proaktif mengembangkan ekonomi daerah; 

6. Jumlah populasi menurun dan penuaan usia penduduk; 

7. Tingkat pengangguran kaum muda terus menanjak; dan 

8. Kontribusi luar negeri terhadap pertumbuhan ekonomi Tiongkok menurun. 

Delapan masalah besar perekonomian Tiongkok yang ditunjukkan dalam laporan ACCEPT tersebut masih akan eksis sampai 2024 ini, dan akan terjadi tren kuat semakin memburuk. 

Utang daerah semakin membesar, perusahaan swasta semakin lama semakin melemah, konsumsi juga merosot, pemerintah daerah mulai tiarap dan tidak mau melakukan apapun, skala populasi Tiongkok berkurang, tingkat pengangguran kaum muda yang tingginya begitu mengejutkan, ekspor ke AS dan Eropa yang selama ini menjadi kereta penggerak untuk menghasilkan Hard Currency juga meredup dengan cepat.

“Tujuh potensi pertumbuhan” ekonomi Tiongkok yang disebutkan ACCEPT adalah: 

1. Geografi ekonomi penduduk di masa mendatang yang semakin membaik berpotensi bertumbuh; 

2. Rasio simpanan yang tinggi dijadikan sebagai pondasi untuk penyesuaian dan revitalisasi pertumbuhan; 

3. Sumber daya manusia yang berkualitas tinggi menjadi pondasi menopang pertumbuhan ekonomi; 

4. Potensi baru invasi iptek; 

5. Perusahaan ekonomi digital yang lahir dari pasar Tiongkok;

 6. Kemampuan merespon dan membentuk ekonomi internasional;

 7. Pasar terpadu untuk melepaskan potensi pertumbuhan ekonomi jangka panjang. 

Setahun lagi, dari “tujuh potensi pertumbuhan” yang disebutkan itu, banyak yang telah lenyap tak berbekas: populasi warga Tiongkok terus berkurang, rasio pernikahan dan rasio kelahiran serta jumlah kelahiran yang menurun tajam; rasio simpanan yang tinggi tidak mampu menggerakkan pertumbuhan, sebaliknya justru merupakan pertanda tiarap; orang berbakat angkat kaki, kaum konglomerat menghilang, seluruh lapisan masyarakat meninggalkan negara Tiongkok; inovasi teknologi sekarat setelah AS memberlakukan blokir teknologi; bisnis ekonomi digital sebagai perusahaan swasta justru menjadi sasaran penindasan; kemampuan merespon dan pembentukan ekonomi melemah, program One Belt One Road dan Komunitas Senasib Bersama secara berangsur memburuk; dan pasar terpadu sebagai jalan lama ekonomi terencana justru membunuh potensi pertumbuhan ekonomi Tiongkok!

“12 Paket Program Revitalisasi” yang dikemukakan laporan ACCEPT, hari ini terlihat seperti lelucon, karena tiap program tersebut adalah miniatur yang menonjolkan kemunduran pemerintahan Xi Jinping serta kemerosotan masyarakat di bawah pemerintahan PKT. 

“Mendorong peningkatan konsumsi” segala, tapi lantas dipatahkan oleh menurunnya konsumsi warga Tiongkok; “Menstabilkan properti” segala, tapi dipatahkan dengan meletusnya gelembung properti; “Menyelesaikan badak abu-abu utang pemerintah daerah” segala, lalu dipatahkan oleh semakin parahnya utang daerah serta PHK dan pengurangan gaji di instansi pemerintah; “Membangkitkan stamina ekonomi swasta” segala, tapi dipatahkan oleh dengan dilenyapkannya satu demi satu industri tersebut oleh faksi Xi; “Revitalisasi inovasi ekonomi digital” segala, justru dipatahkan dengan menekan perusahaan swasta dan bobroknya industri internet serta pemblokiran AI dan cip oleh AS; “Mengutamakan jumlah sumber daya manusia” segala, lantas dipatahkan oleh realita jumlah populasi yang menurun; “Perluas lapangan kerja dan turunkan pengangguran” segala, tapi dipatahkan oleh rasio pengangguran 50% yang mengejutkan; “Meningkatkan kalangan pendapatan menengah” segala, lantas dipatahkan oleh pernyataan mendiang mantan PM Li Keqiang bahwa ada 600 juta warga yang pendapatannya hanya 1.000 Yuan per bulan; “Jamin keamanan rantai pasokan, pimpin globalisasi tipe baru”, tapi dipatahkan oleh melemahnya WTO dan bangkitnya kerangka ekonomi baru Indo-Pasifik; “Industri hijau dan rendah karbon” segala, lalu dipatahkan oleh tatanan ekonomi internasional baru dan hancurnya Great Reset; dan terakhir, “Memperbaiki pemerintahan dan ekonomi pasar” segala, ini lebih kedengaran seperti dongeng, karena PKT bahkan tidak tahu apa sebenarnya hubungan sesungguhnya antara pengendalian pemerintah dengan ekonomi pasar!

Pada saat surat kabar Wall Street Journal mendata kondisi ekonomi Tiongkok pada 2023 lalu, telah dijelaskan banyak keraguan terhadap data dari pemerintahan PKT, juga meragukan pertumbuhan ekonomi Tiongkok di tahun 2024. 

Kolumnis Wall Street Journal sekaligus pendiri Rhodium Group yakni Daniel H. Rosen menjelaskan, mengawali 2023, banyak orang memprediksi perekonomian Tiongkok akan membaik, tetapi hanya enam bulan kemudian, berbagai kegagalan ekonomi Tiongkok telah bermunculan, semua orang berupaya mencari tahu bagaimana prediksi mereka bisa salah! Jawaban Rosen adalah, hasil dari lockdown pandemi yang terlalu ketat yang telah merusak kepercayaan masyarakat itu adalah “hanya mengatasi gejala tanpa menyembuhkan sumber penyakit”. 

Jauh sebelum pandemi COVID-19, efek gelembung properti di Tiongkok, polesan terhadap utang pemerintah daerah dan reformasi pasar yang tak kunjung datang telah mentakdirkan terjadinya stagnasi ekonomi. Rosen menilai, dilihat secara menyeluruh, PDB Tiongkok pada 2023 lalu mungkin antara 0 sampai 2,5% saja, penentuannya adalah tergantung pada tingkat pertumbuhan negatif investasi properti yang diasumsikan di tahun 2023!

Selain itu pula, pada 2023 lalu, di mata Rosen, kebijakan berbagai negara dan para pemimpin perusahaan telah melihat, masa keemasan RRT telah berlalu! Lagipula, terhadap perekonomian Tiongkok di tahun 2024 ini, dan efek samping dari tahun 2023 ini akan terus menimbulkan dampak negatifnya. Karena konsumsi, anggaran pemerintah, dan keterbatasan struktur ekspor impor jangka panjang masih eksis, risiko krisis dan masalah utang tak diselesaikan pada 2023 lalu, akan terus memburuk di tahun 2024 ini, dan “pragmatisme” politik PKT juga akan bangkit.

Dalam artikel analisa di Radio Free Asia yang berjudul “Ekonomi Tiongkok 2024: Bagaimana Kehilangan Keyakinan? Bagaimana Pula Membangun Kembali?” juga dijelaskan, tahun lalu PKT membatalkan kebijakan “Nol Covid” yang ketat, tapi rebound cepat yang diharapkan ternyata tidak terjadi. 

Di dalam tahun 2023 itu, indeks harga konsumen (CPI), konsumsi, investasi bidang jasa, dan investasi properti, semua menjelaskan satu hal, yakni: Rakyat telah kehilangan keyakinannya! Selain itu, PKT tengah menghadapi situasi dalam dan luar negeri yang sangat rumit, masalah dalam dan luar negeri saling silang sengkarut, dan membangun kembali keyakinan masyarakat harus dengan mengembalikan roda ekonomi ke jalur yang benar, tetapi resep yang dibuka PKT “tidak jelas dan tidak langsung mengena”.

Dalam hal memberikan pandangan terhadap perekonomian Tiongkok untuk 2024, para pakar ekonomi dalam dan luar negeri yang meneliti perekonomian RRT dengan hati-hati memprediksi, sebisa mungkin agar tidak menyentuh saraf sensitif PKT, agar tidak ditendang keluar oleh PKT terpental dari negeri itu seperti yang menimpa perusahaan AS yakni Gallup Inc., jadi angka yang diprediksi dihitung sangat hati-hati dan tidak jauh berbeda dengan angka yang diimpikan oleh penguasa PKT. 

Tetapi merangkum investigasi kantor berita Reuters dan South China Morning Post, sedikitnya 76 orang pakar dari berbagai negara berikut ada 6 perusahaan investasi asing, yang belakangan ini telah menurunkan estimasi pertumbuhan ekonomi Tiongkok tahun ini. Hampir semua pakar yang diwawancarai berpendapat, pertumbuhan ekonomi Tiongkok dalam dua tahun mendatang akan lebih rendah daripada yang diperkirakan sebelumnya!

Melihat lingkungan di luar Tiongkok, situasi politik dan militer seluruh dunia juga tidak kondusif. Di Eropa, perang Rusia dan Ukraina mungkin akan berakhir 2024 ini, namun hasilnya Rusia mungkin akan memperoleh dua negara bagian yakni Kharkiv dan Odesa, setelah Ukraina tertekan kembali ke Kiev kedua belah pihak akan berunding, akhirnya masalah diselesaikan di meja perundingan. Tetapi walaupun perang usai, kerugian korban jiwa dan ekonomi telah membuat Ukraina terpuruk dan Rusia kehabisan stamina. 

Perang Rusia dengan Ukraina yang usai akan memperlihatkan secercah sinar perdamaian, sementara di Timur Tengah perang Israel-Hamas mungkin akan mengalami konflik dengan skala yang lebih besar di tahun 2024 ini, bahkan akan menyeret seluruh dunia Arab.

Di Asia, media massa pemerintah Korut menyatakan, Kim Jong-Un memerintahkan pihak militer agar mempercepat persiapan perang, sementara Korsel juga mengancam, begitu perang meletus, pihaknya akan melakukan operasi penggal kepala guna melengserkan rezim Korut. 

Kim Jong-Un bahkan sudah membina putrinya yang baru berusia 10 tahun untuk terlibat dalam urusan pemerintahannya, ini lantaran tiga lapis akibat yakni krisis rezim komunis Korut, krisis suksesi, dan krisis perang baru. Sementara masalah Taiwan, sebelum dan sesudah pemilu di awal Januari ini, akan berdampak pada ekonomi, sosial dan faktor tidak pasti terhadap kekuasaan PKT.

Pendek kata, kesulitan ekonomi Tiongkok  pada 2023 lalu, akan sulit membangkitkan kembali stamina dan pemulihan diri untuk 2024 ini, karena kebijakan Negara Maju Rakyat Mundur yang ditempuh Xi Jinping hanyalah demi mempertahankan kekuasaan partai komunis, dan melindungi posisi kekuasaannya sendiri. Sementara memasuki tahun 2024, ekonomi Tiongkok  mungkin akan terus memburuk di jalur kemunduran ini, memburuk setahap demi setahap, dan mungkin akan mengarah pada depresi berkepanjangan secara menyeluruh. (sud/whs)

Perekonomian Menurun, Gelombang Pemotongan Gaji Telah Menyebar dari PNS Hingga Militer Tiongkok

oleh Wang Yanqiao dan Yu Ru

Akibat buruknya kebijakan yang dilakukan otoritas Tiongkok dalam memperbaiki pertumbuhan ekonomi yang terus merosot. Beberapa sumber yang mengetahui masalah ini mengungkapkan, bahwa gelombang pemotongan gaji telah menyebar dari pegawai negeri hingga militer Tiongkok.

Mr. Hua, yang pernah bertugas di militer Tiongkok mengungkapkan bahwa, ia terjun ke dunia bisnis setelah pensiun dari militer, namun akibat terus menipisnya keuangan daerah, sehingga pembayaran gaji pegawai negeri tertunda-tunda, dan subsidi untuk personil militer pun dihapus.

“Termasuk gaji banyak pegawai negeri dan pensiunan, gajinya tidak dibayarkan tepat waktu dan tertunda. Hal yang sama juga dialami oleh pegawai perusahaan milik negara, termasuk para tentara. Saya memeliki banyak kawan yang saat ini masih aktif di militer, kata mereka, banyak item subsidi yang telah dihapus, sedang item subsidi yang seharusnya dibayarkan sudah enam bulan belum diberikan,” katanya.

Mr. Bai, seorang pensiunan militer Tiongkok mengatakan : “Semua lapisan masyarakat sedang mengalami penyusutan pemasukan, bahkan banyak yang sangat serius. Pemotongan gaji adalah kejadian umum di Tiongkok saat ini. Polisi adalah pilar yang diandalkan PKT dalam pemeliharaan stabilitas. Begitu remunerasi untuk anggota polisi menurun, maka militer sudah dapat dipastikan akan mengalami penurunan”.

Wang Juntao, Ketua Komite Nasional Partai Demokrat Tiongkok mengatakan : “Banyak item subsidi di Tiongkok itu berupa item kesejahteraan, yang semuanya merupakan kebijakan lokal. Kalau gajinya ada, berarti sebagai tentara ia mempunyai penghasilan yang sah. Namun, ada juga beberapa subsidi yang merupakan manfaat yang diberikan oleh unit tersebut. Jenis subsidi ini sering berubah, dan pemerintah daerah tidak akan memberikannya karena keterbatasan keuangan.”

Komentator politik Tiongkok Chen Pokong mengungkapkan bahwa gelombang pemotongan gaji dimulai dari pegawai negeri dan kini menyebar sampai ke militer. Ditambah lagi dengan pembersihan pejabat tingkat tinggi dalam tubuh PKT saat ini, sehingga semua orang merasa berada dalam bahaya.

“Banyak berita mengatakan bahwa inilah saat yang berbahaya (bagi rezim). Karena saat ini moral militer sedang labil, selain itu berlangsung pembersihan terhadap pejabat tingkat tinggi PKT. Ditambah lagi dengan pemotongan gaji, pengurangan gaji, dan pembekuan subsidi, membuat semua perwira dan prajurit gelisah, jadi tidak menutup kemungkinan sewaktu-waktu bisa terjadi pemberontakan. Demikian kata anggota keluarga perwira Tiongkok,” katanya. (sin)

Tabrakan KA Turangga dan Commuterline Bandung Raya, 200 Personil Dilibatkan Mengevakuasi

BANDUNG – Hingga Jumat (5/1) pukul 15.00, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus melakukan evakuasi terhadap eks rangkaian kereta yang masih berada di lokasi Kecelakaan Kereta Api (KKA) antara KA Turangga relasi Surabaya Gubeng – Bandung dan Commuterline Bandung Raya di km 181+700 petak jalan antara Stasiun Haurpugur – Stasiun Cicalengka.

“Saat ini, KAI telah berhasil mengevakuasi 8 unit kereta Turangga dan 6 unit kereta Commuterline Bandung Raya. Sehingga yang masih tersisa di lokasi kejadian yaitu 2 unit lokomotif dan 4 unit kereta. KAI bersama seluruh stakeholders berusaha semaksimal mungkin agar proses evakuasi dapat tuntas dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam siaran persnya. 

Dalam proses evakuasi tersebut, 200 personel dikerahkan yang terdiri dari tim KAI, KAI Commuter, BTP wilayah Jabar Kemenhub, Basarnas, dan Stakeholders terkait lainnya. 

KAI juga menggunakan alat berat berupa 1 unit crane, 6 unit dongkrak elektrik, serta peralatan pendukung alat berat lainnya. Adapun material yang digunakan dalam proses perbaikan jalur tersebut yaitu 100 bantalan rel.

Sementara update korban dalam kejadian ini hingga Jumat (5/1) pukul 15.00 yaitu 4 petugas meninggal dunia yakni Masinis, Asisten Masinis, Pramugara, dan Security. Serta 33 orang mengalami luka-luka yang dirawat di:

– RSUD Cicalengka: 26 orang
– RS AMC: 2 orang
– RS Edelweiss: 2 orang
– RS Santosa: 3 orang

KAI juga akan melakukan investigasi bersama KNKT untuk mengetahui penyebab kecelakaan. (PT KAI/asr)

Tim Rescue Basarnas Bandung Evakuasi Korban Kecelakaan Tabrakan Kereta Api KA Turangga dengan Commuterline Bandung Raya

BANDUNG – Tim Rescue Basarnas Bandung saat ini tengah melaksanakan evakuasi terhadap korban kecelakaan KAI yang melibatkan KAI Turangga dengan KAI Bandung Raya, Tim melaksanakan evakuasi dengan menggunakan alat ekstraksi. 

Kepala Basarnas Bandung, Hery Marantika  menyebutkan saat ini pihaknya membentuk dua tim di lapangan yang pertama tim evakuasi dan yang kedua tim pendataan di rumah sakit umum daerah Cicalengka. Jumlah korban masih dalam pendataan. 

Sebelumnya Basarnas Bandung menerima informasi bahwa sekitar pukul 06.03 WIB telah terjadi kecelakaan antara Kereta Api Turangga rute Bandung-Surabaya dengan Kereta Api Bandung Raya.

Dari total penumpang KA Turangga sebanyak 287 orang dan KA Commuterline sebanyak 191 penumpang, ada sekitar 22 penumpang yang luka ringan dan telah dibawa ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapat perawatan. Sebanyak empat petugas KA meninggal dunia terdiri dari: Masinis, Asisten Masinis, Pramugara dan Security. (asr)

‘Ketika Sebuah Gambar Bernilai Sejuta Kata’: Anak Gajah yang Hilang Bertemu Kembali dengan Induknya

EtIndonesia. Kabar baik hari ini datang dari Tamil Nadu, India. Departemen Kehutanan Tamil Nadu telah mengatur reuni luar biasa antara bayi gajah yang hilang dengan induknya.

Kisah mengharukan ini terungkap ketika anak gajah kecil itu ditemukan berkeliaran sendirian, mati-matian mencari induknya di hutan belantara yang luas di Suaka Harimau Anamalai di Pollachi, India.

Situasi yang menyedihkan ini menarik perhatian Supriya Sahu IAS, Additional Chief Secretary of the Department of Environment, Pemerintah Tamil Nadu, yang berbagi kisah yang menggembirakan di Twitter bersama dengan foto menyentuh yang mengabadikan reuni emosional tersebut.

“Tahun ini berakhir dengan catatan yang mengharukan bagi kami di Departemen Kehutanan TN,” ujar Supriya Sahu di Twitter. “Para petugas kehutanan kami menyatukan bayi gajah yang hilang bersama induknya dan kawanannya setelah diselamatkan di Suaka Harimau Anamalai di Pollachi.”

Tim lapangan yang berdedikasi, berbekal kasih sayang dan tekad, melihat anak gajah kecil tersebut, terpisah dari kawanannya, dan segera mulai melakukan upaya mereka. Dengan memanfaatkan teknologi mutakhir seperti drone dan keahlian para pengawas hutan yang berpengalaman, departemen kehutanan berhasil menemukan kawanan yang hilang tersebut, sehingga menjamin keselamatan bayi gajah tersebut.

“Anak gajah kecil itu ditemukan sedang mencari induknya ketika tim lapangan melihatnya. Dengan bantuan drone dan pengawas hutan yang berpengalaman, kawanan tersebut berhasil ditemukan, dan anak gajah kecil itu dapat bersatu kembali dengan selamat,” Supriya Sahu menjelaskan dalam tweetnya, mengakui hal yang luar biasa upaya personel departemen kehutanan.

Para pahlawan dalam kisah ini, termasuk Ramasubramanian, CF, Bhargava Teja FD, Range Officer Manikantan, dan seluruh tim, dipuji atas dedikasi dan komitmen mereka terhadap konservasi satwa liar.

“Ketika sebuah gambar bernilai sejuta kata,” Supriya Sahu memberi caption pada foto reuni tersebut. (yn)

Sumber: sunnyskyz

Sopir Taksi di Tiongkok Menerima Kelebihan Ongkos Lebih dari Rp 370 Juta, Melakukan Pencarian 5 Hari untuk Mengembalikannya

EtIndonesia. Seorang sopir taksi di Guangzhou, Tiongkok terkejut setelah menemukan tambahan 170.000 yuan (sekitar Rp 371 juta) di akun Alipay miliknya.

Du Liming menemukan uang tambahan di rekeningnya pada akhir shiftnya pada 14 Desember, setelah dia menurunkan seorang penumpang wanita bermarga Chen sekitar pukul 3 pagi, lapor South China Morning Post.

Menurut Du, yang bekerja untuk afiliasi Grup Transportasi Umum Guangzhou, Chen tampak mabuk ketika dia menjemputnya di Jalan Timur Zhujiang, karena temannya harus membantunya naik taksi.

Sopir itu taksi mengatakan kepada media Tiongkok bahwa Chen tertidur sepanjang perjalanan, dan dia harus membangunkannya setelah mencapai tujuannya di Huangsha Avenue.

Dibangunkan oleh Du, Chen yang mengantuk membayar ongkos taksinya dengan Alipay dan pergi.

Di akhir shiftnya, Du memeriksa rekeningnya dan menemukan uang tambahan tersebut.

Dia mengatakan kepada media Tiongkok bahwa alih-alih membayar 60 yuan untuk ongkosnya, Chen malah secara tidak sengaja membayarnya 170.000 yuan.

“Awalnya saya mengira saya salah membaca nomornya,” kata Du.

Setelah memeriksa waktu transaksi dilakukan, dia menyadari bahwa pembayaran dilakukan oleh Chen.

Ingin mengembalikan uang tersebut, Du segera menelepon polisi dan menghubungi layanan pelanggan platform Alipay, lapor Jimu News.

Dia bahkan mencoba menghubungi Chen melalui aplikasi Alipay, tapi Chen tidak membalas pesannya.

“Tetapi tidak ada yang menghubungi saya,” kata Du.

Mengingat 170.000 yuan adalah jumlah yang sangat besar, Du bertekad untuk melacak penumpang tersebut.

“Kehilangan barang, apalagi uang dalam jumlah besar, sangat mengkhawatirkan, sehingga saya ingin mencari penumpang tersebut secepatnya, ” ujarnya.

Namun, dia masih tidak dapat menemukan Chen setelah lima hari.

Dia akhirnya mencari bantuan dari media lokal untuk membantu menemukan penumpang tersebut, yang menerbitkan artikel tentang kejadian tersebut.

Berita tersebut menarik perhatian teman Chen, yang memberi tahu dia tentang kejadian pada 19 Desember.

Saat itulah Chen menyadari bahwa dia kekurangan 170.000 yuan di akun Alipay-nya.

Dia kemudian menghubungi Du dan pasangan itu bertemu keesokan harinya sehingga dia bisa mengembalikan uangnya.

“Saya tidak bisa tidur nyenyak beberapa malam terakhir. Kini setelah saya akhirnya mengembalikan uang tersebut, saya akhirnya bisa merasa nyaman,” kata Du kepada media Tiongkok.

Usai kejadian tersebut, Du mengingatkan penumpang untuk tidak ceroboh saat membayar tarif, namun tetap memeriksa jumlahnya dengan cermat.

“Rekan pengemudi, kita juga harus mengecek informasi tarif tepat waktu untuk menghindari kerugian bagi penumpang,” tambahnya.

Kejujuran dan tekad Du mengembalikan uang penumpang mendapat pujian online.

“Du baik sekali,” kata seorang warganet.

“Du tampak lebih cemas dibandingkan Chen. Sungguh pria yang hebat,” tulis yang lain.

Sopir taksi juga menerima penghargaan sebagai pengakuan atas kejujuran dan kebaikannya. (yn)

Sumber: asiaone

Mengupas Misteri ‘Meninggal Sendirian’ Penemu Legendaris Nikola Tesla

EtIndonesia. Setelah karir revolusionernya, Nikola Tesla jatuh ke dalam kemiskinan dan menderita penyakit mental, hingga akhirnya meninggal dunia pada tanggal 7 Januari 1943 dalam kesepian.

Semasa hidupnya, Nikola Tesla mendedikasikan dirinya untuk mengungkap beberapa misteri sains yang paling mendalam. Penemu yang cerdik ini menjalani kehidupan yang luar biasa, memperkenalkan inovasi seperti listrik arus bolak-balik dan membayangkan masa depan “komunikasi nirkabel” dengan pandangan ke depan yang luar biasa.

Namun, setelah kematiannya yang sendirian dan miskin di New York City pada tahun 1943, Nikola Tesla mewariskan harta karun berupa misteri yang belum terpecahkan dan kemungkinan yang belum dijelajahi.

Tak lama setelah kematian Tesla, agen dari pemerintah AS dengan cepat mendatangi hotel tempat dia tinggal, menyita catatan dan arsipnya. Spekulasi menunjukkan bahwa mereka sedang mencari bukti terkait dengan “sinar kematian” Tesla yang sulit dipahami, sebuah konsep yang telah menggoda publik selama bertahun-tahun, mengklaim bahwa hal itu dapat merevolusi peperangan, bersama dengan penemuan lain yang dapat mereka temukan.

Narasi ini mengungkap kisah kematian Nikola Tesla, dan teka-teki yang terus-menerus seputar arsipnya yang hilang.

Bagaimana Nikola Tesla meninggal?

Pada tanggal 7 Januari 1943, Nikola Tesla meninggal dunia di lantai 33 Hotel New Yorker di Manhattan pada usia 86 tahun. Selama beberapa dekade, dia tinggal di kamar hotel sederhana seperti tempat dia menghabiskan saat-saat terakhirnya. Penyebab kematiannya disebabkan oleh trombosis koroner.

Pada saat itu, semangat seputar penemuan Tesla telah berkurang secara signifikan. Perlombaan untuk menciptakan radio, yang akhirnya dikalahkan Tesla oleh penemu Italia Guglielmo Marconi pada tahun 1901, dan menipisnya dukungan finansial dari investor seperti J.P. Morgan telah menempatkannya dalam situasi yang berbahaya.

Saat dunia menjauhkan diri dari Tesla, dia pun menjauhkan diri dari dunia. Pada tahun 1912, perilakunya menjadi semakin kompulsif. Dia dengan cermat menghitung langkahnya, meminta tepat 18 serbet di atas meja, dan mengembangkan obsesi terhadap kebersihan, serta fokus yang teguh pada angka 3, 6, dan 9.

Meski demikian, Tesla menemukan suatu bentuk persahabatan.

Berpindah antar hotel murah, Tesla mulai mendedikasikan lebih banyak waktu untuk merpati daripada manusia. Perhatiannya terutama tertuju pada seekor merpati putih.

“Saya menyukai merpati itu seperti seorang pria mencintai seorang wanita,” tulis Tesla. “Selama aku memilikinya, hidupku selalu ada tujuan.”

Dalam salah satu mimpinya pada tahun 1922, seekor merpati putih, dengan mata menyerupai “dua pancaran cahaya yang kuat”, menemui ajalnya, membuat Tesla percaya bahwa akhir hidupnya sudah dekat. Selama periode itu, dia curhat kepada teman-temannya, mengungkapkan keyakinannya bahwa pekerjaan hidupnya telah mencapai akhir.

Meskipun demikian, dia tetap bekerja dan merawat merpati di Kota New York selama dua dekade berikutnya.

Namun, penemuan Nikola Tesla justru menciptakan warisan yang memikat imajinasi selama puluhan tahun, disertai misteri yang masih kekurangan beberapa bagian krusial.

Misteri ‘Sinar Kematian’ dan penemuan lain yang dicari

Setelah kematian Nikola Tesla, keponakannya, Sava Kosanović, bergegas ke Hotel New Yorker hanya untuk menemukan pemandangan yang meresahkan. Bukan saja jenazah pamannya yang hilang, namun tampaknya juga ada seseorang yang menghapus banyak catatan dan berkas.

Kenyataannya, agen dari Office of Alien Property Custodian, peninggalan pemerintah federal selama Perang Dunia I dan II, telah mengunjungi kamar Tesla dan menyita beberapa file untuk diperiksa.

Perwakilan ini sedang melakukan pencarian penelitian terkait senjata super, khususnya “Sinar kematian” Tesla yang terkenal. Ada kekhawatiran bahwa Kosanović atau pihak lain mungkin berniat berbagi penelitian tersebut dengan Soviet.

Tesla menegaskan bahwa dia telah membayangkan, setidaknya dalam pikirannya atau dalam kenyataan, penemuan-penemuan yang berpotensi merevolusi peperangan. Pada tahun 1934, dia merinci senjata pancaran partikel atau “sinar kematian” yang mampu menjatuhkan 10.000 pesawat musuh. Selanjutnya pada perayaan ulang tahunnya yang ke -79 pada tahun 1935, Tesla mengaku telah menemukan alat osilasi berukuran saku yang mampu merobohkan Empire State Building.

Tesla merancang penemuannya dengan tujuan memupuk perdamaian, bukan peperangan. Sepanjang hidupnya, dia berusaha untuk mempresentasikannya ke berbagai pemerintahan di seluruh dunia, namun hanya Uni Soviet yang menunjukkan minat. Sebagai imbalan atas beberapa rencananya, Tesla menerima cek 25.000 dolar dari Uni Soviet.

Namun, Pemerintah AS juga meminta akses terhadap rencana tersebut. Para pejabat tentu saja tertarik dengan “sinar kematian” ini, dan menyadari potensinya untuk mengubah keseimbangan kekuasaan dalam konflik-konflik di masa depan.

Mengapa misteri file yang hilang tidak berakhir dengan meninggalnya Nikola Tesla

Hanya tiga minggu setelah kematian Nikola Tesla, pemerintah menugaskan evaluasi makalah Tesla kepada ilmuwan MIT John G. Trump, yang kebetulan adalah paman mantan Presiden Donald Trump.

Misi Trump adalah untuk mengidentifikasi “ide apa pun yang bernilai signifikan” dalam koleksi makalah Tesla yang luas. Setelah pemeriksaan menyeluruh, dia menyimpulkan bahwa catatan Tesla “terutama bersifat spekulatif, filosofis, dan promosional.”

Intinya, makalah Tesla tidak memiliki rencana konkrit untuk merealisasikan penemuan yang telah dia jelaskan; sebaliknya, mereka lebih bersifat spekulatif dan filosofis.

Tampaknya puas dengan evaluasi mereka, Pemerintah AS mengirimkan berkas Tesla kepada keponakannya pada tahun 1952. Namun, meski menyita 80 kasus, Kosanović hanya menerima 60 kasus. Penulis biografi Tesla, Marc Seifer berspekulasi, “Mungkin mereka mengemas 80 kasus menjadi 60,” namun juga mengangkat isu tersebut kemungkinan bahwa batang-batang yang hilang itu mungkin masih disimpan oleh pemerintah.

Sepanjang Perang Dingin, mulai tahun 1950-an hingga 1970-an, para pejabat pemerintah memendam kekhawatiran bahwa Soviet telah mengakuisisi penelitian Tesla yang berpotensi menimbulkan ledakan. Kekhawatiran ini berperan dalam menginspirasi Reagan Administration’s Strategic Defense Initiative, yang lebih dikenal sebagai “program Star Wars”, pada tahun 1984.

Pada tahun 2016, permintaan Undang-Undang Kebebasan Informasi mencari jawaban dan memperoleh beberapa jawaban. FBI mendeklasifikasi ratusan halaman dari file Tesla. Namun, pertanyaannya tetap ada: apakah mereka masih bisa menahan penemuan Tesla yang lebih berbahaya, jika penemuan itu memang ada?

Misteri abadi ini, mirip dengan kecemerlangannya, masih bertahan lama setelah kematian Nikola Tesla. (yn)

Sumber: thoughtnova

Bagaimana Cara Mengatasi Jetlag ? Pakar Menganjurkan Apa yang Harus Dilakukan Sebelum dan Sesudah Terbang

EtIndonesia. Matthew Corrigan, CEO Trtl Travel, produsen bantal perjalanan ternama, mengatakan bahwa jetlag atau mabuk pascaterbang disebabkan oleh terhambatnya jam biologis tubuh manusia. Jetlag terjadi ketika seseorang yang naik pesawat jarak jauh yang melintasi dua zona waktu atau lebih. Mabuk pascaterbang ini dapat berlangsung dari beberapa hari hingga beberapa minggu. Jika pesawat terbang ke arah timur dan melintasi beberapa zona waktu, keadaan jetlag bisa lebih parah.

Matthew Corrigan mengatakan : “Penyebab utama jetlag adalah – berkurangnya aktivitas fisik yang membatasi sirkulasi darah, tekanan dan kelembapan udara dalam kabin pesawat yang meningkatkan dehidrasi, kurangnya sinar matahari atau paparan sinar matahari pada waktu yang tidak teratur, dan perbedaan jam makan yang menyebabkan terhambatnya pencernaan alami”.

Corrigan memberikan beberapa tips agar masyarakat terhindar dari jetlag saat berlibur dengan menggunakan pesawat jarak jauh, yakni beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat sebelum dan sesudah terbang :

Sebelum melakukan penerbangan jarak jauh

Matthew Corrigan mengatakan, ada beberapa hal untuk dapat meminimalkan terjadinya jetlag yang perlu dilakukan sebelum terbang. Yaitu lebih berhati-hati untuk memilih jadwal penerbangan dengan waktu kedatangan yang sedapat mungkin sesuai dengan jam biologis tubuh dan zona waktu setempat.

Misalnya, jika Anda terbang dari Inggris ke New York, Anda mungkin lebih lelah dibandingkan rata-rata orang di Amerika Serikat karena Anda kehilangan 6 jam tidur. Jadi memilih jam kedatangan yang tidak terlalu jauh dari waktu tidur Anda bisa menjadi cara yang bagus untuk mengejar ketinggalan tidur dengan tanpa membuang banyak waktu tidur di siang hari.

Matthew Corrigan mengatakan bahwa tidak kalah pentingnya bagi Anda untuk menjaga kandungan air dalam tubuh, mencegah terjadinya dehidrasi, menghindari minuman beralkohol. Rendahnya kelembapan di dalam kabin pesawat dapat membuat Anda mengalami dehidrasi, oleh karena itu sebaiknya minumlah cairan yang cukup terlebih dahulu agar dehidrasi tidak semakin parah.

“Saya juga merekomendasikan untuk membawa masker mata, bantal perjalanan, dan penutup telinga peredam bising, karena ini semua yang akan membantu Anda menciptakan lingkungan tidur yang kondusif, dan membantu Anda mendapatkan istirahat yang baik selama penerbangan,” kata Corrigan.

Dia mengatakan bahwa hasil dari survei terhadap pelanggan yang dilakukan perusahaan baru-baru ini menunjukkan, bahwa ada 3/4 pelaku penerbangan jarak jauh mengalami rasa sakit dan ketidaknyamanan selama penerbangan. Dan 1/4 responden percaya bahwa penerbangan jarak jauh adalah penyebab terbesarnya.

“Jika Anda tidak melakukan persiapan sebelum terbang jarak jauh, otot dan persendian Anda mungkin akan kaku, nyeri saat turun dari pesawat, kondisi yang memperburuk jetlag Anda,” ujarnya.

Setelah melakukan penerbangan jarak jauh

Corrigan menyebutkan bahwa jika jetlag mulai muncul di saat Anda turun dari pesawat, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meringankannya. Misalnya, berjemur adalah cara alami untuk menyesuaikan jam biologis, dia dapat memberitahu tubuh Anda bahwa inilah waktunya untuk meninggalkan rasa kantuk.

Mengonsumsi suplemen melatonin dan tidur malam yang nyenyak juga dapat membantu Anda mendapatkan kembali kebugaran tubuh. Melatonin adalah hormon yang membantu mengatur siklus tidur-bangun (sleep-wake cycle), ia dapat membantu orang menyesuaikan diri dengan zona waktu baru dengan lebih cepat.

Tidur siang juga dapat membantu Anda menyesuaikan diri dengan jetlag, namun tidur siang sebaiknya dilakukan selama 20 hingga 30 menit setiap kalinya. Jangan tidur terlalu lama, terutama pada sore atau malam hari, karena akan mengganggu jam tidur di malam hari.

Corrigan menambahkan, dia juga menganjurkan orang yang mengalami mabuk pascaterbang untuk menghindari olahraga berat, yang dapat melelahkan tubuh sebelum dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

“Jangan terlalu banyak makan daging, karena sistem pencernaan Anda belum sepenuhnya kembali normal. Awas, makanan pedas atau berkalori tinggi dapat memperburuk gejala Anda, lho,” ujarnya. (sin/yn)

Sumber: epochtimes

Ledakan Besar Menyebabkan ‘Mata Air Berlian’ Meletus dari Kerak Bumi

EtIndonesia. Alam terus-menerus mengejutkan kita, dan kini penelitian baru menunjukkan bahwa ‘sumber berlian’ bisa saja terlempar ke permukaan bumi sebagai bagian dari peristiwa geologi besar.

Pecahnya benua super dapat menyebabkan mereka dimuntahkan dari dalam inti bumi, menurut penelitian yang dilakukan oleh Thomas Gernon, seorang profesor ilmu bumi dan iklim di Universitas Southampton.

Berlian terbentuk sekitar 150 kilometer di bawah kaki kita dan ditembakkan ke atas melalui letusan kimberlite yang dapat melaju hingga 133 kilometer per jam dan menciptakan ledakan besar di permukaan, menurut penelitian yang dipublikasikan di Nature.

Gernon dan timnya mengamati kimberlite ini dan penelitian mereka menemukan bahwa letusan secara teratur terjadi sekitar 22 juta hingga 30 juta tahun setelah lempeng mulai terlepas. Salah satu kasus yang disebutkan dalam penelitian ini terjadi sekitar 25 juta tahun setelah benua super Gondwana mulai terpecah menjadi Afrika dan Amerika Selatan.

Terpisahnya lempeng-lempeng tersebut menyebabkan batuan dari mantel atas dan kerak bawah bercampur dan mengalir satu sama lain, menyebabkan ketidakstabilan dan pada akhirnya menyebabkan letusan.

Hal ini juga menyebabkan batu, air, dan karbon dioksida bergabung dengan mineral seperti berlian, yang semuanya bercampur dan menciptakan aliran ledakan menuju permukaan bumi – dan para peneliti berharap bahwa pekerjaan mereka dapat membantu dalam pencarian deposit berlian yang belum dijelajahi.

Gernon berkata: “Berlian telah berada di dasar benua selama ratusan juta atau bahkan miliaran tahun. Pasti ada rangsangan yang mendorongnya secara tiba-tiba, karena letusannya sendiri sangat dahsyat, sangat eksplosif.” (yn)

Sumber: indy100

Tabrakan Kereta Api KA Turangga dan Commuterline Bandung Raya :  22 Penumpang Luka Ringan dan 4 Petugas KA Meninggal Dunia 

BANDUNG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan hingga kini tidak ada korban jiwa yang menimpa penumpang. Dari total penumpang KA Turangga sebanyak 287 orang dan KA Commuterline sebanyak 191 penumpang, ada sekitar 22 penumpang yang luka ringan dan telah dibawa ke Rumah Sakit terdekat, untuk mendapat perawatan.

Dengan rincian, sebagai berikut :

– RSUD Cicalengka 18 orang
– RS Edelweis 2 Orang
– RS AMC 2 Orang

KAI sangat berduka dan menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya empat petugas KA, terdiri dari: Masinis, Asisten Masinis, Pramugara dan Security, akibat peristiwa Kecelakaan Kereta Api (KKA) antara KA Turangga relasi Surabaya Gubeng – Bandung, dan Commuterline Bandung Raya.

“Kami sangat berduka atas meninggalnya sejumlah petugas KA akibat kecelakaan tersebut. Kami sangat mengapresiasi jasa mereka yang telah berkontribusi terhadap perusahaan,” ucap EVP of Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji dalam keterangan persnya. 

Para penumpang yang selamat dan telah dievakuasi, langsung dibawa ke stasiun terdekat untuk melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi yang KAI sediakan.

Saat ini, seluruh tim kami beserta pihak-pihak terkait seperti TNI/Polri, Basarnas, DJKA Kemenhub, KNKT, dan pihak-pihak lain sedang melakukan upaya penanganan kecelakaan kedua kereta tersebut.

Untuk mengatasi perjalanan sejumlah rangkaian KA lainnya yang akan melintas di jalur tersebut, KAI tengah melakukan upaya rekayasa pola operasi berupa jalan memutar dan pengalihan menggunakan angkutan lain.

Informasi lebih lanjut terkait kejadian ini akan PT KAI sampaikan pada kesempatan selanjutnya.

Untuk diketahui, kereta Api (KKA) antara KA Turangga relasi Surabaya Gubeng – Bandung dan Commuterline Bandung Raya mengalami tabrakan di km 181+700 petak jalan antara Stasiun Haurpugur – Stasiun Cicalengka pada Jumat (5/1) pukul 06.03. (Public Relations KAI/asr)

Kereta Api KA Turangga dan Commuterline Bandung Raya Tabrakan di Petak Jalan Haurpugur – Cicalengka

BANDUNG– PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya pelayanan akibat peristiwa Kecelakaan Kereta Api (KKA) antara KA Turangga relasi Surabaya Gubeng – Bandung dan Commuterline Bandung Raya di km 181+700 petak jalan antara Stasiun Haurpugur – Stasiun Cicalengka pada Jumat (5/1) pukul 06.03.

“Jalur rel antara Haurpugur – Cicalengka untuk sementara tidak dapat dilalui akibat kecelakaan tersebut. KAI saat ini sedang berusaha melakukan upaya evakuasi kepada para penumpang di 2 KA yang menggalami musibah tersebut,” kata EVP of Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji dalam siaran persnya. 

Upaya selanjutnya dari KAI adalah melakukan upaya evakuasi 2 rangkaian kereta api dan perbaikan jalur rel yang mengalami kerusakan. 

Bagi perjalanan KA-KA yang akan melintas di wilayah Haurpugur – Cicalengka, KAI akan melakukan upaya rekayasa pola operasi berupa jalan memutar dan pengalihan menggunakan angkutan lain.

KAI juga akan melakukan investigasi bersama KNKT untuk mengetahui penyebab kecelakaan. Informasi lebih lanjut terkait kejadian ini akan kami sampaikan pada kesempatan selanjutnya. (Public Relations KAI)

Keluarga Mendapat ‘Keajaiban Natal’ Saat Kucingnya yang Hilang Selama Sembilan Tahun Kembali ke Rumah

EtIndonesia. Sebuah keluarga menjadi bagian dari “keajaiban Natal” ketika mereka bertemu kembali dengan kucing mereka setelah sembilan tahun, berkat sukarelawan amal dan microchip.

Strawberry berbulu panjang hilang pada Juni 2014 setelah tidak kembali ke rumahnya di Stoke, Plymouth, tetapi bertemu kembali dengan pemiliknya – Lee dan Jo Harris-Joce – pada Desember 2023.

Sekitar dua tahun yang lalu, seseorang yang tinggal sekitar tiga mil jauhnya di daerah St Budeaux di Plymouth menemukan Strawberry dalam kondisi yang menyedihkan dan memberinya makan bila memungkinkan.

Pada bulan Desember, mereka menghubungi cabang Cats Protection di Plymouth setelah merasa khawatir dengan kesehatan hewan tersebut.

Lizzie Smith, seorang sukarelawan di cabang tersebut, mengatakan bahwa Strawberry, yang kini berusia 11 tahun, “dipenuhi kutu” tetapi memiliki microchip.

Namun, perburuan untuk menemukan pemiliknya terbukti rumit.

“Email yang terhubung dengan chip Strawberry salah, jadi saya menelepon nomor tersebut dan meninggalkan pesan,” kata Smith.

“Setelah tidak mendapat jawaban, saya pergi ke alamat yang terhubung dengan catatan Strawberry beberapa hari kemudian tetapi pemiliknya sudah pindah.

“Kehabisan pilihan, saya mencari di media sosial dan untungnya pemiliknya memiliki nama keluarga yang berbeda, jadi saya mengirim pesan ke seorang wanita dengan nama yang sama, menanyakan apakah dia merindukan kucingnya dan menambahkan emoji stroberi.

“Pemiliknya, Jo, segera merespons, dia terkejut dan gembira, itu adalah momen yang emosional.”

Harris-Joce, 43 tahun, dan putrinya yang berusia 12 tahun, Emily, adalah orang pertama yang melihat kucing mereka lagi.

Smith bertemu dengan Harris-Joce dan Emily di stasiun layanan Exeter untuk “mempersingkat perjalanan bagi semua orang” karena keluarga tersebut sekarang tinggal di Portsmouth.

Harris-Joce berkata: “Kami menjaga microchip Strawberry tetap aktif dengan harapan suatu hari nanti dia dapat ditemukan dan kami akan selalu memiliki kaitan tersebut.

“Saya sangat terkejut ketika mendengar kabar bahwa Strawberry telah ditemukan.”

Nyonya Harris-Joce, 36 tahun, menambahkan: “Putri saya menangis ketika kami memberi tahu dia, dia sangat senang dia kembali.

“Strawberry langsung mengenali kami dan tidak berhenti mendengkur sejak pulang ke rumah… ini benar-benar keajaiban Natal.”

Richard Weeks, manajer toko di Jollyes di Coypool Retail Park di Plymouth, juga merupakan bagian dari “keajaiban Natal” saat dia menyumbangkan tas dan selimut pada saat reuni itu.

“Saya berada di kantor ketika Lizzie masuk ke toko, dan seorang staf memanggil saya ke lantai toko tempat Lizzie menjelaskan situasinya,” kata Weeks.

“Saya sangat terharu dengan hal ini dan hal yang benar untuk dilakukan adalah membantu sebanyak yang saya bisa setelah mendengar tentang kisah luar biasa tentang Strawberry dan keluarganya yang telah lama hilang – tepat pada saat Natal juga.”

Microchip Strawberry telah diperbarui. (yn)

Sumber: indy100

Ledakan Saat Peringatan Kematian Jenderal Iran  Menewaskan Ratusan Orang

Serangkaian ledakan pada 3 Januari sore terjadi di Iran. Insiden tersebut menewaskan sedikitnya 103 orang dan melukai 211 orang

Yi Jing – NTD

Dua ledakan terjadi di kota Kerman di Iran tenggara pada hari yang sama. Saat ledakan terjadi, sedang diadakan upacara peringatan di kota tersebut.  Pada hari itu dalam rangka peringatan mantan Panglima Tertinggi Iran Qassem Soleimani yang dibunuh oleh militer AS pada tahun 2020.

Seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa seseorang meledakkan dua alat peledak satu demi satu, dan alat tersebut dipasang terlebih dahulu di jalan menuju pemakaman Soleimani. Ledakan pertama terjadi 700 meter dari kuburan, dan ledakan kedua terjadi sekitar satu kilometer jauhnya.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut.

Soleimani, yang dikenal sebagai “komandan bayangan”, telah menjadi perencana operasi militer Iran di Irak dan Suriah selama bertahun-tahun. Ia juga dengan sengaja merencanakan serangan terhadap militer AS dan menjadi target yang dilacak oleh Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya.

Pada  2 Januari 2020, militer AS melakukan serangan udara malam hari di Bandara Internasional Baghdad Irak, menewaskan Soleimani. (Hui)

​