Zhao Rui, seorang pria warga Kota Chongqing, Tiongkok yang direkrut jadi tentara Rusia mati konyol di medan perang Ukraina. Semasa hidupnya, ia acap kali memposting video saat berada di medan perang Rusia – Ukraina di akun media sosial dirinya. Bahkan ia pernah mengutarakan penyesalannya menjadi tentara rekrutan Rusia dan menyatakan ingin pulang, selain itu ia juga menasihati orang-orang lain agar tidak mengikuti jejaknya.
Pada 19 Desember, Lu Yuguang, reporter berita yang meliput di garis depan medan perang Rusia – Ukraina mengabarkan bahwa tentara rekrutan Rusia asal Tiongkok berusia 38 tahun Zhao Rui tewas saat melakukan misi tempur di medan perang Rusia – Ukraina.
Menurut penjelasan dari rekan asal Tiongkok lainnya yang direkrut bersamaan dengan Zhao Rui dan dikirim untuk berperang di garis depan Novoprokopivka pada 29 November tahun ini, bahwa Zhao Rui tewas di medan perang pada hari itu
Informasi publik menunjukkan bahwa Zhao Rui lahir di Kota Chongqing pada 20 Juli 1985, memiliki tinggi badan 182 sentimeter, belum menikah dan kedua orang tuanya sudah pensiun. Pada tahun 2013 Zhao Rui pernah bergabung dengan Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar (Myanmar National Democratic Alliance Army).
Laporan mengatakan bahwa setelah pecahnya Perang Rusia – Ukraina, kemudian Rusia membuka kesempatan perekrutan untuk anggota korps sukarelawan dari seluruh dunia, Zhao Rui langsung mengajak Xiao Qiang ikut bergabung. Xiao Qiang adalah pria kelahiran Zhanjiang, Guangdong yang ia kenal baik juga pernah bersamanya menjadi Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar dan bertugas di Myanmar Utara. Xiao Qiang yang sudah berkeluarga dan memiliki seorang putri berusia 3 tahun tetap berangkat bersama Zhao Rui meskipun keluarga menentangnya bekerja sebagai tentara bayaran. Konon gaji perbulannya adalah USD. 2.700,-
Keduanya terbang ke Moskow dengan menggunakan visa turis. Setelah mendaftar di stasiun perekrutan, mereka sempat menerima beberapa pelatihan singkat kemudian ditempatkan pada peleton asing kompi infanteri dari Tentara ke-58 Distrik Militer Selatan Rusia dengan jenjang pangkat terendah.
Pada 11 November tahun ini, kompi Zhao Rui untuk pertama kalinya dikirim ke garis depan di Ukraina untuk berpartisipasi dalam operasi tempur. Daerah pertempuran adalah Novoprokopivka. Xiao Qiang terluka dalam pertempuran, tetapi Zhao Rui tidak terluka. Setelah seminggu bertempur, kompi itu ditarik mundur ke garis belakang untuk beristirahat.
Pada 29 November, kompi dimana Zhao Rui dan Xiaoqiang bergabung kembali diperintahkan untuk berperang di garis depan Novoprokopivka. Sebelum berangkat, Zhao Rui sempat menelepon ke rumah. Pada jam 4 sore hari itu, Xiao Qiang menemukan Zhao Rui terbaring telentang di parit militer dengan badan berlumuran darah dan mata melotot. Dia sudah tewas.
Saat berada di Rusia, Zhao Rui memposting beberapa video di akun Douyin yang melukiskan kesulitannya setelah direkrut menjadi tentara bayaran Rusia. Ia harus menjalani sejumlah latihan berat yang menurunkan semangat, hidup dalam organisasi yang disiplinnya buruk, dan banyaknya jumlah korban tentara Rusia, yang mana membuat dirinya sadar bahwa ia seakan digaji untuk menjadi umpan meriam dalam perang di Ukraina.
Dalam sebuah rekaman videonya ia mengatakan bahwa dirinya ingin pulang dan menyarankan orang-orang agar jangan mengikuti jejaknya. “Saya ingin menasihati semua orang yang ingin datang ke sini atau yang ingin berkomunikasi secara pribadi dengan saya : Stop ! jangan lagi ke sini. Carilah pekerjaan di Tiongkok dan bekerja keras, yakin kalian juga bisa menghasilkan”.
Akun medianya di Douyin terakhir diperbarui pada 27 November 2023 pukul 11:11.
Berita tentang seorang pria Chongqing yang mati konyol bagi Rusia di medan perang Ukraina telah memicu perdebatan sengit di Internet. Akun bernama “Cai Ru Men” menyebutkan bahwa Zhao Rui yang bergabung dengan tentara Rusia pada 9 Oktober, “dibuang” ke garis depan pertempuran di Ukraina pada pertengahan November, lalu gugur di pertengahan bulan Desember.
“Kasihan, jadi korban karena kesadarannya yang rendah. Patut dijadikan bahan introspeksi bagi peminat lainnya”. “Bagi mereka yang tidak mengerti bahasa Rusia pasti akan mudah dijadikan umpan meriam”. Demikian antara lain komentar yang dikirim netizen Tiongkok. (sin)
Epidemi di Tiongkok terus meledak dan beberapa pakar penyakit menular Hong Kong memperingatkan bahwa varian baru JN.1 dapat menyebabkan “ledakan” wabah. Otoritas Partai Komunis Tiongkok terus menyembunyikan data kematian yang disebabkan oleh epidemi ini. Beberapa penduduk di Henan mengungkapkan bahwa krematorium setempat beroperasi 24 jam sehari.
Jenis virus COVID varian JN.1 beredar di daratan Tiongkok. Para ahli menunjukkan bahwa JN.1 menyebar dengan cepat, 7 hingga 8 kali lebih cepat dibandingkan varian XBB asli, dan kemampuannya untuk melepaskan diri dari kekebalan semakin meningkat. Vaksin terbaru tidak memiliki perlindungan terhadap virus tersebut.
“Mutasi JN.1 di luar dugaan orang. Ini sama sekali bukan kemampuan yang dapat dihasilkan oleh vaksin itu sendiri. Ini adalah virus baru yang membangun kembali tubuh manusia kita. Yang rusak sistem kekebalan perlu pulih kembali, baru setelah itu sistem kekebalan tubuh dapat menangkap virus sepenuhnya, dan setelah itu virus dapat dihilangkan sepenuhnya,” ujar Dong Yuhong, pakar virologi dan penyakit menular Eropa.
Pada awal 11 Oktober, PKT melaporkan bahwa JN.1 ditemukan, namun demikian baru-baru ini mereka mengubah ceritanya. Pihak berwenang menyebut virus tersebut pertama kali ditemukan pada November dengan mengatakan bahwa hanya ada 7 kasus pada 10 Desember. Akan tetapi, banyak rumah sakit dan klinik di daratan Tiongkok penuh. Beberapa orang mengungkapkan bahwa banyak pasien gagal pulih setelah pengobatan jangka panjang dan terkena “paru-paru putih” yang parah atau bahkan meninggal dunia secara mendadak. Akan tetapi, pejabat tersebut tidak merilis datanya.
“Ada banyak yang batuk, dan banyak anak-anak (sakit). Di musim dingin, virus COVID ini menyebabkan banyak penyakit kardiovaskular. Ada satu atau dua penyakit di desa kami, jika mereka tiba-tiba jatuh tersungkur, mereka akan meninggal dunia,” kata Wang, seorang penduduk desa di Zhuzhou, Hunan, Tiongkok.
Peng, warga Hengyang, Hunan, mengatakan kepada NTD bahwa gejalanya sama dengan gelombang epidemi setelah pencegahan epidemi dilonggarkan pada Desember lalu. Pada paruh kedua tahun ini, dua rekannya di unit tersebut meninggal dunia secara mendadak .
Peng, warga Hengyang berkata: “Saya demam, tenggorokan saya teriris seperti silet, seluruh tubuh saya terasa lemas, saya tidak berangkat kerja selama empat hari. Saya kenal seseorang dari unit kerja yang meninggal dunia pada Agustus lalu. Saya tidak tahu apa penyakitnya. Menurut analisis saya, itu dikarenakan penyakit jantung. Ada seorang pria berusia 30-an sedang bertugas pada Oktober dan meninggal dunia ketika dia bangun. Alasan penyebabnya tidak dapat disebutkan.”
Seorang gadis berusia 16 tahun di Hubei terjangkit penyakit tersebut, hanya butuh sehari dari demam hingga kritis, dan akhirnya meninggal setelah dirawat di unit perawatan intensif (ICU) selama 4 hari.
Zhou, seorang warga Nanyang, Provinsi Henan, mengungkapkan kepada NTD bahwa dulu rumah duka di daratan Tiongkok tidak mengkremasi mayat setelah tengah hari, tetapi sekarang krematorium setempat beroperasi 24 jam sehari.
Zhou, warga Nanyang, Provinsi Henan: “Krematorium tidak dapat membakar cukup banyak. Beroperasi siang dan malam. Ada delapan krematorium dan orang-orang bekerja 24 jam sehari. Setidaknya lima rumah duka pribadi telah dibuka di masa lalu dalam dua hingga tiga tahun. Bisnis lebih baik.”
Zhou juga mengatakan bahwa sistem medis sekarang sudah bersatu dan tidak mengizinkan penyebutan virus COVID.
“Sekarang adalah pendekatan terpadu, tidak mengizinkan untuk berbicara tentang hubungan dengan virus COVID, jika orang tua atau beberapa pasien telah meninggal dunia, mereka akan memberi Anda penyakit bawaan,” ujarnya.
Baru-baru ini, Epoch Times melaporkan bahwa pada paruh pertama Desember 2023, setidaknya 4 akademisi dan 19 profesor terkenal di daratan Tiongkok meninggal karena penyakit intensif; setidaknya 10 di antaranya adalah anggota PKT, dan 4 di antaranya tidak lebih dari 55 tahun.
Sejak tahun 2023, setidaknya selusin pengendali perusahaan yang terdaftar di daratan Tiongkok, yang termuda di antaranya baru berusia 50 tahun, meninggal karena sakit atau sakit mendadak.
Sementara itu, varian baru COVID, JN.1, tidak hanya memicu gelombang kasus baru, tetapi juga telah terdeteksi di banyak negara dalam jumlah kasus yang melonjak. Beberapa ilmuwan menduga bahwa varian baru ini mungkin dikhususkan untuk menyerang sistem usus.
Pusat Perlindungan Kesehatan Hong Kong (CHP) mengatakan pada Kamis (21 Desember) bahwa varian JN.1 telah menyumbang 15% dari kasus yang dikonfirmasi, dengan strain induknya BA.2.86 menunjukkan peningkatan 20% dalam kurun waktu seminggu.
Ho Pak-leung, direktur Pusat Penyakit Menular dan Infeksi di Universitas Hong Kong, menunjukkan bahwa varian JN.1 menyebar dengan sangat cepat, begitu infeksi terjadi, jumlah kasus dapat meningkat dengan sangat cepat. (Hui)
Seekor anak kucing yang hampir mati membeku di salju diselamatkan oleh seorang wanita yang membawanya masuk dan merawatnya hingga sehat kembali dengan pengering rambut.
Saat terjadi badai musim dingin yang parah di Tiongkok Timur minggu lalu, seorang wanita menemukan anak kucing yang tidak bergerak dan terkubur di salju dekat rumahnya, SWNS melaporkan.
Kucing malang itu kedinginan sekali hingga dia tampak tak bernyawa. Dia menjadi sangat kaku, dengan ekornya yang membeku menempel, dan bahkan tidak mampu mengeong.
Wanita itu, yang tidak disebutkan namanya, mengambil anak kucing oranye itu, membawanya ke dalam dan sepertinya menghangatkannya dengan pengering rambut, menurut outlet tersebut.
Foto menunjukkan kucing itu meringkuk di dalam selimut, tidur dengan ciaran susu di wajahnya.
Perlahan tapi pasti, kucing itu mendapatkan kehangatan kembali hingga ia cukup sehat untuk berjalan-jalan.
Penyelamatnya memutuskan untuk menamainya Mimi. (yn)
Dalam konflik Israel-Hamas baru-baru ini, angkatan bersenjata Houthi Yaman telah mengambil keuntungan dari kekacauan tersebut dan sering menyerang kapal-kapal komersial di Laut Merah, yang mana sekarang telah berkembang menjadi hampir “serangan tanpa pandang bulu” terhadap semua kapal sipil. Amerika Serikat dan lebih dari 20 negara lainnya telah mengeluarkan pernyataan bersama untuk melindungi keamanan jalur pelayaran di Laut Merah. Mengapa Houthi memiliki kemampuan seperti itu? Dan, apa tujuan para pelaku di balik serangan-serangan tersebut? Mari kita simak analisis dan laporannya.
Mengingat situasi keamanan yang memburuk, lebih dari sepuluh perusahaan pelayaran internasional telah mengumumkan penangguhan transit melalui Laut Merah, termasuk Perusahaan Pengiriman Mediterania yang berbasis di Swiss, CMA CGM Prancis, Grup Maersk Denmark, Hapag-Lloyd Jerman, Evergreen Taiwan, Yangming , Wanhai, dan BP.
Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengatakan kepada wartawan di Israel pada 15 Desember bahwa Iran berada di belakang Houthi dan Iran bertanggung jawab atas serangan yang terjadi.
“Ketika Houthi menarik pelatuknya, Iran memberikan mereka senjata. Iran mempunyai tanggung jawab untuk mengambil tindakan sendiri untuk menghentikan serangan-serangan ini,” kata Jake Sullivan.
Amerika Serikat sebelumnya menyatakan sedang mempertimbangkan untuk memasukkan kembali kelompok Houthi sebagai “organisasi teroris”.
Pada 19 Desember, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin bertemu dengan Raja Bahrain di Manama dan mengumumkan peluncuran “Operasi Penjaga Kemakmuran” untuk bersama-sama menjaga perdamaian di Laut Merah dan menanggapi ancaman dari organisasi Houthi di Yaman.
“Pagi ini, di bawah perlindungan Pasukan Gabungan Maritim dan di bawah pimpinan Satgas 153, kami melancarkan Operasi Penjaga Kemakmuran,” ujar Llyod Austin.
Ini adalah aliansi keamanan multinasional penting yang mencakup lebih dari 20 negara untuk melakukan patroli militer bersama di Laut Merah dan Teluk Aden.
Di bagian selatan Laut Merah, sekitar 400 kapal dagang melewatinya sekaligus.
Kelompok bersenjata Houthi tidak hanya terus menyerang kapal kargo yang melewati Laut Merah, tetapi juga meluncurkan rudal ke Israel. Kelompok ini juga mengancam tidak akan menghentikan serangannya kecuali Israel berhenti memerangi Hamas.
Pejabat AS yang mendampingi Austin dalam perjalanan tersebut mengatakan bahwa di bawah misi baru tersebut, kapal perang tersebut akan memberikan perlindungan bagi sebanyak mungkin kapal selama jangka waktu tertentu.
Saat Austin mengunjungi Israel sehari sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan apresiasinya.
“Ini adalah pertempuran melawan poros Iran, poros teror Iran, dan sekarang ancaman penutupan Selat Bab el-Mandab mengancam kebebasan navigasi seluruh dunia. Saya memuji Anda karena mengambil tindakan untuk membuka Selat tersebut,” kata Netanyahu.
Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron bertemu dengan Menteri Luar Negeri Prancis Catherine Colonna di Paris pada 19 Desember. Kedua Pihak memutuskan untuk memperkuat kerja sama dan mengkoordinasikan tindakan dengan sekutu untuk menghentikan serangan bersenjata Houthi di Laut Merah.
“Kami tahu bahwa Houthi, yang seringkali didukung oleh Iran, telah meluncurkan rudal, mengerahkan drone, dan menyita kapal selama beberapa minggu terakhir, dan ini harus dihentikan,” ujar Colonna.
Cameron mengatakan kunci gencatan senjata antara Israel dan Hamas adalah Israel tidak lagi terancam oleh roket dan tindakan pembunuhan Hamas.
Pada 19 Desember, mantan penasihat Presiden AS Bush, Dan Senor secara terbuka menyatakan di sebuah program TV bahwa Hamas, Hizbullah Lebanon, dan angkatan bersenjata Houthi Yaman semuanya adalah organisasi teroris yang didukung oleh Iran dan di belakangnya adalah Iran ada Rusia dan Partai Komunis Tiongkok. .
Lee Smith, pembawa acara program Epoch Times berbahasa Inggris “Beyond the Target,” adalah seorang jurnalis senior dan menerbitkan buku-buku yang membahas politik Timur Tengah dan kebijakan luar negeri AS di Timur Tengah.
Ia menganalisis, konflik ini telah meluas hingga ke Laut Merah dan berdampak pada negara-negara lain. Di balik konflik tersebut terdapat dukungan Iran dan niatnya untuk menyerang Amerika Serikat.
“Iran melakukannya dengan Hamas di Gaza, Iran melakukannya dengan Hizbullah di Lebanon, dan Iran melakukannya dengan Houthi di Yaman. Musuh utama Houthi adalah Arab Saudi, sekutu AS lainnya. Jadi Anda lihat, apa yang terjadi di seluruh Timur Tengah adalah bahwa Iran menemukan mitra yang berbeda untuk menyerang Amerika Serikat dan sekutu AS, apakah itu Saudi, apakah itu Israel. Jadi, ini benar-benar bagaimana Iran membayangkan situasi dunia, bahwa Iran menyerang Amerika Serikat,” ujar Lee Smith.
Gedung Putih mencatat bahwa Teheran telah menyediakan pesawat tak berawak dan rudal serta intelijen taktis kepada Houthi. Dan Iran adalah sekutu Partai Komunis Tiongkok, yang keduanya berusaha melemahkan Amerika Serikat.
“Saya rasa Komunis Tiongkok tidak senang dengan hal ini. Iran, melalui Houthi, telah mengguncang kepercayaan dunia karena AS tidak melakukan perlawanan. Apa pun yang secara strategis melemahkan AS adalah kemenangan tidak langsung bagi Komunis Tiongkok,” kata Lee Smith.
Ketika serangan di Laut Merah terus berlanjut, Gedung Putih pada 22 Desember menuduh Iran terlibat erat dalam serangan Houthi terhadap kapal-kapal dagang dan sedang mempertimbangkan tanggapan yang lebih keras yang tidak mengesampingkan tindakan militer. (Hui)
Pada 22 Desember, tentara Israel melanjutkan pertempuran jalanan di Gaza Utara untuk menghancurkan elemen Hamas yang tersisa. Israel kembali menemukan sejumlah besar peluncur roket dan senjata lainnya yang ditinggalkan oleh Hamas.
Di Gaza Selatan, tentara Israel memperluas garis depan dan menghancurkan terowongan Hamas, serta menghadapi perlawanan dari elemen Hamas, terutama di Khan Younis, kota terbesar di Gaza Selatan.
Juru bicara militer Israel Mayor Jenderal Daniel Hagari mengatakan:\ pihaknya telah meningkatkan pasukan di bagian utara kota Khan Younis.”
Hagari mengatakan bahwa tentara Israel mulai berperang lagi setelah gencatan senjata dan telah menewaskan lebih dari 2.000 orang Hamas. Taktik yang ada saat ini secara efektif memaksa para militan yang bersembunyi di terowongan untuk muncul.
Tentara Israel pada hari itu merilis video tentang seekor anjing militer yang membawa kamera, mencari sandera dan kemungkinan pasukan Hamas berada di sebuah terowongan.
Sayangnya, tentara Israel menemukan jenazah sandera Amerika, Gadi Haggai, 73 tahun, dan istrinya Judi Haggai, yang masih dipenjarakan oleh Hamas.
Pada Jumat 22 desember, seorang sersan tentara Israel berusia 19 tahun, Sersan Amit Hod Ziv terbunuh dan seorang lainnya terluka parah akibat tembakan artileri provokatif dari Hizbullah Lebanon di perbatasan utara Israel. Militer Israel langsung melancarkan serangan balik yang sengit.
Departemen Pertahanan AS mengumumkan bahwa lebih dari 20 negara telah bergabung dalam “Operasi Penjaga Kemakmuran” untuk melindungi kapal-kapal yang berlayar di Laut Merah dari ancaman angkatan bersenjata Houthi. Laporan menegaskan bahwa semua serangan angkatan bersenjata Houthi diarahkan dan diberikan informasi intelijen oleh Iran.
Pada 22 Desember, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa bersama Amerika Serikat dan Rusia abstain, dan 13 negara anggota lainnya setuju, mengeluarkan resolusi yang lemah yang menyerukan pemberian bantuan kepada warga sipil Gaza sesegera mungkin tanpa memerlukan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
Duta Besar AS untuk PBB memuji resolusi baru tersebut sebagai “secercah harapan di lautan penderitaan yang tak terbayangkan” di Gaza, memberikan organisasi kemanusiaan kekuatan untuk mengunjungi sandera dan memberikan bantuan medis, sekaligus mendesak Hamas untuk membebaskan para sandera tanpa syarat. .
Dia menjelaskan mengapa Amerika Serikat abstain dalam pemungutan suara tersebut.
Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield berkata: “Mari kita perjelas, Hamas tidak tertarik pada perdamaian abadi. Hamas bertekad untuk mengulangi kejadian mengerikan yang terjadi pada 7 Oktober berulang kali.”
Thomas-Greenfield mengecam Dewan Keamanan PBB karena sekali lagi gagal mengecam Hamas, sehingga membuat Amerika Serikat terkejut dan kecewa. (Hui)
EtIndonesia. Seorang tukang kayu di Iowa yang hampir tidak pernah mengeluarkan uang untuk dirinya sendiri sebelum dia meninggal memilih untuk menyumbangkan 3 juta dolar (sekitar Rp 46 miliar) yang dia simpan selama hidupnya untuk membantu 33 siswa yang kesulitan membiayai kuliahnya.
Dale Schroeder, yang hanya memiliki dua celana jins, memilih menggunakan tabungan selama hidupnya untuk memberikan beasiswa bagi pelajar lokal ketika dia meninggal pada tahun 2005.
Pria berusia 86 tahun ini tumbuh dalam kemiskinan, tidak pernah kuliah, tidak pernah menikah, dan tidak memiliki sanak saudara yang masih hidup ketika dia meninggal.
Dia menjalani kehidupan sederhana di Des Moines dan bekerja sebagai tukang kayu selama 67 tahun.
Sebelum meninggal, Schroeder telah meminta pengacara dan temannya Stephen Nielsen untuk memastikan kekayaannya disalurkan kepada siswa yang tidak mampu membiayai kuliah.
Nielsen mengatakan kepada KCCI bahwa dia awalnya terkejut mengetahui bahwa Schroeder memiliki kekayaan sekitar 3 juta dolar.
“Dia adalah tipe pria yang berkerah biru dan suka membawa bekal makan siang,” kata Nielsen. “Pergi bekerja setiap hari, bekerja sangat keras, berhemat seperti kebanyakan warga Iowan.”
Schroeder dikenal pernah memiliki sepasang celana jins kerja dan celana jins untuk ke gereja, kata Nielsen.
Namun dia bersikeras ingin menyumbangkan tabungannya kepada siswa di kota kecil Iowa.
“Aku agak penasaran, aku bilang seberapa banyak yang kita bicarakan tentang tabungannya? Dan dia berkata, ‘oh hanya 3 juta dolar’ dan saya hampir terjatuh dari kursi saya,” katanya.
Nielsen mengatakan dia kemudian menyiapkan dana beasiswa untuk menghormati temannya, untuk membantu mengirim 33 siswa ke perguruan tinggi secara gratis.
Setiap siswa yang diberi salah satu beasiswa Schroeder diberikan cukup uang untuk membayar pendidikan perguruan tinggi selama empat tahun, termasuk uang sekolah, buku, akomodasi dan biaya lainya.
“Dia ingin membantu anak-anak seperti dia yang mungkin tidak memiliki kesempatan untuk kuliah kecuali karena bakatnya,” kata Nielsen.
Ke-33 mahasiswa tersebut baru-baru ini berkumpul untuk berbagi cerita tentang pengalaman mereka diberi kesempatan kuliah, terima kasih untuk Schroeder.
Mereka sekarang menyebut diri mereka Dale’s Kids dan banyak yang kemudian menjadi dokter, guru, dan terapis.
Kira Conard, salah satu mahasiswa penerima salah satu beasiswa Schroeder, mengatakan dia ingat menangis ketika diberitahu bahwa pendidikan perguruan tingginya akan dibiayai.
“Untuk seorang pria yang tidak akan pernah bertemu dengan saya, memberi saya biaya penuh ke perguruan tinggi, itu luar biasa,” katanya. (yn)
Sebuah ledakan terjadi di pabrik smelter dari Tiongkok di kawasan Industri kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) pada Minggu, 24 Desember 2023. Ledakan tersebut menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai 38 lainnya. Di antara korban tewas terdapat 5 warga Tiongkok dan 8 WNI
Zhang Ting
Berdasarkan keterangan Kepala Divisi Media Relations PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Dedi Kurniawan, kecelakaan kerja tersebut terjadi sekitar pukul 05.30 waktu setempat pada Minggu pagi di PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (PT ITSS). Perusahaan ini diketahui merupakan anak usaha Tsingshan Group asal Tiongkok,
Berdasarkan keterangan IMIP, saat kejadian terjadi, para pekerja sedang memperbaiki tungku dan memasang panel. Ke-13 orang yang tewas tersebut terdiri dari 8 pekerja Indonesia dan 5 pekerja Tiongkok. Api berhasil dipadamkan pada pukul 09.10 waktu setempat.
“Berdasarkan penyelidikan awal, ledakan tersebut mungkin disebabkan oleh cairan pemicu ledakan di bagian bawah tungku, yang terjadi selama pemeliharaan,” kata juru bicara IMIP Kurniawan.
Juru bicara itu menambahkan, ledakan pertama memicu beberapa ledakan lainnya karena banyak botol oksigen yang digunakan selama perbaikan untuk mengelas dan memotong bagian tungku.
Breaking News
Pagi tadi, terjadi ledakan di tungku smelter nikel PT ITSS di areal PT IMIP, Morowali, Sulawesi Tengah. Sebanyak 12 orang tewas, puluhan lainnya mengalami luka bakar.https://t.co/vT9CDnTnmg. pic.twitter.com/ANEd9uQUKq
Video yang dibagikan oleh AFP menunjukkan asap tebal mengepul dari pabrik tempat kecelakaan terjadi, dengan layanan darurat dan staf berada di lokasi kejadian. Jenazah korban dijajarkan dalam kantong jenazah berwarna oranye di sebuah ruangan klinik di kawasan industri.
“Wajah mereka (yang meninggal) terbakar dan pakaian mereka hangus,” kata seorang pekerja di kawasan industri yang meminta tidak disebutkan namanya kepada AFP.
IMIP adalah kawasan industri yang berfokus pada produksi nikel yang dimiliki oleh Tsingshan Group Tiongkok dan mitra lokalnya Bintang Delapan Group, yang memproduksi baja tahan karat dan baja karbon. IMIP mengatakan ITSS merupakan salah satu penyewa kawasan industri tersebut.
IMIP akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyelidiki kejadian tersebut dan menanggung seluruh biaya perawatan korban.
pj Bupati Morowali, Rachmansyah Ismail,mengatakan kepada penyiar Kompas TV bahwa hingga Minggu sore ada 25 orang yang terluka terdiri 15 warga Indonesia dan 10 warga asing. Mereka dibawa ke rumah sakit. Ia menyebutkan 17 orang luka berat dan delapan orang luka sedang.
Sulawesi merupakan sentra produksi nikel Indonesia. Nikel digunakan dalam produksi baterai kendaraan listrik dan baja tahan karat dan meningkatnya investasi Tiongkok telah menimbulkan kekhawatiran mengenai kondisi kerja di pabrik.
Pada Januari lalu, kerusuhan terjadi di pabrik peleburan nikel di kawasan industri yang sama mengenai kondisi keselamatan dan upah mengakibatkan kematian dua orang, termasuk seorang warga negara Tiongkok.
Pada Juni lalu, kebakaran terjadi di PT Gunbuster Nickel Industry, pabrik peleburan nikel milik Jiangsu Delong Nickel Industry Co. milik Tiongkok, menewaskan 1 orang dan melukai enam lainnya. (Hui)
EtIndonesia. Musim dingin (hujan) cenderung membawa banyak penyakit, dan sangat penting untuk memastikan Anda menjaga diri dan tubuh agar tetap sehat.
Untungnya, ada banyak suplemen yang dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh Anda dan menjaga kesehatan, tubuh, dan otak Anda.
Berikut beberapa vitamin yang harus Anda tambahkan ke rutinitas harian Anda:
Vitamin C
Vitamin C adalah vitamin yang paling jelas untuk dikonsumsi secara teratur.
Suplemen ini memiliki beragam fungsi termasuk: membantu melindungi sel dan menjaganya tetap sehat; menjaga kesehatan kulit, pembuluh darah, tulang dan tulang rawan; dan membantu penyembuhan luka menurut National Health Service.
NHS mengatakan orang berusia 19 hingga 64 tahun memerlukan asupan harian 40 mg vitamin C, dan pola makan harian Anda harus memenuhi jumlah yang dibutuhkan.
Meskipun disarankan untuk tidak mengonsumsi terlalu banyak vitamin C karena dapat membahayakan, mengonsumsi kurang dari 1.000mg vitamin C kemungkinan besar tidak akan membahayakan.
Pisang dan jus jeruk merupakan sumber vitamin C yang baik.
Vitamin D
Vitamin D sangat penting untuk dukungan kekebalan.
Tubuh hanya dapat menyerap kalsium jika terdapat vitamin D, sehingga diperlukan untuk menjaga kesehatan tulang. Vitamin ini juga memiliki sifat anti-inflamasi, antioksidan dan neuroprotektif yang mendukung kesehatan kekebalan tubuh, fungsi otot dan aktivitas sel otak, menurut Mayo Clinic.
Vitamin D berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh, dan dapat mengurangi risiko penyakit autoimun seperti diabetes, asma, dan artritis reumatoid.
Meskipun vitamin D bukan merupakan bahan alami dalam banyak makanan, Anda bisa mendapatkannya dari susu yang diperkaya, sereal yang diperkaya, dan ikan berlemak, serta sinar matahari langsung.
Namun, jumlah vitamin D yang diproduksi kulit Anda bergantung pada banyak faktor, termasuk waktu dalam setahun. Produksi vitamin D bisa menurun, atau bahkan hilang sama sekali, selama musim dingin, jadi sangat penting untuk memastikan Anda mendapatkan asupan harian.
Tunjangan Diet yang Direkomendasikan (RDA) untuk orang dewasa berusia 19 tahun ke atas adalah 600 IU (15 mcg) setiap hari untuk pria dan wanita, dan RDA meningkat menjadi 800 IU (20 mcg) untuk orang dewasa yang berusia lebih dari 70 tahun.
Namun, sebuah laporan baru-baru ini, yang dipresentasikan pada konferensi Sesi Ilmiah Asosiasi Jantung Amerika tahun 2023, menyatakan bahwa tunjangan vitamin D yang direkomendasikan AS mungkin terlalu rendah untuk mencapai tingkat optimal bagi orang-orang tertentu, terutama mereka yang memiliki masalah jantung.
Vitamin B6
Meskipun semua vitamin B penting, vitamin B6 khususnya sangat penting untuk kesehatan sistem saraf dan sistem kekebalan tubuh – terutama selama musim dingin, menurut Medline Plus.
Kekurangan vitamin B6 sebenarnya umum terjadi, dan kekurangannya dapat menyebabkan gejala seperti depresi, kebingungan, dan mudah tersinggung. Vitamin membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi seluler, yang dapat membantu mengurangi energi dan meningkatkan kelelahan selama musim dingin, terutama jika Anda menderita gangguan afektif musiman.
Sumber vitamin B6 antara lain pisang, tuna dan salmon, kacang-kacangan, daging sapi dan babi, kacang-kacangan, unggas, buncis, biji-bijian, dan sereal yang diperkaya.
RDA untuk vitamin B6 adalah 1,3mg untuk orang dewasa berusia 50 tahun ke bawah, dan setelah usia 50 tahun, 1,5mg untuk wanita dan 1,7mg untuk pria, menurut Mayo Clinic.
Seng
Seng adalah mineral yang dapat membantu meningkatkan pertahanan alami tubuh – terutama terhadap kondisi dan penyakit kulit musiman – serta membantu mendapatkan tidur yang nyenyak.
Nutrisi tersebut diketahui membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan fungsi metabolisme. Ini berperan dalam kesehatan kulit, fungsi kekebalan tubuh dan pertumbuhan sel – dan berpotensi melindungi terhadap jerawat dan peradangan, menurut Healthline.
Penelitian telah menghubungkan seng dengan banyak manfaat kesehatan termasuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mempercepat penyembuhan luka dan berpotensi mengurangi risiko penyakit tertentu yang berkaitan dengan usia.
Faktor risiko defisiensi seng meliputi asupan harian yang tidak mencukupi, alkoholisme, mutasi genetik, dan usia tua. Gejalanya bisa berupa diare, rambut menipis, melemahnya rasa dan bau, kulit kering, atau masalah kesuburan.
Omega 3
Omega-3 penuh dengan asam lemak dan sangat penting selama bulan-bulan dingin dan kering untuk membantu menjaga kelembapan kulit.
Tubuh tidak dapat secara alami memproduksi jumlah omega-3 yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidup, jadi penting untuk mendapatkan “lemak sehat” melalui makanan atau suplemen.
Penelitian telah menunjukkan bahwa omega-3 dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular, kematian akibat CVD, kematian mendadak karena aritmia, pembekuan darah, beberapa bentuk kanker seperti kanker payudara, penyakit Alzheimer, demensia, dan degenerasi makula terkait usia, menurut penelitian Klinik Cleveland.
Ikan adalah sumber omega-3 terbaik, dan American Heart Association merekomendasikan orang yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung untuk makan setidaknya dua porsi ikan setiap minggu (total 6 ons hingga 8 ons).
Zat Besi
Menurut Medical News Today, zat besi sangat penting untuk fungsi hemoglobin, protein yang dibutuhkan untuk mengangkut oksigen dalam darah dan melakukan berbagai proses lainnya.
Zat besi meningkatkan energi, meningkatkan kehamilan yang sehat, dan meningkatkan kinerja atletik. Kekurangan zat besi paling sering terjadi pada atlet wanita dan dapat meningkatkan risiko diabetes dan kanker hati.
Meskipun makanan tinggi zat besi adalah cara terbaik untuk mendapatkan jumlah yang cukup karena nutrisi lain yang dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, suplemen bisa sangat baik bagi seseorang yang kesulitan memasukkannya ke dalam makanan sehari-hari. (yn)
Pada 7 Oktober lalu Hamas melakukan serangan dadakan terhadap Israel, Perang Israel-Hamas pun meletus. Israel mengirimkan pasukan dalam skala besar ke Jalur Gaza, mengumumkan telah menemukan sebanyak lebih dari 800 liang masuk terowongan, dan ternyata perang terowongan Hamas sepertinya tidak bisa berperan banyak seperti yang diharapkan. HaI ini membuat orang lantas teringat akan perang terowongan yang dipropagandakan besar-besaran oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT), yang kini secara tidak langsung telah diungkap oleh Hamas.
Rasio Korban Pada Perang Darat Israel-Hamas
Pada 3 Desember lalu, pihak militer Israel mengumumkan, dari 800 buah liang masuk terowongan yang mereka temukan di Jalur Gaza, 500 buah di antaranya telah dihancurkan. Liang masuk ini mayoritas terletak di dekat atau di dalam bangunan warga sipil, termasuk sekolah, taman kanak-kanak, masjid, dan tempat bermain, didalamnya tersimpan banyak persenjataan, hal ini menandakan selama ini Hamas sengaja memanfaatkan fasilitas sipil sebagai tempat perlindungannya.
Setelah perang meletus pada 7 Oktober lalu, militer Israel telah melakukan lebih dari 10.000 kali serangan udara, sasaran serangan tersebut adalah infrastruktur Hamas, pusat komando, liang masuk terowongan, gudang senjata, dan lain sebagainya. Pada 27 Oktober, pasukan darat Israel memasuki utara Gaza, sampai dengan saat ini (08/12) diumumkan sebanyak 84 orang serdadu Israel telah tewas, dan 260 orang lainnya terluka.
Hingga 1 Desember lalu, Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan, sedikitnya 15.000 orang warga Palestina tewas, 36.000 orang luka-luka, dan 7.000 orang lainnya dinyatakan hilang. Kementerian Kesehatan Gaza ada di bawah kendali Hamas, mereka tidak membedakan warga sipil atau militan yang menjadi korban. Menurut perkiraan pihak Israel, perbandingan korban tewas dan luka-luka antara warga sipil Gaza dengan kelompok militan adalah 2:1. Berdasarkan rasio ini, korban tewas di pihak Hamas mungkin sekitar 5.000 orang. Israel juga mengumumkan, ada sekitar 1.200 orang anggota Hamas telah ditawan. Kemungkinan Hamas telah kehilangan sekitar 6.000 orang.
Korban terbanyak dari pihak Israel terjadi pada 7 Oktober lalu, yang tidak sempat diantisipasi oleh Israel. Hingga saat ini, total sekitar 1.332 orang Israel telah terbunuh, termasuk 395 orang tentara, polisi, dan mata-mata, serta lebih dari 240 orang lainnya telah disandera.
Hamas telah membebaskan sebagian sandera, dan Israel mengumumkan masih ada 138 orang sandera ditawan di Gaza, serta pihaknya akan membebaskan semua sandera, dan menghancurkan Hamas. Dibandingkan dengan kondisi korban tewas dan terluka pasca dimulainya perang darat ini, perang terowongan Hamas pada dasarnya tidak membuahkan hasil.
Mengapa Perang Terowongan Hamas Tidak Efektif?
Pihak luar dulunya beranggapan, walaupun pasukan Israel lebih unggul, tetapi setelah memasuki Gaza mungkin akan menghadapi pertempuran kota yang sangat menyulitkan, termasuk perang terowongan Hamas.
Setelah menguasai Gaza pada 2007 lalu, Hamas terus membangun terowongan sebagai misi utamanya, dengan memanfaatkan dana dan material bantuan kemanusiaan yang disumbangkan oleh Israel dan negara-negara lain. Panjang terowongan kemungkinan mencapai lebih dari 500 kilometer, dengan kedalaman hingga puluhan meter, yang dilengkapi dengan listrik, air, dan sistem ventilasi, serta menimbun banyak persenjataan. Ada terowongan yang liang keluarnya dibangun di dalam wilayah Israel, sebagai persiapan melakukan serangan sewaktu-waktu. Mayoritas liang masuk dan terowongan bawah tanah diperkokoh dengan konstruksi beton, dan dikabarkan mendapatkan bantuan para teknisi dari pihak militer RRT.
Dalam pertempuran kota secara teori, terowongan itu pertama-tama akan dijadikan sebagai tempat persembunyian bagi Hamas, guna menghindari serangan dari militer Israel. Walaupun sejumlah liang masuk atau lubang vertikal telah ditemukan, pasukan Israel tidak akan gegabah memasukinya karena khawatir ada jebakan. Hamas bisa melakukan serangan tak terduga dari belakang atau samping pasukan Israel, sehingga dapat menimbulkan korban di pihak pasukan Israel.
Akan tetapi dalam pertempuran sesungguhnya, teori perang terowongan ini ternyata tidak dapat terwujud. Pada 27 Oktober, pasukan Israel mulai memasuki utara Gaza, dengan tank dan buldozer lapis baja sebagai pembuka jalan, seemtara itu drone mengawasi dari udara, juga helikopter serbu dan pesawat tempur siap untuk melancarkan serangan udara sewaktu-waktu. Mayoritas warga telah dievakuasi, militan Hamas yang bersembunyi di dalam bangunan sangat mudah diidentifikasi oleh drone, yang kemudian dimusnahkan dengan serangan udara.
Anggota Hamas yang tidak ditemukan, begitu mulai kontak senjata dengan pasukan Israel, akan didesak oleh tank dan meriam di belakang pasukan Israel, lalu serangan udara pun datang menyerbu. Anggota Hamas hanya bisa melarikan diri ke dalam terowongan, atau ditembak mati, dan ditawan.
Setiap pasukan Israel maju satu langkah, selalu menggeledah dengan teliti seluruh permukaan, begitu ditemukan adanya liang masuk terowongan, langsung dihancurkan dengan bom, atau ditimbun, agar tidak bisa digunakan lagi oleh Hamas. Pasukan Israel selalu waspada pada setiap langkahnya, dengan kompensasi korban lebih sedikit, memperluas wilayah yang didudukinya secara bertahap, sampai mengepung setiap basis utama Hamas. Suatu pertempuran kota yang tadinya dibayangkan akan berupa perang terowongan yang sengit, ternyata tidak terjadi. Pihak Israel sedang menguasai utara Gaza secara bertahap, dan mulai mengarahkan pasukannya ke basis utama Hamas di selatan Gaza.
Mengapa Perang Terowongan Berbeda Dengan Imajinasi Orang?
Terowongan yang dibangun dengan cermat oleh Hamas tidak berfungsi sebagaimana diharapkan, sepertinya hal ini di luar dugaan, terutama dikarenakan mayoritas orang salah paham akan konsep perang terowongan.
Pertama, perang terowongan bukan taktik perang baru yang diciptakan oleh milisi PKT atau para gerilyawan. Kedua, kasus keberhasilan pada perang terowongan yang sebenarnya, bukan dalam perang bertahan, akan tetapi dalam operasi penyerangan. Di dalam Perang Tiongkok-Jepang (1936-1945) pasukan PKT sengaja hanya bergerilya tapi tidak menyerang, hal ini demi menyimpan kekuatan mereka (sedangkan tugas utama menghadapi Jepang mau tak mau lantas jatuh pada Pasukan Nasionalis, Red.), dan propaganda PKT sangat minim akan kasus perang riel, maka baru kemudian dikaranglah cerita tentang perang terowongan itu.
Pada masa Dinasti Qing terjadi Pemberontakan Taiping (1850-1864), kelompok pemberontak “Kerajaan Surgawi Taiping” sewaktu menyerang ibukota Nanking (Nanjing, red.), tidak memiliki meriam modern, dan tidak mampu meruntuhkan tembok kota, maka mereka lantas menggali terowongan dari luar kota yang terus meluas sampai ke dalam kota, namun kemudian berhasil ditemukan oleh tentara yang berjaga di dalam kota, kedua belah pihak pun sampai terlibat perang sengit di bawah tanah.
Saat terjadi Perang Rusia-Jepang (1904-1905), pasukan Jepang menyerang tentara Rusia yang waktu itu menduduki Distrik Lushun di Kota Dalian, pasukan Jepang menggali terowongan lalu akhirnya menyerang ke atas gunung, tapi tak terhindar dari banyaknya korban berjatuhan. Pada masa PD-I, kedua belah pihak yang berperang di dataran Eropa memperebutkan parit pertahanan, juga pernah menggali terowongan, memasang peledak di bagian bawah pasukan musuh untuk kemudian meledakkannya, guna memusnahkan pasukan musuh, dan menghancurkan industri militer musuh, itulah yang disebut perang jalur lubang bawah tanah.
Model fiktif perang terowongan di kawasan Dataran Tiongkok Utara yang dipropagandakan oleh PKT. (public domain)
Perang terowongan yang paling berhasil semestinya terjadi pada Perang Vietnam. Pasukan Vietnam Utara pernah menggali terowongan di pegunungan dan kawasan hutan rimba, dan terus menyerang pasukan Vietnam Selatan dan juga tentara AS, pasukan Vietnam Utara lebih unggul dari segi jumlah personelnya, dan mereka menggali terowongan bukan untuk bertahan, melainkan untuk menyerang secara aktif, terowongan digali hingga memasuki garis pertahanan AS. Jumlah pasukan AS relatif lebih sedikit, dan di area pegunungan serta hutan rimba pasukan AS sulit mengerahkan keunggulan serangan udara dan kekuatan senjatanya, kendaraan militer pun sulit dijalankan, akibatnya pasukan infantri berulang kali dijebak dan dikepung oleh pasukan Vietnam Utara. Saat itu pasukan Vietnam Utara memiliki banyak senjata otomatis seperti AK-47, dalam perang di gunung, di hutan, dan terowongan, pasukan AS dan Vietnam Selatan mengalami kerugian personil yang tewas dan terluka cukup parah, maka pada akhirnya pasukan AS ditarik mundur dari Vietnam.
Korea Utara sejak dulu telah menggali banyak terowongan hingga mencapai wilayah Korea Selatan, dan Korut senantiasa berencana melakukan serangan nyata lewat terowongan tersebut.
Perang terowongan yang bersifat menyerang, sangat berbeda dengan perang terowongan Hamas yang bersifat bertahan, juga sangat berbeda dengan perang terowongan atau perang gerilya yang dipropagandakan oleh PKT. Dalam perang nyata Israel-Hamas kali ini, semua orang bisa melihat betapa besar perbedaan antara perang terowongan yang bersifat defensif dengan teorinya.
Propaganda Perang Terowongan PKT Telah Mendistorsi Fakta
Prototipe perang terowongan yang dipropagandakan oleh PKT terutama adalah di kawasan dataran Tiongkok Utara (wilayah di sekitaran Sungai Kuning dan anak-anak sungainya, serta sebuah stepa kosong pada bagian Utara. Red.). Di Dataran Tiongkok Utara ini tidak terdapat banyak gunung tinggi, atau hutan rimba, walaupun digali terowongan, juga tidak akan mudah disembunyikan; terowongan yang dipropagandakan pada dasarnya berada di dalam desa atau di dekatnya. Ini sangat mirip dengan Hamas, atau bisa dikatakan, Hamas yang berguru pada PKT, juga sama-sama menjadikan warga sipil sebagai tameng hidupnya.
Terowongan Hamas diperkokoh dengan konstruksi beton, karena tanah di dalam terowongan sewaktu-waktu bisa longsor, dan ia bisa runtuh, sama seperti gorong-gorong kereta bawah tanah yang dibangun di kota-kota besar sekarang. Kawasan Dataran Tiongkok Utara di era 1940-an, penggalian terowongan tidak mungkin dapat diperkokoh dengan beton, juga tidak berani menggali terlalu dalam. Bagi pembaca yang di rumahnya pernah memiliki ruang bawah tanah pasti memahami hal ini.
Kualitas tanah di Dataran Tiongkok Utara cenderung gembur, dan tidak cocok untuk dibangun terowongan; curah hujannya jauh lebih tinggi dari Gaza yang berada di Timur Tengah, terowongan yang telah selesai dibangun, begitu diterjang air hujan akan langsung longsor. Dataran Tiongkok Utara memiliki muka air tanah (water table, red.) yang tinggi, menggali sedalam satu meter saja langsung menemukan sumber air, waktu itu juga tidak ada fasilitas drainase air.
Film “Tunnel Warfare” yang dibuat oleh PKT (pada 1965), mengambil plot lokasi suatu desa di Provinsi Hebei, tapi terowongan sebenarnya yang diambil gambarnya adalah setting yang dibuat di studio film milik August First Film Studio, bukannya terowongan yang sebenarnya di Dataran Tiongkok Utara, karena terowongan yang jumlahnya terbatas sudah rusak sejak dulu, dikabarkan terowongan yang tersisa lebih terlihat seperti saluran drainase bawah tanah.
Menurut penuturan seorang veteran AD Rute Kedelapan (PKT) dan seorang milisi tua Tiongkok, sebagian besar dari terowongan itu adalah gudang bawah tanah tempat warga menyimpan ubi, kadang-kadang digunakan untuk bersembunyi, dan bukan untuk menyerang musuh. Jika gerilyawan atau milisi PKT membangun terowongan di desa atau di dekatnya, tentara Jepang dan Angkatan Bersenjata Kolaborator Tiongkok akan memaksa warga desa untuk mencari lubang masuk terowongan, jadi yang disebut perang terowongan mungkin ada satu atau dua contoh kejadian perang nyata, tapi tidak eksis secara luas.
Waktu itu tentara Jepang memiliki senapan mesin, senapan laras panjang, dan mortir, serta mendapat pelatihan taktis kemiliteran, sementara perlengkapan para gerilyawan atau milisi PKT sangat minim, hanya ada beberapa pucuk senapan laras panjang, pistol, dan granat buatan sendiri, ranjau, bom pinggir jalan, yang tidak mampu membunuh pasukan musuh dalam skala besar, hanya bisa pasif dan bersembunyi. Sebagian besar waktu tentara Jepang dilalui di dalam benteng militer dan di dalam tembok kota, PKT tidak berani juga tidak berniat menyerang; saat tentara Jepang melakukan operasi pembersihan secara berkala, pasukan utama PKT akan segera melarikan diri, dan yang tersisa hanya para gerilyawan yang bersembunyi.
Perang terowongan yang dipropagandakan oleh PKT itu, disebut-sebut terdapat berbagai instalasi seperti pencegah banjir, pemadam kebakaran, anti gas beracun dan lain-lain, ada pula lubang pengintai, lubang senapan, dan lubang angin, juga lubang jebakan, papan berengsel, lalu lubang keluar masuk terowongan dilindungi dengan tembok, tungku, sumur, atau dipan tanah. Semua ini hanya eksis di dalam film, terowongan modern yang dibangun oleh Hamas, tidak terlihat adanya instalasi tersebut di atas, tapi ada instalasi ventilasi udara, juga ada penerangan dan fasilitas komunikasi yang tidak ada dalam propaganda PKT. Israel menggelontorkan air laut untuk membanjiri terowongan Hamas, dan memaksa anggota Hamas yang bersembunyi di dalamnya keluar dari terowongan dan menyerah, bisa dikatakan fasilitas drainase di dalamnya tidak begitu mumpuni.
Hamas memiliki banyak senjata otomatis, alat peluncur roket, granat, ranjau, drone, misil anti-tank dan lain-lain, tapi di dalam terowongan semua senjata itu tidak bisa benar-benar digunakan. Gerilyawan PKT di era 1940-an, hanya memiliki senjata sederhana, lebih sulit lagi untuk mengalahkan tentara Jepang. PKT mengakui Tentara Kuo Min Tang (Partai Nasionalis, red.) yang berada di ajang pertempuran utama, tapi berbohong bahwa PKT-lah yang memimpin perang gerilya. Faktanya, Kuo Min Tang juga merupakan kekuatan utama dalam perang gerilya, saat puncaknya di tahun 1939 terdapat 1,4 juta personel gerilyawan, Chiang Kai-shek (pemimpin Republik Tiongkok yang mengungsi ke Taiwan pada 1949. Red.) sendiri meminta 1/3 kekuatan digunakan dalam perang gerilya di belakang garis musuh.
Demi propagandanya, PKT tidak mempedulikan fakta, bahkan mengarang cerita tentang perang ranjau, perang terowongan dan lain-lain, guna membohongi rakyat Tiongkok, termasuk anak-anak. Karena itulah, perang terowongan Hamas dewasa ini tidak efektif, kemungkinan telah membuat banyak etnis Tionghoa merasa keheranan.
Hamas sedang dihantam keras, perang terowongan di dalam teori itu setidaknya belum pernah terjadi hingga kini. Hamas mungkin telah tertipu oleh PKT, mungkin juga hanya menggunakannya sebagai tempat persembunyian, penyimpanan senjata, atau jalur melarikan diri, seharusnya banyak di antara mereka telah melarikan diri ke selatan Gaza. Dari sekitar 40.000 militan Hamas itu ribuan di antaranya telah lenyap, Israel masih membutuhkan beberapa waktu lagi untuk membersihkan sarang Hamas, dan tentu kondisi perang masih bisa berubah. Namun, Hamas secara tak langsung telah menelanjangi propaganda PKT tentang perang terowongan. (sud/whs)
Setelah menjabat sebagai pemimpin tertinggi Partai Komunis Tiongkok (PKT), oleh sejumlah penasihatnya Xi Jinping telah dibuat mabuk kepayang, serta salah menilai bahwa PKT sudah besar nan kuat, dan memiliki kekuatan menantang AS dalam membentuk ulang suatu pola dunia yang baru. Maka, diplomatik serigala perang yang tidak sabaran itu pun langsung mencampakkan kebijakan rendah hati ala Deng Xiaoping, dan mulai menantang AS di segala aspek, serta selalu beradu otot dengan AS. Namun hasilnya, ternyata fakta bertolak belakang dengan harapan, bukan hanya tidak bisa menggoyahkan posisi dominasi AS di dunia, sebaliknya berakhir dengan dililit kesulitan dalam dan luar negeri.
Apa Yang Harus Dilakukan?
Terpaksa merendahkan diri, dan menunjukkan muka manis kepada AS.
Seluruh dunia mengetahui, pemimpin PKT tidak pernah mau kalah pamor, khususnya Xi Jinping yang sangat mengutamakan citra diri. Dalam satu dasawarsa terakhir, PKT terus menerus berseteru dengan AS, sekarang mau tidak mau PKT harus merendahkan diri, dan dengan secara terbuka menyatakan “Tiongkok bersedia menjadi mitra, dan menjadi teman AS”. Bisa dibayangkan, betapa hal ini sangat memalukan bagi Xi Jinping. Tapi walau demikian, hal tersebut mau tidak mau harus dilakukan oleh Xi.
Dari serigala perang yang dulunya sangar, telah berubah wujud menjadi panda yang penuh senyum, perubahan ini sungguh sangat drastis. Ini menandakan Xi Jinping memiliki titik kelemahan, dan kelemahan Xi Jinping juga merupakan kelemahan PKT. Apa kelemahan Xi Jinping dan PKT? Singkat kata, masih sangat bergantung pada AS, tidak berani berinisiatif menutup pintu pada AS, dan tidak berani benar-benar menutup pintu negaranya (seperti yang telah didengung-dengungkan selama 2-3 tahun terakhir, Red.).
Harap perhatikan hal ini, inilah perbedaan terbesar antara Xi Jinping dengan Kim Jong-Un. Korea Utara hanya sebuah negara kecil, dan tidak memiliki kekuatan untuk menantang AS apalagi merebut hegemoni dunia. Bagi Kim Jong-Un, yang paling penting bukanlah ekspansi ke luar, melainkan bagaimana menjamin kekuasaan penuh atas Korea Utara tetap ada di tangan keluarga untuk selamanya, dan untuk mencapai tujuan ini, satu-satunya cara adalah dengan menutup gerbang negaranya.
Xi Jinping tidak akan puas hanya menjadi seorang Kim Jong-Un di Tiongkok saja, nafsunya jauh lebih besar daripada Kim Jong-Un, Xi tidak akan puas hanya dengan menguasai satu Tiongkok saja, “cita-cita agung” Xi adalah melenyapkan kapitalisme, membebaskan seluruh umat manusia, dan menjadi penguasa tunggal dunia. Sebenarnya, ini juga bukan hanya ambisi Xi seorang, melainkan ambisi bersama para pemimpin PKT, dan merupakan ambisi PKT. Karena PKT menganut Marxisme-Leninisme, sasaran akhir paham sesat ini adalah untuk membebaskan umat manusia, dengan menancapkan panji komunismenya di setiap penjuru dunia.
Sebelum membebaskan seluruh umat manusia dan menjadi hegemon dunia, maka pertama-tama harus lebih dulu mengalahkan Amerika Serikat. Perbedaan Xi Jinping dengan para pemimpin PKT terdahulu adalah, setelah Xi naik takhta ia merasa dunia sedang mengalami perubahan milenial yang drastis dimana “Timur bangkit, Barat anjlok”, kekuatan PKT sudah cukup besar untuk menantang AS, serta tidak perlu lagi selalu rendah hati, sementara Deng Xiaoping dan para pemimpin PKT terdahulu merasa untuk sementara waktu PKT masih belum mampu beradu otot dengan AS, masih harus bertindak low profile, dan tidak sesumbar.
Namun yang membuat Xi Jinping kesal adalah, setelah satu dekade berseteru dengan penuh ambisi dengan AS, namun mau tidak mau harus mengakui bahwa dirinya telah salah menafsir tren dunia, PKT memang belum memiliki kemampuan untuk bisa menandingi kekuatan AS. Pada saat Trump menjadi presiden, walaupun dimulai perang dagang dengan PKT yang membuat PKT sangat kesakitan, tapi mereka masih saja bersikeras, tidak mengaku kalah, dan dengan nekat terus berseteru dengan AS.
Setelah Biden menjadi presiden, Biden menggandeng negara demokrasi lainnya untuk mengepung PKT secara serempak, dan memperkuat tekanan terhadap PKT dari segala aspek, khususnya memblokir PKT di bidang iptek canggih, dan yang paling tipikal adalah membatasi ekspor cip pada RRT. Beberapa tahun terakhir ini, PKT jelas tidak mampu lagi menangkis serangan ini. Bila tidak kuat lagi menangkis mengapa Xi Jinping tidak menutup gerbang negaranya saja? Sebelumnya bukankah Xi terus menggembar-gemborkan soal “sirkulasi dalam negeri”? Menurut penilaian penulis, bagaimana pun Xi membesar-besarkan “sirkulasi dalam negeri”, ia tidak akan pernah menutup pintu negeri Tiongkok terhadap negara Barat.
Mengapa?
Hal ini sangat ditentukan oleh kepribadian Xi Jinping dan karakteristik PKT sendiri. Coba bayangkan, apakah Xi dan PKT akan membatalkan ambisi mereka menguasai dunia? Tentu tidak, kecuali matahari terbit dari barat. Untuk menjadi hegemon dunia, maka harus mengalahkan AS. Untuk menaklukkan dan menggantikan AS, maka harus mampu mengalahkan kemampuan AS, khususnya dalam hal teknologi tinggi harus bisa melampaui AS. Sedangkan hanya mengandalkan kemampuan PKT sendiri tidak akan mungkin dapat mencapai hal ini, dan Xi Jinping sangat memahaminya.
Adakah cara lain? Ada. Secara konkrit, menggoda dengan keuntungan, dan menarik negara Barat khususnya AS untuk terus “mentransfusi darah” bagi PKT, agar PKT bisa menyalip di tikungan dalam bidang teknologi mutakhir. Ini adalah satu-satunya cara. Hanya dengan cara ini, PKT baru dapat memimpin di bidang iptek, baru dapat bersama AS memperebutkan hegemoni dunia. Dengan kata lain, jika PKT hendak menaklukkan AS, maka harus menjadi rekan dan teman AS terlebih dahulu, tidak ada jalan lain. Di satu sisi ingin menaklukkan AS, di sisi lain mau tidak mau harus mengandalkan AS, bukankah ini merupakan titik kelemahannya?
Sekarang apabila menoleh lagi ke belakang, yang dulu disebut-sebut Xi Jinping dengan “sirkulasi dalam negeri” bukan berarti hendak menutup gerbang negaranya, dan memutus hubungan dengan negara Barat khususnya Amerika, melainkan agar dapat mengantisipasi decoupling dengan PKT yang dipimpin oleh Barat/ AS. Dengan kata lain, “sirkulasi dalam negeri” itu sebenarnya adalah jalan keluar yang dipersiapkan oleh Xi begitu situasi seperti itu terjadi.
Segala tindakan yang dilakukan PKT belakangan ini demi meredakan ketegangannya dengan AS, termasuk dengan kembali menyebut reformasi keterbukaan, semua itu semakin menyingkap kelemahan Xi dan PKT kepada pihak luar. Terhadap hal ini, juga terlihat jelas oleh pemerintah Biden.
Yang melegakan adalah, walaupun Xi berulang kali merendahkan diri dan mencoba bersahabat dengan AS dengan membesar-besarkan hubungan baik RRT-AS, serta mencoba mencekoki para oposisi AS dengan pujian yang memabukkan, tapi AS yang telah kenyang dengan berbagai tipu muslihat PKT itu tidak mudah terpancing lagi oleh PKT yang titik kelemahannya telah terlihat jelas dan sudah dicengkeram oleh AS itu, selanjutnya masihkah bisakah ia semena-mena? Mari kita nantikan kelanjutannya. (sud/whs)
Sastrawan Dinasti Ming yakni Feng Menglong menulis kisah berjudul “《醒世恆言》Xing Shi Heng Yan” (Stories to Awaken the World, red.) tentang bencana yang datang biasanya tidak berjalan sendiri, dan pada bagian akhir disimpulkan sebagai berikut: “Atap bocor menyongsong malam-malam penuh hujan, kapal terlambat tiba menyongsong pula angin haluan”.
Kondisi ini tidak cukup hanya diungkapkan dengan kata “tragis” saja. Saat ini begitulah suasana hati para petinggi Zhongnanhai (Partai Komunis Tiongkok), karena selama dua tahun terakhir ini, satu persatu berita buruk berdatangan silih berganti, yang membuat babak belur. Beberapa “berita buruk” yang belakangan ini telah menerpa penghuni Zhongnanhai adalah sebagai berikut:
Berita buruk pertama adalah, pada 6 Desember lalu Pemerintah Italia memberitahukan secara resmi penguasa RRT bahwa Italia memutuskan mundur dari program “Belt and Road Initiative” yang diprakarsai oleh mereka.
Kantor berita Reuters mengutip pernyataan dari nara sumber pemerintah Italia yang mengatakan bahwa, Pemerintah Italia bahkan sudah mempertimbangkan keputusannya ini mungkin dapat menimbulkan rasa tidak puas dari Beijing yang kemudian akan mengambil tindakan pembalasan ekonomi terhadap Italia.
Italia mulai bergabung dalam program “One Belt One Road” (OBOR, yang kini diubah: BRI) sejak 2019, hingga kini juga merupakan satu-satunya negara Barat yang ikut ambil bagian dalam program tersebut. Akan tetapi, perdana menteri Italia saat ini Giorgia Meloni begitu menjabat langsung menyatakan niatnya untuk mundur dari program BRI, lantaran Italia tidak memperoleh hasil yang diharapkan setelah bergabung.
Ini adalah untuk kedua kalinya Italia menghantamkan gada pada PKT dan pemimpinnya, setelah pada Oktober 2019 lalu di saat Presiden Italia Sergio Mattarella dalam kunjungannya ke AS secara terbuka menyatakan dukungannya pada AS, serta melindungi pasar terbuka yang adil, dan mengumumkan meninggalkan 5G dari Huawei.
Perlu diketahui, pada Maret 2019, saat pemimpin PKT Xi Jinping berkunjung ke tiga negara di Eropa, Italia sebagai salah satu negara G7 merupakan pemberhentiannya yang pertama, karena Italia merupakan negara yang paling diincar untuk digandeng oleh Beijing, sementara Italia yang kala itu mengalami kesulitan ekonomi juga berharap akan memperoleh dana dari mereka. Ibarat gayung bersambut, Giuseppe Conte yang kala itu menjabat sebagai PM Italia pun menandatangani MOU program “BRI” dengan Xi Jinping, peristiwa tersebut telah memicu rasa tidak puas Amerika dan juga negara Uni Eropa.
Pada 19 Maret, Komisi Eropa lewat laporan “EU-China: Strategic Outlook”, menyatakan telah dilakukannya penyesuaian kebijakan terhadap RRT, dengan mengambil sikap keras yang memposisikan Beijing sebagai “pesaing ekonomi” di bidang pengembangan 5G dan bidang krusial lainnya, serta menetapkan RRT sebagai “pesaing institusional” di bidang politik, serta menyatakan bahwa akan menempuh aturan pengawasan yang lebih ketat terhadap investasi RRT di Eropa.
Di bawah peringatan dari AS dan penyesuaian strategi Uni Eropa, Pemerintah Italia yang “masih berupaya mempertahankan hubungan dengan negara sekutu Uni Eropa dan juga dengan Amerika”, walaupun Italia telah menandatangani MOU yang sifatnya tidak mengikat, tapi telah menghapus aturan tentang kerjasama teknologi dan komunikasi di dalam MOU. Sehingga MOU semacam ini jelas tidak mampu memuaskan ambisi PKT.
Hanya setengah tahun setelah MOU ditandatangani, Presiden Italia secara resmi mengumumkan meninggalkan Huawei, dan sekarang PM Italia juga memilih untuk mundur dari program “BRI”, ini berarti program BRI dari RRT di Eropa kembali terhambat, padahal forum BRI yang ketiga yang diadakan PKT di Beijing pada Oktober lalu, pemimpin negara yang menghadiri forum telah jauh berkurang, kondisi ini menunjukkan program BRI yang didorong PKT telah diwaspadai oleh setiap negara, dan trik tipuan yang dimainkan PKT sangat sulit untuk diteruskan.
Terhadap keputusan terbaru Italia ini, saat ini belum terlihat adanya respon terbuka dari Beijing, tetapi apakah Zhongnanhai akan merespon dengan sikap keras? Melihat Zhongnanhai tidak memiliki cukup kepercayaan diri untuk bersikap keras, sementara tahun depan Italia akan mendapat giliran menjadi negara pemimpin kelompok G7, sepertinya Beijing hanya bisa “pasrah” menerima kenyataan ini. Mengenai apakah masih berniat mengatur penyambutan bagi Meloni yang akan datang berkunjung, masih sulit dipastikan.
Berita buruk kedua adalah, lembaga pemeringkat internasional Moody’s baru-baru ini telah menurunkan peringkat kredibilitas (Sovereign Credit Rating) bagi Tiongkok, Hong Kong, dan Makau dari peringkat “stabil” turun menjadi “negatif”, sekaligus juga menurunkan kredibilitas 8 bank Tiongkok dari peringkat “stabil” turun menjadi “negatif”.
Bursa saham Tiongkok dan Hong Kong terus merosot, bursa Tiongkok telah jatuh menembus 3.000 poin. Ini berarti harapan pemimpin PKT untuk menarik sebanyak mungkin investor, telah pupus pula. Coba bayangkan, siapakah yang berani menginvestasikan modalnya di pasar yang diperkirakan akan menjadi “negatif”? Sementara itu merosotnya Hong Kong yang dulu pernah mendapat julukan “Pearl of the Orient” juga terdampak langsung dari merosotnya ekonomi di daratan Tiongkok.
Terhadap hal ini, Kemenkeu dan Kemenlu RRT tidak memperlihatkan sikap “serigala perang” mereka, pihak Kemenkeu hanya menyatakan kekecewaannya terhadap keputusan Moody’s, dan menyatakan “perekonomian akan mempertahankan rebound dan tren yang positif,”; “risiko properti dan pemerintah daerah dapat dikendalikan”, serta “kekhawatiran Moody’s terhadap masa depan pertumbuhan ekonomi Tiongkok adalah tidak perlu” dan lain sebagainya. Tidak ada alasan lain, semua karena kehilangan kepercayaan diri, karena betapa buruknya kondisi perekonomian di Tiongkok, dan para pejabat PKT sendirilah yang paling memahaminya.
Berita buruk ketiga adalah, tim Presiden Argentina terpilih Javier Milei membenarkan, Argentina tidak akan bergabung dalam jajaran negara BRICS, bertolak belakang dengan presiden sebelumnya berikut para pengikutnya yang sangat mendukung sikap menjadi anggota BRICS.
Seminggu sebelum tim Milei mengumumkan perihal ini, Xi Jinping sempat menitipkan pada Dubes RRT untuk Argentina atas terpilihnya Milei ucapan selamat darinya, lewat calon kuat yang akan menjabat sebagai Menkeu merangkap Menlu Argentina yakni Diana Mondino. “Sikap merendah” Xi Jinping menuai “tanggapan dingin”.
Berita buruk keempat adalah, Mendag AS Gina Raimondo pada forum 2 Desember lalu, secara terbuka menyatakan PKT adalah “ancaman terbesar” sepanjang sejarah AS, dan bukan teman.
Tak lama sebelumnya Raimondo yang baru saja kembali dari Beijing menyebutkan, “Setiap hari bangun tidur PKT selalu memikirkan segala cara untuk melewati pembatasan ekspor kita, oleh sebab itu setiap detik setiap saat, kita harus selalu sadar, bersama dengan sahabat kita, Belanda, Jepang, dan Eropa, memperkuat pembatasan, dan lebih memperketat penegakan hukum.”
Dia pun secara langsung menyebut nama Nvidia, menekankan setahun terakhir ini Nvidia tetap memasok produk yang ditingkatkan secara khusus bagi PKT, kali ini AS memperluas ruang lingkup pembatasan cip, jika perusahaan membuat rancangan cip baru untuk melampaui batasan ekspor, dan membuat Beijing bisa memperoleh teknologi AI, maka ia akan “melakukan pembatasan pada hari kedua”. Nvidia pun segera menyatakan siap menaati aturan. Jalur impor cip teknologi tinggi PKT sekali lagi akan terhambat, terhadap hal ini, Beijing hanya bisa diam.
Berita buruk kelima adalah, Komisi Urusan Luar Negeri DPR AS pada 29 November lalu meloloskan “HKETO Certification Act”.
Isi RUU tersebut adalah jika Presiden Biden menilai Hong Kong tidak lagi memperoleh otonomi tingkat tinggi, maka HKETO seharusnya tidak lagi mendapatkan perlakuan diplomatik berupa hak Istimewa dan kekebalan hukum, serta akan ditutup. RUU tak lama lagi akan diserahkan untuk ditinjau oleh seluruh anggota DPR AS.
Hal ini dengan sendirinya membuat berang PKT. Tak lama berselang, pemerintah Hong Kong dan Kantor Komisaris Kemenlu RRT di Hong Kong pun melontarkan kecaman keras, “Mendesak AS agar dengan segera menghentikan tindakannya.” Tetapi itu pun hanya sekedar gertak sambal, tanpa ada tindakan nyata, sementara itu pihak AS pun sama sekali tidak menghiraukannya.
Berita buruk selama sepuluh hari terakhir yang disebut di atas, bagi sang pemimpin partai semuanya bukanlah hal sepele di tengah kondisi ekonomi yang memprihatinkan ini, juga merupakan masalah pelik yang sulit untuk diselesaikan. Selain itu, karena situasi dan kondisi dirinya sendiri, sekarang PKT harus berpikir panjang jika hendak memperlihatkan sikap serigala perangnya. Belum lama ini, media massa Jerman mengutip komentar Menlu Lithuania yang telah membenarkan, bahwa PKT telah mencabut sebagian besar tekanan ekonominya terhadap Lithuania, sebelumnya Lithuania telah dikenakan sanksi dagang dan ekonomi oleh PKT selama 2 tahun akibat menempatkan kantor perwakilannya di “Taiwan”, namun Lithuania tidak tunduk. Dari sini bisa dilihat, kepercayaan diri PKT untuk bersikap keras sudah tidak ada lagi. Sedangkan serangkaian hantaman yang telah dialami oleh PKT, bukan merupakan awal, bukan pula akhir, yang lebih tragis masih akan menyusul lagi. (sud/whs)
EtIndonesia. Seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun telah menyelesaikan “pawai tengah malam” di sekitar pusat Kota London selama 12 jam untuk mengumpulkan dana bagi rumah sakit anak-anak.
Barney Thomas, dari Bristol, ditemani oleh ayahnya, Darren Thomas, 36 tahun, dan ayah baptisnya, Bradley Hackett, 36 tahun, saat ketiganya berjalan di sekitar pusat kota London dari jam 6 sore pada hari Jumat hingga jam 6 pagi pada hari Sabtu.
Barney mengatakan bagian tersulit dari tantangan ini adalah mengalami sakit kaki tetapi menambahkan dia merasa “gembira” karena bisa menggalang dana untuk Rumah Sakit Anak Bristol Royal, yang sejauh ini telah mengumpulkan lebih dari £1.700.
“Pawai tengah malam” adalah upaya penggalangan dana keempat mereka untuk rumah sakit dan badan amal terkait setelah Barney dilahirkan dengan dua lubang di jantungnya.
Dia menjalani operasi ketika dia berusia 11 bulan untuk menutup lubang tersebut dan terus memberikan sumbangan kepada rumah sakit dengan upaya amalnya.
“Saya merasa lelah namun bangga kami telah berhasil melakukannya – saya merasa gembira,” kata Barney kepada kantor berita PA.
“Kakiku sakit dan sedikit melelahkan, tapi tidak apa-apa.”
Ketiganya berangkat dari stasiun Paddington London pada Jumat malam, berjalan ke tempat-tempat seperti Istana Buckingham, London Eye, Leicester Square, Piccadilly Circus, dan Tower Bridge sebelum naik kereta pertama untuk pulang pada Sabtu pagi.
Thomas, manajer operasi Network Rail, mengatakan Barney tertidur “sekitar 30 detik” setelah duduk di kereta pulang.
Thomas mengatakan dia merasa “gembira” setelah tantangan tersebut, mengatakan kepada PA: “Ketika kami kembali ke Paddington saya melihat kami hampir mencapai target £1.500 – ketika kami kembali ke Bristol kami telah mencapainya dan saya mendapat sedikit dari air mata di mataku.
“Saya sangat gembira dengan semua ini, saya merasa tersanjung.”
Dia juga mengatakan bahwa itu adalah “hal yang sangat baik” untuk dilakukan bersama putranya.
“Saya mengingat kembali saat dia sakit parah ketika dia masih kecil dan sekarang kami melakukan ini setiap tahun, ini adalah sesuatu yang selalu dinantikan,” katanya.
Barney menggunakan kamera GoPro untuk memfilmkan seluruh perjalanan, menciptakan timelapse yang kemudian diposting oleh Thomas ke Instagram.
Thomas mengatakan dia mengalami “banyak” lecet setelah tantangan tersebut, dan menambahkan bahwa kakinya dan kaki Barney sakit sekitar jam 3 pagi.
“Kaki (Barney) sakit dan dia sedikit lelah tetapi saya menunjukkan kepadanya seberapa banyak kami telah mengangkat dan mengatakan kami harus terus berjalan,” katanya.
“Sangat memotivasi melihat berapa banyak orang yang telah berdonasi, kami tidak berharap untuk menggalang dana sebanyak itu.”
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, kunjungi halaman penggalangan dana Barney di justgiving.com/crowdfunding/barneysmidnightmarch (yn)