Tabrakan Beruntun Terjadi di Jalan Raya Shanxi, Tiongkok, Melibatkan 40 Kendaraan dan Menyebabkan Sejumlah Korban Terluka
Pada 10 Desember, puluhan kendaraan bertabrakan di jalan raya di Kota Xinzhou, Provinsi Shanxi, Tiongkok, menyebabkan sedikitnya satu kematian dan enam orang terluka
NTD
Berdasarkan video yang diunggah di internet, puluhan kendaraan terparkir berantakan di tengah jalan, ada yang terguling, ada yang terguling hingga tak bisa dikenali dan terdapat noda darah di airbag kendaraan. Ada banyak orang yang menelepon di jalan.
Media daratan Tiongkok melaporkan bahwa pada 10 Desember, tabrakan beruntun terjadi di bagian Guangyang, Yuanping, Xinzhou, Provinsi Shanxi di Jalan Tol Erguang. Terjadi 29 kali tabrakan lalu lintas dari belakang di jalan tempat kejadian tersebut terjadi. Sekitar 40 kendaraan bertabrakan di lokasi kejadian, mengakibatkan satu orang tewas dan enam orang luka-luka. Selain itu, terjadi kebocoran minor pada truk tangki pengangkut solar.
Sopirnya, Qi, mengatakan kepada media bahwa sekitar pukul 5 sore pada 10 Desember, temannya sedang bersiap untuk berkendara ke Datong melalui Jalan Tol Erguang. Ketika kendaraan melaju di dekat pintu keluar Laoyang, jalan tersebut diblokir sepenuhnya karena tabrakan beruntun di depan. Temannya terjebak di jalan raya dan tidak bisa maju atau mundur, jadi dia harus menelepon untuk meminta bantuan.
Sekitar pukul 20.00, ketika Qi melaju di jalan kecil dan bergegas menuju lokasi kejadian, ia melihat ruas jalan yang padat sepanjang 1 kilometer dan banyak kendaraan bertabrakan. Temannya memanjat pagar pembatas dan meninggalkan lokasi kejadian dengan mobilnya.
Netizen daratan berkata, “Jalan raya ditutup karena salju lebat. Bagaimana Anda bisa mengemudi dengan kecepatan tinggi di jalan seperti itu? Kecelakaan tidak bisa dihindari. ”
Lainnya menyampaikan pesan : “Jalan tidak ditutup saat salju lebat. Mengapa jalan tidak ditutup? Jalan raya bertanggung jawab penuh.”
Netizen lainnya juga menuliskan pesan : “Saya berada di lokasi kejadian tadi malam (10 Desember). Tidak ada garam yang disiapkan di pinggir jalan tol Shanxi. Garam disiapkan di pinggir jalan tol Shandong dan Henan dalam cuaca hujan dan bersalju.” (Hui)
Bank Indonesia : Prospek Perekonomian Jawa Timur 2024 Tetap Optimis
SURABAYA – Menjelang akhir 2023 perekonomian Jawa Timur tetap terus meningkat positif. Untuk prospek 2024, Prospek perekonomian domestik pada 2024-2025 tetap terjaga di tengah semakin tingginya ketidakpastian global. Nilai tukar Rupiah tahun 2024 akan tetap stabil. Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mendukung tetap terjaganya stabilitas eksternal sejalan dengan prakiraan defisit transaksi berjalan yang terjaga rendah pada kisaran defisit 0,1% sampai dengan defisit 0,9% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2024 dan defisit 0,5% sampai dengan defisit 1,3% dari PDB pada 2025.
Adapun kredit/pembiayaan perbankan terus melanjutkan perbaikan dan diprakirakan akan tumbuh lebih tinggi. Pertumbuhan kredit akan berada pada kisaran 10-12% pada 2024, dan 11-13% pada 2025.
Sedangkan kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap kuat didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Nilai transaksi digital banking akan terus tumbuh 23,2% pada 2024 hingga mencapai Rp71.584 triliun, dan tumbuh 18,8% pada 2025 menjadi Rp85.044 triliun. Transaksi e-commerce juga akan terus tumbuh 2,8% menjadi Rp487 triliun pada 2024 dan 3,3% menjadi Rp503 triliun pada 2025.
Dalam menghadapi tantangan pada 2024, BI melakukan upaya antara lain dengan mengadakan forum diskusi dengan berbagai universitas. Dan, hasilnya adalah beberapa masukan antara lain penguatan RIRU, penguatan investasi, percepatan infrastruktur, UMKM naik kelas, memperluas warung inflasi, pengendalian inflasi.
“Untuk menghadapi prospek dan tantangan 5 bulan pertama di awal 2024, Natal, Imlek, Ramadhan dan Hari Raya maka tetap optimis dengan perkembangan ekonomi di Jawa Timur di tahun 2023 yang stabil dan optimis. Kami telah melakukan diskusi dengan perguruan tinggi untuk memberikan masukan. Dan beberapa masukan antara lain penguatan RIRU, penguatan investasi, percepatan infrastruktur, UMKM naik kelas, memperluas warung inflasi, pengendalian inflasi,” jelas Deputi Kepala KPw Jawa Timur, Rizki Ernandi Winanda, Selasa (12/12).
Selain itu, kondisi global masih memburuk, demikian yang disampaikan IMF terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi global yakni dari 2,9% menjadi 2,8% yang dialami oleh negara maju dan berkembang yakni Amerika Serikat dan Jepang. Jatim untuk ekspor akan mengalami penurunan.
Tahun pemilu 2024 akan ada peningkatan konsumsi pemerintah, untuk investor masih wait and see. Perekonomian domestik membaik dengan diperkirakan cuaca membaik maka meningkatnya produksi pertanian hortikultural, investasi menurun demikian selanjutnya disampaikan oleh Rizki kepada The Epoch Times.
“Untuk tetap menjaga inflasi dan nilai tukar diharapkan daya beli dapat tetap terjaga. Demikian yang paling penting,” jelas Doddy Zulverdi, Kepala Perwakilan BI Provinsi Jatim.
Menghadapi ketidakpastian global yang terus meningkat di tengah siklus ekonomi dan keuangan nasional yang masih berada di bawah kapasitas perekonomian potensial, bauran kebijakan Bank Indonesia akan terus diarahkan untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Bauran kebijakan tersebut terus disinergikan dengan kebijakan ekonomi nasional sekaligus sebagai pelaksanaan dari amanat Undang-Undang Bank Indonesia dan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Arah bauran kebijakan Bank Indonesia pada tahun 2024 mencakup kebijakan moneter yang difokuskan pada stabilitas (“pro-stability”) khususnya pencapaian sasaran inflasi dan stabilitas nilai tukar Rupiah.
Sementara empat kebijakan Bank Indonesia lainnya yaitu kebijakan makroprudensial, kebijakan sistem pembayaran, kebijakan pendalaman pasar uang dan pasar valas, dan kebijakan ekonomi keuangan inklusif dan hijau terus diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan (“pro-growth”). Adapun penjelasan arah bauran kebijakan Bank Indonesia sebagai berikut:
1. Kebijakan Moneter
Arah kebijakan moneter Bank Indonesia pada tahun 2024 tetap difokuskan pada tercapainya sasaran inflasi dan stabilitas nilai tukar Rupiah agar gejolak global tidak mengganggu stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional. Kebijakan moneter “pro-stability” akan ditempuh dengan kebijakan suku bunga secara forward-looking dan pre-emptive untuk mencapai sasaran inflasi yang ditetapkan Pemerintah, stabilisasi nilai tukar Rupiah agar tetap sejalan dengan pencapaian sasaran inflasi dan mendukung stabilitas eksternal, didukung operasi moneter “pro-market” untuk memperkuat efektivitas transmisi kebijakan Bank Indonesia ke pasar keuangan dan perekonomian, termasuk daya tarik masuknya aliran portofolio asing, serta pengelolaan lalu lintas devisa sesuai kaidah internasional untuk mendukung stabilitas eksternal dan kecukupan cadangan devisa.
2. Kebijakan Makroprudensial
Bank Indonesia akan melanjutkan kebijakan makroprudensial longgar pada tahun 2024 untuk mendorong kredit dan pembiayaan perbankan yang optimal dengan tetap turut menjaga stabilitas sistem keuangan (SSK). Pelonggaran kebijakan makroprudensial ditempuh dengan tiga instrumen pokok yaitu: (i) peningkatan efektivitas Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dan pelonggaran seluruh instrumen kebijakan makroprudensial lainnya; (ii) pelonggaran likuiditas dengan penurunan rasio Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM); dan (iii) penguatan surveilans SSK.
3. Kebijakan Sistem Pembayaran
Kebijakan sistem pembayaran akan terus diarahkan untuk akselerasi lebih lanjut ekonomi dan keuangan digital nasional sebagaimana Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025, struktur industri yang sehat dan efisien, serta infrastruktur aman dan handal, dengan fokus pada lima program yakni: (i) pengembangan BI-FAST yang interkoneksi, interoperabilitas, dan integrasi dengan Gerbang Pembayaran Nasional; (ii) pengembangan BI-RTGS Generasi ke-3 yang modern, multi-currency dan berstandar internasional, serta interkoneksi dengan modernisasi sistem operasi moneter Bank Indonesia; (iii) pengembangan pusat data transaksi pembayaran didukung inovasi dan pemanfaatan Artificial Intelligence; (iv) pengembangan Rupiah Digital sebagai satu-satunya alat pembayaran digital yang sah di Indonesia; dan (v) perluasan kerja sama sistem pembayaran ritel antarnegara melalui QRIS dan BI-FAST secara bilateral dengan negara ASEAN dan sejumlah negara Asia lainnya.
4. Kebijakan Pendalaman Pasar Uang dan Pasar Valas
Kebijakan pendalaman pasar uang terus diarahkan untuk terwujudnya pasar uang yang modern dan berstandar internasional, memperkuat efektivitas transmisi bauran kebijakan Bank Indonesia, serta mendukung pembiayaan bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Kebijakan pendalaman pasar uang dan pasar valas pada tahun 2024 akan difokuskan pada 4 (empat) program utama yaitu: (i) pengembangan produk untuk peningkatan volume dan likuiditas pasar uang dan pasar valas; (ii) penguatan mekanisme pasar yang efisien dalam pembentukan struktur suku bunga dan nilai tukar, (iii) penguatan konsolidasi pelaku pasar melalui Primary Dealers dan Asosiasi Pasar Uang dan Valuta Asing Indonesia (APUVINDO), serta (iv) pengembangan Central Counter Party Suku Bunga dan Nilai Tukar (CCP SBNT) dengan industri.
5. Kebijakan Ekonomi-Keuangan Inklusif dan Hijau
Bank Indonesia terus memperkuat sinergi untuk mendorong akselerasi pengembangan ekonomi-keuangan inklusif dan hijau antara lain melalui pengembangan UMKM untuk memperkuat ketahanan dan kebangkitan ekonomi nasional. Penguatan UMKM dilakukan antara lain melalui peningkatan produktivitas UMKM terutama melalui pengembangan UMKM pangan yang sejalan dengan GNPIP, transformasi UMKM naik kelas melalui pengembangan UMKM ekspor dan UMKM hijau, serta penguatan dan perluasan program digitalisasi UMKM yg tidak hanya utk mendorong UMKM masuk ke ekosistem digital namun juga mengembangkan UMKM digital kreatif. Pelaksanaan program tersebut dilakukan melalui sinergi yang erat dengan K/L terkait dan didukung oleh seluruh kantor perwakilan Bank Indonesia.
Lima arah kebijakan Bank Indonesia tersebut diperkuat dengan sinergi kebijakan Bank Indonesia dan kebijakan fiskal Pemerintah untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Sinergi kebijakan Bank Indonesia juga diperkuat dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID), Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah, serta Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Transaksi Pemerintah Pusat dan Daerah (P2DD). Sinergi kebijakan antara Bank Indonesia dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong kredit/pembiayaan kepada dunia usaha juga akan terus diperkuat.
Pada kesempatan tersebut, Bank Indonesia juga memberikan penghargaan Bank Indonesia Awards tahun 2023 kepada 64 mitra strategis yang berasal dari perbankan, korporasi, dan perorangan sebagai apresiasi dan sekaligus pengakuan nasional kepada para mitra kerja yang telah mendukung pelaksanaan tugas-tugas Bank Indonesia selama tahun 2023 (Lampiran).
Penghargaan ini juga merefleksikan jalinan sinergi antara Bank Indonesia dan para mitra strategis, bersama-sama Pemerintah, OJK, dan LPS dalam memperkuat ketahanan dan kebangkitan ekonomi nasional.
Forum PTBI merupakan forum strategis yang diselenggarakan rutin setiap akhir tahun untuk menyampaikan pandangan Bank Indonesia mengenai kondisi perekonomian terkini, tantangan, prospek, dan arah bauran kebijakan Bank Indonesia, serta memperoleh arahan dari Presiden RI.
Forum PTBI 2023 dihadiri oleh Presiden RI, Joko Widodo, Pimpinan dan Anggota DPR dan DPD RI, Pimpinan Lembaga Negara, para Duta Besar negara sahabat, Menteri Kabinet Indonesia Maju, Ketua dan Anggota Dewan Komisioner OJK dan LPS, Gubernur Kepala Daerah, pimpinan perbankan dan korporasi, akademisi, media nasional, serta perwakilan sejumlah lembaga internasional. Masyarakat juga mengikuti rangkaian PTBI melalui siaran langsung pada kanal media sosial Bank Indonesia, serta Kantor Perwakilan Bank Indonesia di seluruh Indonesia dan luar negeri. (amel)
Panggung “D’ACADEMY 6” di INDOSIAR Hadirkan Talenta Baru Berbakat
INDOSIAR sebagai Home of Talent Search kembali mempersembahkan ajang pencarian bakat untuk menemukan bibit-bibit baru calon bintang dangdut Indonesia masa depan lewat “D’Academy 6”. Sejak awal diselenggarakan hingga saat ini, ajang kompetisi D’Academy terbukti sukses melahirkan bintang dangdut berbakat yang terus eksis di industri hiburan tanah air. Mereka di antaranya, Lesti Kejora, Sridevi, Eby, Afan, Melly Lee, Aulia, Selfi Yamma, Putri Isnari, Ical Majene, Fildan, Faul Gayo, Reza Zakarya, dan masih banyak lagi lainnya.
Selain itu, INDOSIAR juga sukses membawa dan memperkenalkan musik dangdut hingga mancanegara, dengan menggelar D’Academy Asia yang sudah berjalan selama 6 musim. Melibatkan negara-negara lainnya seperti, Malaysia, Philippines, Singapore, Timor Leste, Brunei Darussalam, Thailand, hingga Turkiye, D’Academy Asia juga telah melahirkan sederet bintang dangdut di kancah internasional yakni, Melly Lee (Indonesia), Lovely (Philippines), Kier King (Philippines), Jirayut (Thailand), Sheer Angullia (Singapore), Maria Victoria (Timor Leste), Ammy Fara (Thailand), dan masih banyak lagi lainnya. “D’Academy 6” yang akan segera tayang di layar kaca INDOSIAR, mulai 13 Desember 2023 mendatang.
“D’Academy hadir pertama kali pada tahun 2014, kemudian berlanjut di tahun 2015, 2016, 2017, hingga terakhir kemarin di tahun 2022 dengan menobatkan Sridevi sebagai Juara. Dalam penyelenggaraan D’Academy setiap musimnya, INDOSIAR selalu berupaya untuk terus menyajikan sesuatu yang baru dan kekinian. Begitu juga dengan D’Academy 6 ini yang akan dihadirkan jauh lebih fresh dan modern, dengan memaksimalkan penggunaan teknologi digital. Musim ini persaingan akan lebih kompetitif, karena babak LIVE kontes hanya diikuti oleh 20 peserta, lebih sedikit daripada musim-musim sebelumnya. Kursi dewan juri tahun ini, akan lebih seru karena kehadiran dua nama juri baru,” ujar Harsiwi Achmad selaku Direktur Programming SCM.
Menghadirkan host wajah baru pada barisan host “D’Academy 6” yakni, hadirnya Kier King (Juara 3 “D’Academy Asia 6” perwakilan Philippines) selain, Ramzi, Gilang Dirga, Ruben Onsu, dan Jirayut. Dewan juri di antaranya, Soimah, Dewi Perssik, Denada, Happy Asmara, dan Jenita Janet. Lesti Kejora akan kembali duduk di kursi dewan juri. Dua nama juri baru yaitu, Bunda Hetty Koes Endang penyanyi senior multi-genre dan Aldi Taher.
Audisi “D’Academy 6” sendiri telah berlangsung sejak 10 Juni hinggga Oktober 2023 yang diikuti sebanyak 2.612 orang pendaftar. “D’Academy 6” akan hadir dalam 13 babak di antaranya, Babak Audition, Final Audition, Fifty-Fifty, Welcome Top 20 Concert, Top 20, Top 16, Top 12, Top 8, Top 6, Top 4, Top 3, Grand Final Concert, dan The Winner Concert.
Pelaku Perjalanan Indonesia Diingatkan untuk Memerhatikan Persyaratan Saat Menggunakan TAC untuk Masuk ke Taiwan
TAIPEI – Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei (Taipei Economic and Trade Office/TETO) di Jakarta, Indonesia mengingatkan pelaku perjalanan dari Indonesia yang menggunakan TAC yakni bebas visa bersyarat untuk memerhatikan sejumlah hal dan persyaratan yang ditetapkan agar bisa dengan lancar masuk ke Taiwan.
Demi mempermudahkan warga Asia Tenggara pergi ke Taiwan untuk melakukan bisnis dan berpariwisata, sejak tahun 2009 Taiwan mengeluarkan mekanisme “Online Application for R.O.C. (Taiwan) Travel Authorization Certificate (TAC) bagi warga Asia Tenggara” yang disebut “TAC (bebas visa bersyarat)”.
Menurut data, sekarang ini tercatat setiap bulannya sekitar 5.000 pelaku perjalanan Indonesia dari berbagai kalangan yang menggunakan “TAC ” untuk masuk ke Taiwan, yang telah menjadi cara terbaik untuk masuk Taiwan selain mengajukan visa umum.
Tetapi para pelaku perjalanan diingatkan untuk memerhatikan beberapa hal jika ingin menggunakan “TAC” untuk berpergian ke Taiwan, mengingat bahwa kasus tidak dapat dengan lancar masuk ke Taiwan sering terjadi karena kelalaian-kelalaian yang sering dilakukan oleh pelaku perjalanan sendiri.

Hal-hal yang harus diperhatikan mencakup:
1. Bagi pemegang visa, resident card atau permanent resident card dari negara Amerika, Kanada, Inggris, Schengen Uni Eropa, Australia, New Zealand, Jepang atau Korea yang telah habis masa berlakunya tidak boleh lebih dari 10 tahun;
2. Bagi yang menggunakan visa Jepang atau Korea untuk dasar pengajuan E-visa, diwajibkan untuk melampirkan bukti riwayat masuk Jepang atau Korea yang tertera di dalam paspor.
3. Bagi yang menggunakan visa elektronik Australia atau New Zealand untuk dasar pengajuan E-visa, diwajibkan visa elektronik tersebut masih dalam masa berlaku.
4. Bagi yang menggunakan dokumen Taiwan untuk dasar pengajuan E-visa, tidak dapat menggunakan apabila tipe visa anda adalah tipe visa PMI atau program guanhong.
Duta besar TETO John Chen menyatakan, wisatawan Indonesia yang menggunakan “TAC”, terlebih lagi bagi yang meminta bantuan orang lain/agent untuk mengajukannya, harap dipastikan sebelum berpergian bahwa Anda memenuhi persyaratan pengajuan aplikasi TAC dan siapkan dokumen yang relevan untuk referensi di masa mendatang, seperti membawa paspor lama, visa elektronik yang masih dalam masa berlaku, atau visa yang masa berlakunya telah habis tidak lebih dari 10 tahun atau kartu izin tinggal sementara/Alien Resident Certificate (ARC) negara yang digunakan saat pengajuan TAC.
Jika seperti pemegang visa Jepang atau Korea harap menyiapkan data bukti riwayat kunjungan ke negara tersebut, harap dokumen-dokumen tersebut dibawa pada saat keberangkatan agar dapat diperiksa dan dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Lembaga Keuangan Wall Street Secara Bertahap Menarik Diri dari Pasar Tiongkok
Huang Yimei/Chang Chun/Wang Mingyu
Raksasa keuangan Wall Street secara aktif menarik diri dari pasar Tiongkok, dengan investasi investor institusional di saham dan obligasi Tiongkok turun lebih dari US$31 miliar pada Oktober tahun ini, menurut data Partai Komunis Tiongkok, dan penurunan dana investasi ini menambah kesengsaraan ekonomi Tiongkok.
Menyusul penurunan prospek Tiongkok menjadi negatif oleh lembaga pemeringkat kredit internasional Moody’s, sebuah organisasi internasional lainnya telah memicu pandangan yang lebih pesimis terhadap momentum pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang melemah.
Direktur senior BlackRock Investment Institute (BII), sebuah organisasi riset yang dimiliki oleh manajer aset terbesar di dunia, mengatakan pada pengarahan Outlook 2024 bahwa tren pertumbuhan Tiongkok yang melambat berarti ada peluang investasi yang lebih baik di pasar-pasar negara berkembang di luar negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut.
Alex Brazier, wakil presiden BlackRock Investment Research Institute, mengatakan bahwa perubahan demografi Tiongkok dan pertumbuhan produktivitas yang lebih lambat telah menurunkan tren pertumbuhan dari 10 persen menjadi 5 persen, bahkan lebih rendah lagi di masa depan. Wei Li, Kepala Strategi Investasi Global di BlackRock, mengatakan bahwa dari perspektif yang disesuaikan dengan risiko, berinvestasi di Tiongkok menjadi kurang menarik.
Pakar keuangan Taiwan, Huang Shicong berkata: “Dalam beberapa hari terakhir, pasar saham Tiongkok telah jatuh di bawah 3.000 poin di Bursa Efek Shanghai, termasuk saham-saham Hong Kong yang juga berkinerja buruk. Dalam komponen bisnis, contoh sebenarnya dari modal asing di Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir belum menghasilkan uang. Jadi dalam suasana seperti ini, mereka pasti akan lebih bisa melihat pasar Tiongkok secara rasional.”
Pada 8 Desember, laporan “Wall Street Journal” berjudul “Institusi Keuangan Wall Street Mengurangi Investasi di Tiongkok” mengutip data PKT yang menunjukkan bahwa pada Oktober, investasi investor institusi pada saham dan obligasi Tiongkok telah menurun sebesar US$31 miliar, sebuah arus keluar modal bersih terbesar sejak Tiongkok bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada 2001.
Qiu Wanjun, profesor Departemen Keuangan di Northeastern University di Boston, AS berkata: “Kita tahu bahwa semua investasi harus menghindari risiko, karena bagi investor yang paling mereka khawatirkan sebenarnya adalah risiko. Pasalnya, risiko akan mempengaruhi tingkat diskonto, dan sehingga mempengaruhi nilai aset, serta arus kas aset. Kemudian modal ini mengalir ke tempat-tempat yang ada keuntungan dan resikonya rendah. Jadi pendekatan Wall Street saat ini, justru mencerminkan dampaknya terhadap perekonomian Tiongkok. Kekhawatiran terhadap pertumbuhan dan cerminan utama dari ketidakpastian risiko perekonomian Tiongkok secara keseluruhan.”
Laporan tersebut menunjukkan bahwa raksasa keuangan Wall Street secara aktif menarik diri dari pasar Tiongkok.
Qiu Wanjun: “Dalam 10 tahun terakhir, rata-rata jumlah dana yang masuk ke Tiongkok dari Amerika Serikat setiap tahun telah melebihi 100 miliar dolar AS. Sekarang tahun ini, Wall Street secara keseluruhan telah meninggalkan Tiongkok sekitar 31 miliar dolar AS. Jadi, pada tahun ini, jumlah dana investasi baru di Tiongkok hanya sekitar 4,3 miliar hingga 4,4 miliar dolar AS, tidak sebanding dengan skala ratusan miliar dolar AS setiap tahun di masa lalu.”
Para komentator menunjukkan bahwa meskipun laju investasi asing yang meninggalkan Tiongkok lambat, hal ini akan berlangsung dalam jangka waktu yang lama.
Huang Shicong: “Rute ekonomi Tiongkok saat ini adalah ‘ke kiri’, dan Wall Street sebenarnya mewakili pasar modal, perwakilan kapitalisme, dan jika Anda (PKT) ingin kembali sekarang, apakah Anda masih bisa mengakomodasi orang-orang yang berhubungan dengan Wall Street di sini? Jadi ini menjadi tanda tanya yang sangat besar. Anda dapat melihat bahwa baru-baru ini, termasuk apa yang dilakukan oleh dana-dana perintis, atau Wall Street dengan sengaja mengurangi investasi pada personil Tiongkok. Jadi dipikir ini seharusnya menjadi tren, perlahan-lahan meninggalkan pasar Tiongkok.”
Beberapa hedge fund, termasuk Bridgewater Associates secara signifikan mengurangi kepemilikan mereka pada sekuritas Tiongkok, dan banyak perusahaan investasi ekuitas swasta seperti Carlyle telah mengurangi target penggalangan dana Asia mereka. Perusahaan pengelola reksa dana seperti Vanguard dan Van Eck juga telah menarik diri dari Tiongkok dan membatalkan rencana bisnis mereka di Tiongkok.
Huang Shicong: “Ketika Wall Street datang, ia membawa banyak konsep Barat dan talenta Barat, dan kemudian juga merekrut beberapa eksekutif lokal atau merekrut talenta lokal, membawa banyak peluang kerja. Sejalan dengan itu, mereka yang tersisa setelah itu, peluang kerja ini akan hilang. Kemudian koneksi Anda (PKT) dengan pasar modal luar negeri akan terputus, jadi, tentu saja akan berdampak pada perekonomian Tiongkok dalam jangka panjang.”
Kepala strategi pasar di perusahaan penasihat keuangan dan manajemen aset Lazard mengatakan bahwa ketika kekhawatiran terhadap lingkungan investasi Tiongkok meningkat, pemenang terbesar tampaknya adalah negara-negara berkembang seperti India.
Dengan dimulainya perang dagang Tiongkok-AS pada tahun 2018 dan merebaknya epidemi global COVID-19 pada tahun 2020, investasi di Tiongkok penuh dengan ketidakpastian yang tinggi. Rantai pasokan global pada awalnya sangat bergantung pada Tiongkok, yang dikenal sebagai “negara pabrik dunia” dan mulai menarik diri. Seiring dengan perkembangan zaman, pusat gravitasi global secara bertahap telah bergeser dari Tiongkok. Sebagai gantinya, India telah menjadi negara berkembang dengan potensi pasar yang besar karena “dividen demografi” dan kebijakannya dukungan dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang menakjubkan.
Qiu Wanjun, percaya bahwa legitimasi rezim PKT terletak pada pembangunan ekonomi. Begitu pembangunan ekonomi mengalami stagnasi atau bahkan mulai menurun, ditambah dengan meningkatnya tingkat pengangguran, legitimasi tersebut rezim PKT akan menghasilkan kebimbangan. (Hui)
Laporan Reporter : Orang-orang di Banyak Tempat di Tiongkok Mengungkapkan Jumlah Kematian Meningkat
Gelombang baru wabah penyakit pernafasan yang tidak diketahui merebak di daratan Tiongkok. Akibatnya, rumah sakit anak di banyak tempat penuh. Namun tidak hanya anak-anak saja yang terkena dampaknya, orang dewasa dan orang lanjut usia juga terkena dampaknya. Beberapa warga mengatakan kepada NTDTV bahwa jumlah kematian lokal mulai meningkat
NTD
Gelombang baru penyakit pernapasan yang tidak diketahui telah beredar di Shanghai selama beberapa bulan. Rumah sakit anak penuh sesak, orang dewasa serta lansia juga tertular. Zhang Hong (nama samaran), seorang warga Shanghai, mengatakan kepada NTDTV pada 7 Desember bahwa dua kerabat keluarganya meninggal dunia karena sakit dan sedang dalam proses mengadakan pemakaman.
Zhang Hong: “Kedua kerabat saya segera meninggal dunia, karena mereka menderita infeksi saluran pernafasan. Pernyataan ini pasti seperti yang dikatakan rumah sakit, infeksi saluran pernafasan, batuk, dua orang memiliki gejala yang sama.”
Reporter: “Apakah Anda menderita pneumonia?”
Zhang Hong: “Seharusnya itu peradangan. Sebenarnya, itu mungkin virus COVID. Kemudian menghilang dalam dua hari. Tapi saya tahu bahwa kedua orang ini dalam keadaan sehat. Keduanya berusia 80-an, sekitar 85 tahun. “
Selama puncak epidemi tahun lalu, kedua orang lanjut usia ini terinfeksi virus PKT (COVID-19).
Zhang Hong: “Mereka yang pernah tertular sebelumnya, setahun lalu atau lebih, umumnya tertular oleh semua orang. (Gejalanya) tidak terlalu serius, tapi bisa diatasi setelah sekitar beberapa hari . Jadi, kedua kerabat saya ini fisik mereka lumayan bagus . Yang terburuk adalah salah satu kerabat saya meninggal tahun lalu, dalam waktu dua hari, pada bulan Desember 2022. Fisiknya sangat lemah, usianya belum genap 80 tahun, dan dia berada di umurnya 70an. “
Selain kerabat, ada juga lansia yang meninggal dunia di sekitar Zhang Hong.
Zhang Hong: “Tidak ada orang tua di sekitar kami, bahkan mereka yang tinggal di dekat kami, dan situasinya serupa. Menurut situasi di sekitar saya, menurut angka ini, rasionya sudah sangat tinggi menurut data besar, Tapi sekarang sepertinya Kami tidak diperbolehkan membicarakannya. Kami tidak dapat melihatnya secara online. Kami tidak dapat melihatnya. Beritanya sepertinya terputus dan kami tidak diperbolehkan membicarakannya.”
Lu dari Kota Wuxi, Provinsi Jiangsu juga memperhatikan bahwa lebih banyak orang meninggal dunia di komunitasnya.
Reporter: “Apakah sekarang ada orang yang meninggal dunia?”
Mr Lu berkata: “Ya, pasti ada. Anda dapat mendengar nada sedih di komunitas kami. Ada sekitar 8.000 hingga 10.000 orang di komunitas tersebut. Di pagi hari, nada sedih datang sebelum Anda bangun, dan frekuensinya adalah lebih tinggi dari biasanya. Belakangan ini, suara duka lebih tinggi daripada suara kematian. Maaf, kami tidak dapat berbicara dengan bebas di Tiongkok kecuali Anda ingin mati.”
Chen yang berasal dari Kota Jinzhou, Provinsi Liaoning juga mengungkapkan bahwa jumlah kematian di wilayah setempat mulai meningkat.
Chen: “Sekarang, jumlah kematian di rumah sakit meningkat lagi, sudah meningkat banyak. Anda tidak perlu melihat angka resminya, tetapi di kamar mayat tahu persis berapa banyak orang yang meninggal dan berapa banyak yang keluar setiap musim dingin. Jumlah orang di kamar mayat tahun ini pasti akan lebih banyak dari tahun sebelumnya, dari tahun lalu tidak berani membandingkan, karena tahun lalu hampir semua penuh, tidak peduli tidak bisa dikremasi.”
Zhang Hong berkata sepertinya epidemi ini akan kembali lagi, tetapi tidak ada yang berani menyebutkannya.
Zhang Hong berkata: “Sama saja. Selama Anda pergi ke rumah sakit di sini, situasinya sangat menakutkan. Itu semua disebabkan oleh demam dan batuk. Tapi sekarang kami tidak mengakuinya, kami tidak mengakuinya. Itu covid19. Kami hanya mengatakan di sini, nama ini telah hilang. “
Sebelumnya, seorang warga Beijing mengungkapkan dirinya harus mengantri selama dua jam untuk mengambil abu di Krematorium Babaoshan. Zhang Hong mengatakan situasi ini belum terjadi di Shanghai.
Zhang Hong berkata: “Saya mendengar Shanghai diperluas tahun lalu, jadi tidak ada antrian tahun ini. Ada beberapa krematorium di Shanghai.”
Setelah mengalami puncak kematian akibat epidemi pada akhir tahun lalu dan awal tahun ini, bukan hanya Shanghai yang memperluas krematoriumnya, Kota Jinzhou juga memperluas krematoriumnya.
Reporter NTD bertanya: “Situasinya sekarang apakah sama dengan Desember tahun lalu, antri untuk dikremasi?”
Chen, warga Jinzhou, Liaoning menjawab: “Kami sudah mulai mengantri, tapi sekarang tidak masalah bagaimana kami mengantri. Kampung halaman saya adalah Jinzhou, Liaoning, mengapa saya mengatakan bahwa kapasitas operasional krematorium baik-baik saja? Lagi pula, kampung halaman saya di Jinzhou, Liaoning tahun lalu mungkin karena ini, atau mungkin kapasitasnya juga perlu diperluas, jadi tahun lalu kami membangun krematorium lagi, yang disebut rumah duka. Jadi kapasitas kami tidak ada masalah, terkadang kami sudah membuat persiapan.”
Banyak orang telah menyatakan ketakutannya terhadap epidemi ini, pada saat yang sama, menghadapi gelombang penyakit pernapasan yang tidak diketahui saat ini, mereka tidak tahu bagaimana melindungi diri mereka sendiri dan keluarga mereka. Seorang pemuda asal Henan mengungkapkan bahwa ia telah menyelesaikan prosedur untuk pergi ke Malaysia dan berencana bekerja atau berbisnis di sana untuk menghindari epidemi di Tiongkok. (Hui)





















